
"Tapi, aku ingin memperhatikan mu."
Alex menepikan mobilnya disebuah danau, cahaya lampu membuat tempat itu terlihat semakin indah. dia mengajak Vella keluar dari mobil berjalan menuju sebuah jembatan penghubung antara pulau-pulau kecil, yang dikelilingi hotel, kafe dan penginapan, karena tempat ini juga dijadikan sebagai objek wisata.
"Ayo turun, kamu akan menyesal jika melewati tempat seindah ini."
Mau tidak mau Vella turun, mengikuti langkah Alex, namun dia tetap menjaga jarak.
"Mendekatlah."
Alex menarik tangan Vella, sehingga posisi mereka sangat dekat. tapi wajah Vella ditekuk bahkan sekedar untuk tersenyum pun Vella terlihat enggan. Alex yang gemas mencium bibir Vella, tapi tidak ada respon sama sekali.
"Kamu seperti menolak ku malsm ini, kenapa?"
Alex menarik dagu Vella, mengangkat wajahnya agar pandangan mereka bertemu.
"Aku sedang tidak enak badan, antar aku pulang untuk istrahat." balas Vella.
"Bagaimana jika kita menghabiskan malam, dengan tidur disalah satu hotel berbintang ditempat ini. aku akan memberikan pelayanan terbaik ku sehingga kamu akan merasa baikan kembali." goda Alex.
"Aku malas, dan ingin pulang saja." jawab Vella ketus, meskipun dia sudah berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja.
Alex tersenyum melihat sejauh mana Ravela menahan kecemburuannya, dia kembali menarik Vella kedalam pelukan, membiarkan Vella meronta ingin lepas dari Kungkunganya.
"Sayang! kamu ngambek ya, apa aku sudah melakukan kesalahan?" bertanya seolah-olah tanpa dosa.
__ADS_1
"Untuk apa masih memanggil ku sayang, bukankah sudah ada model cantik yang menemanimu, selain Natali besok-besok siapa lagi perempuan yang kamu dekati ataupun berusaha mendekati mu." ucap Vella karena cemburu rasa beraninya muncul, bahkan dia mendorong Alex yang kembali ingin memeluk dan mencium nya.
"Mereka yang mendekati ku, sayang. bukan aku!"
"Tapi kamu suka dan senang sekali kan didekati mereka, sana pergi dan ajak mereka saja untuk bercinta." ucap Vella melipat tangannya kedada berdiri membelakangi Alex.
Alex tersenyum puas setelah mengetahui isi hati Vella, dia kembali menarik tubuh Vella lalu memeluknya dari arah belakang. menyandarkan dagu dibahu Vella menciumi nya dengan lembut penuh perasaan yang mengalir indah menghangatkan dada.
"Kamu, sudah berani ya sekarang!"
Ke-dua tangan Alex memutar tubuh Vella, sehingga posisi mereka saling berhadapan.
"Vella, tatap aku. katakan dengan jujur isi hatimu sebenarnya." pinta Alex saat mereka saling tatap, namun seketika Vella mengalihkan pandangannya kearah lain, rasanya begitu sulit untuk berterus-terang.
Alex kembali menarik dagu Vella, lalu mengarahkan padanya, agar tatapan mereka tetap bertemu, Alex ingin menyelami hati perempuan dihadapannya.
"Bagaimana perasaan mu padaku, apa kamu sudah benar-benar mencintai ku? sejak kapan rasa itu tumbuh dihatimu?" ucap Alex dengan penuh kelembutan, membuat Ravela terlena dan terbuai kemesraan.
"Sejak kamu mulai bersikap baik dan memperlakukan aku dengan penuh kelembutan, aku merasa dihargai dan dicintai. tapi...aku takut jika perasaan ku berlabuh ditempat yang salah. sehingga aku berusaha untuk membentengi diri dan menutup rapat cintaku padamu." ucap Vella menundukkan kepalanya dalam.
"Apa? kamu ingin berhenti mencintai ku? tidak Vella, aku ingin kamu mencintai ku sekarang dan untuk selamanya. aku tidak akan pernah melepaskan dirimu." ucap Alex.
"Aku hanya takut, apa yang aku pikirkan akan menjadi kenyataan." ucap Vella sendu.
"Ravela istriku sayang, dengar kan baik-baik. aku tidak akan pernah meninggalkan mu. tepis pikiran burukmu tentang ku, fokuslah pada pernikahan kita." ucap Alex mendekatkan bibirnya membuka mulut lalu mencium dalam Ravela disaksikan cahaya bulan dan bintang, serta deru ombak seakan menambah keromantisan suasana. Vella sudah terjebak dalam lubang yang dalam, dimana dia tidak akan mampu untuk menaiki nya lagi, lobang perasaan cintanya pada Alex.
__ADS_1
"Istri ku, terimakasih karena sudah mencintai ku." bisik Alex, namun bukan ucapan itu yang ingin didengar Ravela, tapi ucapan cinta tanpa paksaan yang mengalir dalam hati, dari satu perasaan yang sama dari bibir Alex.
***
Pagi hari ini, matahari bersinar sangat cerahnya. semua orang sudah mulai sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, tapi tidak dengan Ravela, gadis itu masih mengeliat pekan dibawah balutan selimut tebal yang menutupi tubuh polos nya, semalam Alex tidak mengajak nya pulang, melainkan bermalam disebuah hotel berbintang yang terletak di sebuah pulau.
Ravela tidak menemukan sosok Alex disebelah nya, perlahan Vella bangkit masih melilitkan selimut ditubuh nya, nampak Alex berdiri diteras balkon menghadap kearah danau menikmati sinar matahari pagi.
"Kamu sudah bangun?" tanya Alex tanpa mengalihkan perhatiannya pada keindahan alam dihadapannya.
"Eh iya, suamiku. aku ketiduran dan tidak sempat menemanimu sarapan." ucap Ravela.
"Tidak apa, bersihkan dirimu aku juga sudah meminta pelayan untuk menyiapkan baju ganti. kita akan sarapan bersama disini."
"Baiklah."
Ravela segera menuju kamar mandi, tidak lupa dia mengambil sebuah paper bag warna pink yang berisi baju ganti untuk nya.
Selesai mandi, Ravela mengenakan pakaian ganti yang sangat pas dengan bentuk tubuhnya. mengolesi wajah dengan bedak tipis, handbody untuk kaki dan tangannya, lalu sedikit farfum. setelah itu dia melangkah menghampiri Alex yang tersenyum lepas kerahnya, dimana diatas meja makan sudah tersedia beraneka macam makanan lezat penggugah selera.
"Ayo makan, kamu pasti sudah lapar kan?"
"Iya!"
Ravela duduk bersebelahan dengan Alex, memulai sarapan mereka dengan pemandangan alam yang sangat indah di sekelilingnya.
__ADS_1