
"Aaaahh... Alex."
******* panjang akhirnya keluar dari bibir Ravela, Alex sangat lihai membuatnya bergairah. sehingga tanpa sadar gerakan pelan namun pasti dari Vella, mulai merespon sentuhan suaminya.
Cukup lama mereka bercinta, setelah puas Alex membantu membersihkan tubuh sang istri, menyelimuti batas dada hingga dia pun ikut berbaring dan tidur sambil berpelukan. udara puncak yang dingin membuat mereka saling menghangatkan satu sama lain.
Pagi harinya, saat terbangun dari tidurnya Vella mendapati tubuh nya sudah bersih dan melekat piyama tidur yang berukuran panjang dan tertutup.
"Suamiku, apa kamu yang sudah membersihkan dan memakaikan piyama ini?"
"Ya, sayang. aku tahu kamu pasti akan kedinginan dengan udara puncak. dan aku tidak ingin hal itu terjadi."
"Apa kamu juga yang membersihkan bagian itu ku?" tanya Vella sedikit malu.
"Bagian itu apa maksudmu, bicaralah dengan jelas." ucap Alex dibalik selimut.
"Ya, itu? bagian sensitif ku." ucap Vella kesal karena Alex sengaja menggoda nya.
__ADS_1
"Ya, semalam aku mengelap nya dengan handuk hangat. agar kamu merasa nyaman setelah aku gempur. lagian untuk apa kamu masih malu-malu, setiap bagian tubuh mu sudah hafal diingatan ku." jawab Alex santai.
"Stop, apa kamu tidak malu untuk menyebut sesuatu yang vulgar."
"Sudahlah, apa kamu ingin mengulangi olah raga ranjang semalam. dengan senang hati aku akan mengabulkan keinginan ku istri ku." Alex kembali bergairah saat melihat penolakan Vella, jiwa kelelakian nya seakan tertantang.
"Suamiku, kamu mau apa?"
"Mengulangi nya lagi, sayang."
***
"Hik.. Hick....ya Tuhan, apakah ini hukuman untukku. mencintai dan belum bisa melepaskan Alex dari hatiku, aku benci hidupku yang harus menjadi pemuas nafsu bajingan Kenzo. kenapa harus pria sadis dan kejam itu yang menjadi suamiku, Alex tolong aku...aku ingin menjadi Natali yang dulu lagi." Natali terus menagis hingga matanya sembab.
"Aku harus bisa kabur, tapi bagaimana caranya. Kenzo sudah memperketat penjagaan untuk ku." umpat Natali berjalan mondar-mandir didepan pintu masuk kamarnya.
Pernah Natali mencoba kabur sebelumnya, namun selalu gagal karena orang-orang Kenzo selalu berhasil menangkap dan membawa dirinya kembali kehadapan Kenzo, dimana ujung-ujungnya Natali akan mendapatkan hukuman, melayani pria itu hingga dia benar-benar puas barulah Natali diberi kebebasan lagi meskipun itu hanya dalam rumah dan lingkungan taman saja, tapi tidak untuk pergi keluar dari istana yang mengurung nya.
__ADS_1
"Aku tidak butuh uang dan perhiasan mahal yang diberikan Kenzo, aku hanya ingin bebas dan keluar dari sini." tatap Natali seraya mengusap perutnya, gadis itu berharap tidak ada benih Kenzo yang akan tumbuh dirahimnya.
"Semoga saja, aku tidak mengandung benih dari pria kejam itu."
Doa Natali karena Kenzo tidak pernah memakai pengamanan setiap akan menggaulinya, begitu juga dengan Natali yang tidak bisa untuk mendapatkan alat kontrasepsi. semua pelayan dirumah ini bungkam dan tidak ada satupun yang bisa diajak untuk bekerja sama.
Natali menatap keluar jendela kaca, tiba-tiba matanya terfokus pada pohon mangga yang tengah berbuah lebat, seketika keinginan nya begitu kuat untuk menikmati buah tersebut. Natali keluar dari kamar berjalan cepat menuju taman.
"Nyonya, anda mau kemana?"
"Aku ingin buah mangga, kenapa? apa kalian ingin melarang ku juga." tanya Natali dengan tatapan tajam.
"Tidak nyonya, biar kami yang akan memetik nya untuk anda." salah satu pengawal langsung memanjat. mengambil beberapa buah sesuai keinginan Natali.
"Ini nona, buah mangga muda nya."
"Aku sudah tidak berselera lagi, buat kalian saja." Natali kembali masuk kedalam kamar, entah kenapa moodnya tiba-tiba berubah. pengawal menggelengkan kepalanya merasa aneh dengan sikap nyonya muda mereka.
__ADS_1