Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Lebih perhatian


__ADS_3

Keasyikan ngobrol-ngobrol dan becanda dengan Elysa, membuat Ravela melupakan sesuatu. telpon dari suami posesif nya sudah pulang kerumah terlebih dahulu sebelum dirinya.


"Mati aku! karena tidak menjawab banyaknya panggilan masuk dari Alex." ucap Vella memeriksa ponselnya lalu melakukan panggilan balik.


"Hallo suamiku." dengan suara dibuat manja.


"Kenapa belum pulang hah, apa kamu sudah melupakan suamimu jika sudah bertemu dengan sahabat mu itu." ucap Alex dingin ada nada cemburu dari ucapannya.


"Bukan begitu sayang, baiklah sekarang aku langsung pulang ya."


"Tidak perlu, karena aku akan menjemput mu kesana." ucap Alex.


"Baiklah, aku akan menunggumu, suamiku." jawab Vella lalu mematikan sambungan telpon mereka.


"Apa suami marah?" tanya Elisa.


"Tidak, kami sudah terbiasa seperti ini. berdebat untuk sesuatu yang tidak penting. tapi sejati nya Alex adalah pria yang baik hati dan pengertian kok. kamu jangan kawathir akan sifat posesif suamiku."


"Ya, aku mengerti Vella, lagian kondisi mu tengah hamil begini. jadi wajar suamimu lebih posesif dan perhatian."

__ADS_1


"Elisa, lain kali aku akan mengunjungi mu lagi. atau kita ketemuan diluar. sekarang Alex sudah menjemput ku." ucap Vella bersiap untuk pulang.


"Terimakasih Vella, kehadiran mu membawa perubahan besar untuk ku, aku kembali bersemangat menjalani hidup dan hari-hari ku." balas Elisa.


"Tentu, karena kita adalah sahabat sekarang dan untuk selamanya."


Tidak butuh waktu lama, mobil mewah Alex sudah sampai di kediaman Elisa yang sederhana. sebelum pulang Vella dan Elisa berpelukan hangat, ada rasa lega setelah mengungkapkan beban berat yang selama ini dia tanggung sendiri, Elisa ikut mengantarkan Ravela hingga ke halaman rumahnya yang asri, dimana sudah menunggu mobil Alex yang baru saja sampai.


"Untuk kedepannya, biar Elysa saja yang sering berkunjung kerumah kita. biar kalian lebih leluasa untuk ngobrol-ngobrol." ucap Alex.


"Tentu tuan, saya sangat mengerti dengan kondisi Vella."


"Baiklah, Alex."


Setelah kepergian Ravela dan suaminya, Elysa langsung masuk kedalam rumah. menutup rapat semua pintu, dia tidak ingin sesuatu yang buruk kembali menimpanya.


***


Malamnya, Alex dan Vella menghabiskan waktu dikamar saja, begitu juga dengan makan malam mereka. asisten Rani masuk membawa troli berisi banyak makanan dan vitamin khusus ibu hamil.

__ADS_1


"Sayang, kamu harus makan yang banyak. karena kamu makan bukan untuk dirimu sendiri melainkan ada untuk calon bayi kita juga." ucap Alex.


Ravela tidak membantah lagi, dia sekarang memang mudah sekali merasa lapar. sehingga makanya menjadi dua kali lipat dari biasanya. hingga hidangan dihadapannya hampir habis oleh Ravela, Alex tersenyum puas melihat istrinya yang mulai kekenyangan.


Seperti biasa, setelah melewati sesi makan malam pasangan ini akan bersantai. Alex menyalakan laptop untuk memeriksa beberapa berkas yang dikirimkan oleh asistennya. Vella yang mulai ngantuk beberapa kali menguap.


"Sayang, apa kamu sudah mengantuk?"


"Mmmmhh, ya."


"Tidurlah dulu, setelah selesai aku akan menyusul mu." ucap Alex.


Vella yang merasa matanya mulai berat, beranjak menuju kamar mandi, membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan piyama tidur.


"Apa kamu bisa tidur tanpa pelukan hangat dariku?" ucap Alex.


"Bisa, memangnya kenapa?" ucap Vella menatap sang suami.


"Ya ngak papa sih." Alex kembali fokus pada pekerjaan nya.

__ADS_1


"Apa kamu mau aku buatkan kopi hitam?"


__ADS_2