
"Mami, Vella itu istri ku. jadi aku jauh lebih berhak atas dirinya." jawab Alex yang mulai terpancing.
"Tapi, mami ini adalah mertua nya. jadi mami juga mempunyai hak atas Ravela, kasihan dia yang harus bersedih gara-gara kedatangan kekasih mu yang tak dianggap itu." balas mami tidak kalah sengit.
"Pokoknya, Vella harus tetap dirumah. dia boleh keluar jika bersama ku saja. aku sekarang sudah tidak percaya pada mami, setelah mendengar ide-ide mami yang tidak masuk akal itu." balas Alex, mengepalkan tangannya lalu memukul-mukul pelan meja tempat makan.
"Terserah mami dong, lagian Ravela sangat cantik. bentuk tubuhnya sangat ideal kontras dengan kulitnya yang putih bersih, sangat cocok mami jadikan model, sehingga produk mami akan langsung laris dipasaran." balas mami dengan antusias, berbeda dengan Alex yang terlihat sangat kesal dengan wajah ditekuk. berusaha menahan emosi setiap berhadapan dengan sikap sang mami yang terkadang susah ditebak.
"Please, jangan buat aku lebih marah lagi deh mi. dia menantu mami, dan bukan konsumsi publik." Alex masih berusaha mengontrol emosi nya.
"Sayang sekali jika kesempatan emas ini terlewatkan, Vella sangat cantik dan seksi. lagian pasti susah mencari model lain yang memiliki pesona bintang seperti istri mu." jawab mami seraya menahan tawanya yang ingin meledak melihat ekspresi Alex.
"Pokoknya tidak, mami boleh bawa Vella untuk jalan-jalan saja, tapi bukan untuk menjadi model. jika tidak terpaksa usaha mami Alex boikot dipasaran." ucap Alex kesal meninggalkan meja makan yang sudah membuat nya bad mood, dia melangkah menuju teras utama tempat mobilnya terparkir. sedangkan mami dan Vella tertawa lepas melihat kepergian Alex.
Suasana hati Alex yang memburuk, berimbas pada karyawan nya. banyak yang mendapatkan hukuman atas kesalahan kecil sekalipun, bahkan tidak ada yang berani menyapa ataupun masuk keruangan Alex, meskipun itu adalah asisten pribadinya sendiri.
"Rey, kita harus bagaimana. ini berkas penting yang harus ditandatangani tuan Alex. tapi aku tidak berani masuki ruangan nya." ucap sektretaris Sarah pada asisten Rey.
__ADS_1
"Sama, tidak biasanya tuan Alex seperti ini."
"Jangan-jangan bos tidak mendapatkan jatah dari istri nya, atau malah mereka bertengkar?"
"Bisa jadi."
Mereka berdua berbisik-bisik didepan pintu masuk ruangan Alex, seakan melalui ujian paling berat dalam hidupnya.
Ceklek
"Apa yang kalian berdua lakukan, didepan pintu ruangan ku?"
"Maafkan aku tuan, aku hanya ingin menyerahkan berkas untuk anda tandatangani." ucap Sarah.
"Bawa masuk."
"Baik tuan."
__ADS_1
Sekretaris Sarah yang diikuti asisten Rey, masuk sambil membawa tugas pekerjaan mereka masing-masing, seakan memasuki kandang harimau buas yang siap mencabik-cabik mereka berdua jika bersikap gegabah.
***
Hari ini, Vella terlihat sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama mami mertua yang mulai menyayangi dan memperhatikan dirinya, sangat jauh berbeda dengan sikap awal-awal pertemuan pertama mereka dulu.
Setelah puas berjalan-jalan dengan Ravela, Melinda membawa sang menantu mengunjungi butik mewah miliknya. yang dia kelola semenjak masih remaja.
Melinda memperkenalkan Ravela, sebagai menantunya pada seluruh karyawan. diapun mempersilahkan Vella memilih-milih pakaian berkelas yang disukainya, meskipun Vella sudah menolak secara halus, tapi Melinda tetap meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa pakaian koleksi terbaik nya untuk sang menantu.
"Sudah cukup, ini terlalu banyak, mi." tolak Vella.
"Nggak papa Vella, satu lagi permintaan mami. tolong kenakan lingerie ini setiap malam agar kalian berdua bisa lebih sering melakukannya dan segera memberikan mami cucu." ucap Melinda yang juga sudah menyiapkan beberapa lingerie seksi.
"Aduuuh, apa reaksinya Alex. jika melihat ku memakai lingerie setiap malamnya, bisa-bisa predator *** itu membuat ku tidak bisa berjalan pagi harinya." ucap Vella seraya membayangkan.
"Tidak usah dibayangkan reaksi Alex nantinya, cukup nikmati dan jalani dengan setulus hati. maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati nak." ucap Melinda, seraya mengajak Vella memasuki ruangan kerja pribadinya agar mereka bisa lebih leluasa untuk ngobrol. sedangkan Vella tertunduk malu mendengar ucapan mami mertua nya, yang jauh berbeda dengan kebanyakan orang.
__ADS_1