Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Ketiduran


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Vella sengaja memakai pakaian tertutup. dia mulai kedinginan karena hampir satu jam menghabiskan waktu dengan Alex dalam bactub. setelah suaminya itu berangkat bekerja, Vella merebahkan tubuhnya yang lelah diatas ranjang. tidak butuh waktu lama Vella kembali tertidur.


Vella tidak tahu berapa lama dia tertidur, begitu bangun dia mendengar gemercik air dari arah kamar mandi.


"Apa Alex sudah pulang? jam berapa sekarang?"


Vella melirik Jam dinding yang terdapat ditengah-tengah ruang kamar, dia kaget seraya menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Astaga, aku tertidur sampai sore?"


Ceklek, tidak lama pintu kamar mandi terbuka.


"Kamu sudah Bagun?"


Alex keluar dengan hanya mengunakan handuk kecil, berjalan menghampiri Vella yang terlihat masih mengumpulkan kesadarannya gabus bagun tidur.


"Maafkan suamiku, aku ketiduran."


"Tidak masalah, sekarang tugasmu keringkan rambut ku."


"Baiklah."


Vella bangkit, membantu mengeringkan rambut Alex yang masih basah. namun dia terlihat semakin tampan berpenampilan seperti itu.

__ADS_1


"Ya Tuhan, ada apa denganku sekarang. semakin kesini aku semakin terpesona oleh ketampanan laki-laki yang sudah menjadi suamiku. tidak Vella. belajarlah untuk membentengi perasaanmu."


"Apa seharian ini kamu tiduran saja?"


"Ya, aku kelelahan."


"Apa kamu suka, atau sudah ketagihan dengan permainan ku?" tanya Alex tiba-tiba. yang membuat Vella merasa malu dengan pertanyaan yang terdengar begitu vulgar.


"Maaf, sepertinya tuan terlalu percaya diri. apa tuan tidak kawathir jika Natali mengetahui hal ini, dua pasti akan kecewa."


"Itu bukan urusan mu, tugasmu adalah melayaniku." ucap Alex dengan tatapan tajam.


"Maaf jika saya lancang tuan."


Vella kembali meralat perkataan nya, begitu melihat suasana hati Alex tidak baik untuk dirinya. Vella berusaha untuk bersikap manis agar bisa kembali menguasai hati dan emosi Alex yang terkadang tidak menentu.


"Temani aku keruang kerja."


"Baiklah."


Alex berjalan mendahului Vella, namun dia tiba-tiba berhenti sehingga Vella yang berjalan dibelakang langsung menabrak tubuh nya.


Bruugh!

__ADS_1


"Sepertinya kamu sengaja, apa belum puas semalaman mendapatkan hukuman dariku."


"Tidak suamiku, aku benar-benar tidak sengaja. karena kamu tiba-tiba berhenti mendadak." jawab Vella mengusap hidungnya yang memerah.


Diruangan kerja yang luas dan mewah, Alex mulai sibuk dengan laptop dihadapannya. dia sedang melakukan rapat secara online dengan rekan-rekan bisnis nya. sedangkan Vella duduk di sofa membaca novel yang berkisah tentang cinta segitiga yang membuat nya seakan larut dalam cerita yang mengharu biru.


Sesekali Vella melirik kearah Alex, sudah hampir dua jam dia menemani Alex. namun pria itu masih getah duduk dihadapan laptop fokus dengan pekerjaannya, sedangkan Ravela mulai merasa bosan. pergi meninggalkan Alex tentu termasuk menyalahi aturan yang sudah mereka sepakati.


Vella mengerjap kan mata berkali-kali, berusaha menahan rasa kantuknya. dia kembali menguap dengan mata yang berembun. kepala Vella sempat jatuh berkali-kali namun dia kembali memperbaikinya. hingga akhirnya Vella tidak mampu lagi untuk menahan ngantuknya.


Alex yang melihat hal itu, segera mengakhiri rapatnya. dia berjalan menghampiri Vella. seraya memperbaiki anak rambutnya yang hampir menutupi sebagian wajah. Alex menatap lama wajah lembut yang tertidur pulas, ada rasa nyaman dan bahagia setelah kedatangan Vella dalam hidupnya.


"Vella, ayo bangun!"


"Mmmmhh ya."'


Vella menjawab dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna. bahkan Vella memperbaiki posisi tidur nya.


Tangan Alex terjulur, mengangkat Ravela dengan sangat hati-hati dan pelan. agar gadis itu tidak terbangun karena pergerakannya. berjalan menuju kamar, para pelayan yang melihat berdecak kagum dan tersenyum melihat perlakuan manis sang tuan muda pada istri nya.


Tangan Vella tiba-tiba bergelayut manja melingkar dileher Alex, seperti tanpa dosa dia melakukannya. bahkan bibir Vella tersenyum meskipun ke-dua matanya terpejam. dia menikmati kehangatan tubuh Alex layaknya guling yang selalu dia peluk saat tidur. Posisi wajah mereka begitu dekat, memperlihatkan leher jenjang yang masih terpampang jelas belas kissmark dari Alex semalam.


Alex menaiki anak tangga satu persatu, pelayan dengan sigap membantu nya membukakan pintu kamar utama.

__ADS_1


Setelah menidurkan Vella diranjang, Alex menyelimuti hingga batas dada. tidak lama lampu kamar dimatikan dan Alex ikut berbaring, memeluk erat tubuh Vella layaknya guling yang hangat dan nyaman.


__ADS_2