
"Mirib bukan berarti dia ayah biologis nya Revan, bagaimanapun kita harus tetap waspada dan hati-hati. ingat Rosalina pernah hampir dibunuh!" ucap papa.
"Papa benar ma, kita tidak boleh mudah percaya pada orang baru dikenal." ucap Rose membenarkan ucapan sang ayah angkatnya.
"Suamiku, Rose. apakah kalian tidak terfikir jika ini suatu petunjuk dari Tuhan, sapa tahu selama ini dia mencari-cari keberdaan Rosalina, dan sangat menyayangi istri nya. namun karena Rosalina hilang ingatan jadi dia tidak bisa mengigat semua nya." ucap Camelia yang sangat yakin jika pria yang mereka temui tadi siang adalah laki-laki yang baik.
"Mama benar, karena feeling ku juga berkata seperti itu." jawab Rose menatap wajah tampan Evan anaknya.
***
Suasana pagi hari, dikantor yang dipimpin oleh Rosalina berbeda jauh dari biasanya. para karyawan berpakaian lebih rapi, dengan suasana ruangan yang bersih dan wangi.
__ADS_1
"Ayo semuannya harus berkumpul, karena sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa Presdir dari perusahaan besar, yang akan menanamkan investasi nya dengan jumlah besar di perusahaan kita." ucap Jack.
Tidak lama berselang, terdengar suara operator dari Walkie-talkie, yang memberitahukan jika tamu yang ditunggu-tunggu sudah datang. membuat semua karyawan, terutama yang perempuan menjadi sibuk dengan penampilannya agar terlihat lebih menarik dihadapan sang Presdir Alexander.
"Perfect !!!"
Semua mata tertuju pada sosok pria tampan, postur tubuh tinggi tegap berjalan menuju kearah mereka. Rosalina mempertajam penglihatannya, bayangan dan sosok yang seakan tidak asing lagi baginya. bahkan selalu muncul dalam mimpi. meskipun dia tidak bisa meningkat jelas.
Sudut tatapan pria itu memiliki aura yang begitu kuat. menyiratkan kerinduan yang begitu mendalam. apalagi melihat wanita yang selama ini dia cari-cari dan harapkan kehadirannya.
"Ravela, istri ku sayang!! ini benar-benar kamu." bathin Alex bergejolak. berharap jika dia tidak sedang berhalusinasi saja.
__ADS_1
"Tuan, kendalikan dirimu." bisik asisten Rey.
"Sangat tampan, dan penuh kharisma." gumam Erika tanpa sadar, yang merupakan sekretaris Rosalina.
Alexander menghentikan sejenak langkah kakinya, menatap sendu dan penuh rasa syukur wajah cantik yang tengah tersenyum manis menyambut kedatangannya.
"Selamat datang, diperusahaan kami tuan Alexander. suatu kehormatan bagi kami karena anda sudah berkenan berkunjung dan menanamkan investasi diperusahaan kecil kami ini." terdengar suara lembut Ravela yang menggetarkan jiwa Alex, namun dia bersikap seolah-olah tidak mengenali gadis itu.
"Ya, saya sangat senang berkunjung dan disambut bidadari secantik anda, nona." ucapan Alexander yang berani dan tiba-tiba membuat wajah Rosalina bersemu merah merona, sedangkan yang lain melonggo tidak percaya jika seorang Alex yang terkenal dengan sikap dingin dan cueknya terhadap wanita, tiba-tiba berubah seperti orang yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Acara penyambutan kedatangan Alex, diiringi dengan tepuk tangan yang meriah setelah perjanjian kerjasama ditanda tangani. namun tidak dengan Jack. ini merupakan pukulan besar untuk nya, tangannya terasa bergetar karena melihat Rosalina juga lebih tertarik melihat pesona ketampanan Alex, tanpa memandang dirinya.
__ADS_1
"Apakah nasibku akan terus seperti ini, selalu gagal setiap jatuh cinta pada perempuan yang benar-benar aku sukai dari hati. aku sudah bosan berpetualang dengan para wanita yang tidak jelas dan hanya menginginkan uang ku saja." Jack memaksakan senyuman nya yang gugup, ketika bertemu pandang dengan mata elang Alexander, seolah-olah Presdir tersebut mampu membaca isi hati Jack saat ini.