
Kenzo terbangun, senyum kepuasan terpancar disudut bibirnya. memperhatikan Natali yang masih tertidur pulas disebelahnya. sebelah tangan Kenzo mengusap sayang lalu mencium rambut bergelombang gadis berwajah ayu tersebut, lalu memperbaiki selimut hingga batas dada.
"Sepertinya, Natali belum makan dari semalam.
baiklah sebagai suami yang baik. aku akan memasak untuk mu, sayang." ucap Kenzo.
Setelah membersihkan tubuh, Kenzo meminta pelayan segera menyiapkan baju ganti untuk nya, tidak butuh lama barang yang dingin kan Kenzo sudah didapatkan.
"Sekalian, sediakan bahan makanan yang berkualitas dan susu hamil dan beberapa vitamin untuk kebutuhan dua hari ini saja, sampai aku benar-benar bisa membujuk Natali untuk kembali pulang kerumah." perintah Kenzo.
"Segera laksanakan, tuan." jawab pengawal.
Suasana hatinya begitu cerah, saat hendak berbalik meninggalkan kamar Natali, mata Kenzo tertuju pada sebuah foto yang tergeletak dilantai tidak jauh dari posisi pakaian yang dikenakan Natali barusan.
"Foto ini? dari mana Natali mendapatkan nya, tidak mungkin dia adik yang selama ini aku cari-cari?" tangan Kenzo bergetar, dadanya terasa sesak berusaha menahan butiran bening sambil memperhatikan wajah cantik sang ibu, adik dan dirinya yang terpampang dalam foto yang sudah usang. memory kenangan masa lalu kembali melintas.
Kenzo berdiri langsung dia menyibak selimut Natali, untuk memastikan adanya tanda lahir di telapak kaki sebelah kirinya.
"Syukurlah, Natali tidak memiliki tanda lahir. berarti dia bukan Ravela kecilku. tapi dimana Natali mendapatkan foto ini?" batin Kenzo yang berfikir jika ini bukan sekedar kebetulan saja.
"Ravela adikku, kakak merindukanmu, dek." ucap Kenzo tanpa sadar.
Ditempat lain, Ravela yang tengah menikmati susu hamil langsung keselek dan terbatuk-batuk.
"Uhuck... uhuck."
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa? hati-hati minum nya." ucap Alex mengusap lembut punggung sang istri.
"Suamiku, aku merasa ada seseorang yang tengah menyebut namaku. uhuck... uhuck..." ucap Ravela kembali batuk dengan air mata menggenang.
"Siapa dia berani-beraninya menyebut nama istri ku, jika itu pria atau mantan kekasihmu, akan aku potong lidahnya." ucap Alex.
"Suamiku stop, kamu kok bertambah posesif sih. bisa saja sahabatku atau mama. lagian itu cuma mitos." ucap Vella kembali melanjutkan makan. mengigat selera makannya yang terus meningkat seiring kehamilan yang juga bertambah besar.
"Istri ku, berani sekali ku memplototiku seperti itu!"
Alex yang gemas langsung mengigit daun telinga Vella hingga istri nya itu menjerit kegelian, membuat para pelayan dan mami ikut geleng-geleng kepala dan tertawa melihat tingkah pasangan kocak ini.
"Hentikan, malu tau dilihatin mami dan para pelayan."
"Biar aja."
"Suamiku, sepertinya kamu sudah tidak memiliki urat malu."
"Ya, urat maluku sudah putus. tapi tidak dengan gairah dan semangat ku. ayo berikanlah aku ciuman seperti yang aku lakukan barusan."
"Tidak!"
"Kalau kamu tidak mau, jangan harap bisa ikut bekerja di butik mami. kamu harus tetap dirumah menunggu ku pulang kerja." ancaman Alex membuat ke-dua bola mata Ravela membulat sempurna, seketika jurus rayuan nya meluncur indah tanpa peduli lagi dengan orang-orang sekitar.
"Suamiku sayang, mendekatlah."
__ADS_1
Vella menangkup Wajah Alex lembut dengan ke-dua belah tangannya, ciuman mendarat di seluruh wajah dan terkahir bibir. membuat senyum menang Alex semakin terukir sempurna.
"Suamiku, apa kamu sudah puas dengan ciuman selamat pagi dariku."
"Sangat puas, ayo bersiap biar aku yang akan mengantarkan kamu ke butik. jam makan siang nanti aku akan kembali menjemput mu." ucap Alex.
"Tidak bisakah, aku bekerja layaknya karyawan lainnya."
"Jangan banyak membantah, disana statusmu bukan karyawan. tapi istri dari seorang Alexander. anak pemilik butik." membanggakan diri nya.
"Iya...iya aku tahu, tapi please suamiku tolong beri aku kepercayaan dan kebebasanku." ucap Vella penuh harap.
"Tergantung!"
"Maksudmu?"
"Tergantung seberapa mampu kamu memuaskan aku nanti malam." ucap Alex mengedipkan sebelah matanya genit.
"Dasar mesum!" mencubit lengan Alex, namun pria itu berhasil menghindar, lalu menjahili Vella dengan mencium dan ******* bibir nya yang menurut Alex terlalu banyak bicara pagi ini.
"Ini hukuman karena kamu terlalu bawel." tersenyum puas, sedangkan Vella cemberut.
"Mau ditambah lagi!"
"Tidak suamiku, hari ini sudah cukup kamu mempermalukan aku dihadapan mami dan para pelayan."
__ADS_1
Perdebatan pasangan ini masih berlanjut hingga masuk mobil, diselingi dengan rangkulan mesra tangan Alex. semua yang melihat ikut bahagia melihat kemesraan mereka.
***