Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Pesta ulang tahun


__ADS_3

Setelah semua acara selesai dan berjalan lancar, Alex mengajak sang istri menuju kamar pribadi mereka berdua. Alex tidak ingin istri nya terlalu capek mengingat dia tengah mengandung buah cinta mereka berdua.


"Bagaimana sayang, kamu bahagia dengan pesta ulang tahun mu?"


"Ya, karena ini adalah pesta ulang tahun pertama yang membuat ku benar-benar bahagia. aku juga merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus yang sudah sangat lama aku merindukan nya." ucap Vella dengan mata berbinar-binar.


"Ya, aku menyaksikan bagaimana mama Arini memperlakukan mu di taman, mudah-mudahan dia sudah berubah. aku yakin dia adalah perempuan yang baik yang sangat berbeda dengan putrinya Sena." ucap Alex tidak menyukai sifat asli yang dimiliki Sena.


"Sudahlah suamiku, semoga setelah mama Arini aku berharap kak Sena juga akan berubah."


"Amiiin."


"Suamiku sayang, terimakasih karena sudah menyiapkan pesta yang begitu istimewa untuk ku. hari ini. termasuk mengundang mama dan kak Sena untuk datang." ucap Vella mengelus Wajah tampan Alex dengan ke-dua tangannya.


"Itu baru Pesta, belum termasuk hadiah yang akan aku berikan untuk mu. katakan apa yang kamu inginkan."


"Hadiah? baiklah aku akan memikirkan hadiah apa yang akan aku minta pada mu." Vella tersenyum menimang-nimang meletakan jari telunjuk di dagunya, mulai berfikir tentang hadiah yang diinginkan nya, mengingat dirumah ini semua yang diinginkan nya sudah tersedia.


"Apa kamu ingin saham lima puluh persen atas perusahaan atau separuh kekayaan yang aku miliki?" tawar Alex.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku hanya ingin dirimu sekarang dan untuk selamanya." ucap Vella merebahkan kepalanya di dada bidang milik Alex.


"Kamu yakin hanya menginginkan hal itu?"


"Yakin suamiku, jika aku sudah mendapatkan cintamu untuk apa lagi harta mu."


Ekspresi wajah Alex terlihat sangat bahagia, dia memeluk erat Vella seakan tidak ingin terlepas lagi, sehingga gadis itu langsung meronta.


"Suamiku, aku kesulitan bernafas."


"Maaf sayang, aku kelepasan saking bahagianya." jawab Alex. menarik Vella untuk ikut naik keatas ranjang.


"Tidurlah dipangkuan ku, sayang." Alex menepuk dadanya. perlahan Vella mendekat menuruti keinginan suaminya.


"Ya, selamat malam suamiku.. muaaacch...." ciuman mendarat dikedua pipi Alex yang dibalas dengan perlakuan yang sama, setelah itu mereka sama-sama memejamkan mata, mengisyaratkan tubuh yang lelah menuju tidur dan alam mimpi yang indah.


***


Disebuah kamar, Natali masih meronta ingin melepaskan diri dari cengkraman kuat tangan Kenzo.

__ADS_1


"Dasar pria maniak ****, lepaskan aku...cihs..." Natali meludahi wajah Kenzo, pria tampan itu refleks menampar keras wajah Natali.


Placck!!!


"Perempuan tidak tahu diri, seharusnya kamu bersyukur karena aku masih berbaik hati menyelamatkan kekuarga mu dari kehancuran." ucap Kenzo.


"Apa maksudmu aku tidak mengerti."


"Kamu tidak akan pernah mengerti karena dalam otakku yang dangkal, hanya menginginkan suami orang, tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi keluarga mu."


"Aku tidak percaya pada mu Kenzo, kamu pria licik yang menghalalkan segala cara demi tujuan gila mu."


"Kamu terlalu banyak bicara, tapi aku suka."


Kenzo menarik paksa sebelah tangan Natali, hingga dia terhempas ke sisi ranjang, belum sempat gadis itu bangkit Kenzo sudah menindih tubuh nya dari atas lalu mengikat ke-dua tangannya. merobek paksa pakaian yang masih tersisa ditubuh Natali.


"Lepaskan aku Kenzo, aku mohon Hick... Hick." Natali berteriak disela Isak tangisnya, namun hal itu justru membuat Kenzo lebih bersemangat mengerayangi tubuh nya yang tidak berdaya.


Kecupan Kenzo makin lama makin liar, membuat tubuh Natali beberapa kali bergetar hebat dan area sensitif nya berdeyut-denyut setiap menerima serangan dan sentuhan Kenzo.

__ADS_1


"Kamu menyukai permainan ini, isteri ku? baiklah aku akan membawa mu terbang ke awan biru. aku ingin membuktikan jika suami mu ini adalah Pria yang paling hebat di ranjang, sehingga kamu tidak akan memikirkan laki-laki lain." bisik Kenzo tersenyum sinis.


Beberapa gaya dilakukan Kenzo dengan tangan Natali yang masih terikat, teriakan Natali semakin kencang saat Kenzo memaksa memasukinya dari jalan belakang.


__ADS_2