Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Demam tinggi


__ADS_3

"Elisa, apa aku sudah bisa memasuki mu, sayang?" tanya Jeremi hati-hati, takut permintaan nya akan ditolak ataupun Elisa akan marah.


"Maksudmu?"


"Aku sangat merindukan hangat tubuh mu, sayang. semoga kamu bisa segera hamil kembali." bisik Jeremi dengan posisi tangan yang mulai tidak bisa dikondisikan lagi.


"Sebaiknya kita, harus konsultasi ke dokter dulu." jawab Elisa memalingkan wajahnya dari tatapan penuh gairah Jeremi. entah kenapa sekarang dada Elisa sering berdetak begitu cepat jika pandangan mata mereka bertemu.


"Sudah, bahkan sudah lewat dari waktu yang disarankan oleh dokter." balas Jeremi yang sudah konsultasi dengan dokter tanpa sepengetahuan Elisa.


"Please, beri aku waktu."


Elisa bangkit dari duduknya, berjalan menuju lantai dua kamar tidurnya, membiarkan Jeremi yang masih menatap punggungnya dari belakang.


"Elisa, aku akan sabar. meskipun terkadang aku suka khilaf." ucap Jeremi menarik nafas berat karena sudah terbakar gairah namun tidak bisa tersalurkan.


Malam ini Elisa tidur dengan pulas nya, tanpa khawatir pada Jeremi lagi. karena pria itu benar-benar menunjukkan perubahan sikap nya, namun hal itu membuat Elysa semakin penasaran.

__ADS_1


Paginya, Elisa tidak bersemangat untuk menghabiskan sarapan nya. sesekali bola mata bulatnya menatap kearah kamar tamu yang ditempati Jeremi, berharap pria itu keluar kamar dengan sendirinya, karena Elisa merasa masih terlalu gengsi jika dia yang duluan menghampiri Jeremi untuk mengajaknya makan bersama.


"Seharian ini Jeremi tidak keluar kamar, bahkan dia juga melewati makan malam nya. apa sudah terjadi sesuatu pada nya?" Elisa berjalan mondar-mandir didepan pintu kabar Jeremi, ditambah lagi terdengar suara batuk-batuk dari dalam.


"Jeremi pasti sedang sakit, tidak biasanya dia seperti ini." Elisa mencemaskan kondisi pria yang sudah menjadi suami nya, meskipun diawali dengan kesalahan.


Ceklek!


Elisa membuka pintu kamar, dengan pencahayaan kamar yang temaram dia bisa melihat Jeremi yang tidur telentang di atas ranjang. perlahan Elisa mendekat berjuang menyingkirkan rasa takut dan trauma nya terhadap pria itu.


"Jeremi, apa kamu sakit?"


"I...iya, seharian ini kamu tidak keluar kamar." tangan Elisa terangkat meraba kepala Jeremi, dia terlonjak kaget begitu mendapati kondisi tubuh Jeremi yang sangat panas dengan keringat yang membasahi tubuhnya.


"Jeremi, tubuhmu sangat panas, sejak kapan kamu demam tinggi seperti ini?"


"Aku tidak apa-apa." ucap Jeremi dengan deru nafasnya yang terasa panas, mengenai kulit Elisa yang masih menyentuh jidatnya.

__ADS_1


"Panas gini, kamu bilang tidak apa-apa. Aku akan menghubungi dokter segera." ucap Elisa panik dan meminta Sarah untuk mengantarkan ember untuk kompres.


"Tidak! aku tidak butuh dokter ataupun obat, aku hanya butuh kamu, sayang. kehadiranmu sudah lebih dari obat apapun bagiku. mendekatlah temani aku." Ucap Jeremi memegangi tangan Elisa seakan tidak ingin ditinggalkan.


"Tapi tubuh mu panas sekali, atau gini aja. untuk sementara kamu minum obat penurun panas, jika panas nya tidak turun-turun mau tidak mau kita harus ke dokter." ucap Elisa memberi pilihan.


"Iya sayang."


Setelah memberikan obat penurun panas, Elisa mengompres kepala Jeremi. meskipun dia sempat melarang karena tidak ingin istri nya kelelahan.


Beberapa kali Elisa menguap, dia mulai ngantuk. melihat hal itu Jeremi menarik tangan Elisa agar ikut berbaring disebelah nya.


"Jeremy, kamu mau apa?"


"Tidurlah disampingku Elisa, aku janji tidak akan macam-macam."


"Tidak, sebaik nya aku pindah kedalam kamar tidur ku saja." mencoba bangkit namun Jeremi menarik tangannya lalu membaringkan Elisa untuk tidur disamping nya.

__ADS_1


"Elisa, aku sangat membutuhkan mu, setiap hari, setiap saat, bahkan setiap detik. kamu adalah sosok istri yang sempurna yang aku cari-cari selama ini. apa kamu tega membiarkan suamimu yang tengah sakit tidur sendirian." bisik Jeremi dengan tampang memelas lalu terbatuk-batuk, sehingga Elisa mengalah karena tidak tega, bagaimana pun Jeremi sudah menjadi suami sah nya.


__ADS_2