Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Pulang kerumah ku sendiri


__ADS_3

Karena Elisa memilih untuk pulang kerumahnya sendiri, terpaksa asisten Sarah ikut pulang dan bekerja dirumah Elisa. Jeremi juga memerintahkan dua pengawal khususnya untuk berjaga-jaga didepan pintu masuk rumah Elisa.


"Nyonya, ini obat dan vitamin anda. silahkan diminum." ucap Sarah.


Elisa yang tengah melamun menatap keluar jendela kaca, segera menoleh. gadis yang tengah bersedih itu menghabiskan makanan lalu meminum obat dan vitaminnya. dia bertekad dalam hati untuk segera sembuh agar bisa melawan Jeremi terutama untuk pergi dari kehidupan pria tersebut untuk selamanya.


"Elisa, ternyata kamu sudah pulang. aku sangat mencemaskan mu, sayang." ucap Ravela yang sengaja berkunjung kerumah sahabat baiknya itu.


"Ravela, aku sangat senang melihat kedatangan mu." dua sahabat itu saling berpelukan hangat.


"Bagaimana kondisi mu saat ini?"


"Alhamdulillah sudah agak mendingan, meskipun terkadang aku masih sedih dan belum bisa menerima kenyataan jika bagi ku sudah tiada." ucap Elisa mengusap perutnya.


"Kamu yang sabar ya, berdasarkan buku yang pernah aku baca. seseorang yang pernah mengalami keguguran dan dikuret akan sangat cepat untuk kembali hamil." terang Ravela yang membuat Elisa tersenyum getir.


"Aku belum terpikir untuk kembali hamil, saat ini aku ingin fokus untuk kesembuhan ku saja."

__ADS_1


"Ya, sesama seorang perempuan aku sangat mengerti perasaanmu, Elisa."


"Aku bingung harus bagaimana kedepannya, saat ini aku tidak ingin bertemu dengan Jeremi lagi." menatap nanar kearah jendela kaca.


"Elisa, kita tidak bisa mengalahkan Jeremi sepenuhnya, dia sama terpukulnya seperti mu. saran aku sih, tidak ada salahnya kamu memberikan nya kesempatan kedua." bujuk Ravela yang yakin jika Jeremi sudah benar-benar berubah.


"Aku bingung, dengan perasaanku sendiri."


"Apakah kamu, sudah mulai mencintai Jeremi?"


"Elisa, kamu sama seperti diriku. pada awalnya aku dan Alex menikah tanpa disadari cinta, tapi seiring berjalannya waktu cinta mulai tumbuh dihati kami masing-masing. aku merasa nyaman jika berdekatan dan akan merindukan jika saling berjauhan, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan pasangan kita." jawab Ravela mengungkapkan apa yang dirasakan nya bersama Alexander.


"Entahlah, diantara aku dan Jeremi sama-sama dibayangi kekasih masa lalu, sehingga sulit untuk disatukan."


"Tidak Elisa, aku yakin jika Jeremi sudah mulai bucin padamu. yang penting mulailah belajar dan membuka hatimu." bujuk Ravela.


"Terimakasih ya Vella, kedatangan mu membuatku bisa tersenyum kembali. bagiku kamu tidak hanya sekedar sahabat, tapi sudah menjadi saudara dan bagian dalam hidupku."

__ADS_1


"Tentu Elisa, dulu kamu juga selalu ada untuk ku saat melewati masa tersulit ku." balas Ravela.


Dua jam mereka lewati bercanda dan ngobrol-ngobrol, hingga masuk jam makan siang ponsel Ravela bergetar, panggilan masuk dari suaminya tercinta yang ingin menikmati makan siang bareng istri nya.


"Elisa, lain kesempatan kita bertemu lagi. Alex menghubungi ku dan meminta datang kekantor nya."


"Terimakasih ya Vella, atas kunjungan nya." mereka berpelukan lalu cipika-cipiki, Elisa mengantarkan Vella sampai ke teras depan rumah nya. dimana sudah menunggu seorang sopir pribadi Alex yang tengah membukakan pintu mobil.


"Silahkan nyonya muda."


"Terimakasih."


Sebelum pergi, Ravela dan Elisa saling melambaikan tangannya. dengan perasaan tenang dan lega dihati mereka masing-masing.


"Bye, Elisa."


"Bye, Ravela."

__ADS_1


__ADS_2