Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Foto pernikahan


__ADS_3

Vella mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, nampak foto pernikahan mereka terpajang di dinding utama, membuka lemari yang penuh pakaian mewah dan sangat pas dengan bentuk tubuhnya.


"Sayang, jangan paksakan untuk mengingat. biarkan semua mengalir karena aku yakin, sering berjalan waktu kamu akan ingat semua nya kembali." bisik Alex, melingkar kan kedua tangannya dipinggang Vella, mencium tengkuknya dengan penuh perasaan.


"Aku takut, akan mengecewakan kalian semua."


"Apa maksudmu, sayang?"


"Bagaimana jika seandainya ingatanku tidak kembali."


"Tidak masalah bagiku, kamu selamat dari tragedi itu sudah menjadi anugrah terindah bagi kami. jangan pikirkan apapun, yang penting kita menatap kebagian kita kedepannya. bahkan kita bisa memulai nya dari awal lagi." ucap Alex sambil mengeratkan pelukannya dari belakang.


***


"A...aku belum siap!"

__ADS_1


Vella berusaha melepaskan dirinya, ketika mulai merasa gelagat aneh Alex, dengan kedua tangannya yang tidak bisa dikondisikan lagi mengerayangi tubuh Ravela.


Sudah sangat lama aku menahan hasrat, merindukanmu sayang malam. please jangan tolak aku sayang."


Alex mencium dalam bibir Vella, agar istri nya tidak bersuara lagi. bahasa tubuh Vella sangat menikmati sentuhan Alex, mendapat lampu hijau, Alex pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Satu persatu pakaian Vella terlepas, begitu juga dengan nya. pria tampan yang sudah lama menahan hasrat kelelakian itu, merebahkan tubuh Vella, mencium dan memberikan beberapa tanda ditempat faforit nya, sehingga ******* tidak henti-henti keluar dari bibir Ravela.


"Aaaahhsss....!!"


Suasana rumah yang dulu nya sepi, kembali hangat setelah kehadiran Ravela. begitu juga dengan Alex, senyum tidak pernah luput dari bibirnya, apalagi percintaan panas penuh gairah mereka semalam, membuat senyum nya semakin melebar hingga hampir mencapai kupingnya sendiri.


"Alex, terimakasih karena sudah membuat Revan sangat bahagia." ucap Ravela sambil memperhatikan anaknya yang tengah sibuk dengan berbagai mainan baru.


"Mulai sekarang, kita berdua akan menjadi orang tua yang lengkap bagi Revan. aku akan selalu ada untuk kalian berdua." ucap Alex merangkul pinggang bidang istri.

__ADS_1


Keasyikan ngobrol-ngobrol pasangan ini tidak tahu jika dibelakang mereka sudah berdiri kembali para tamu yang tidak di undang, Elisa dan Jeremi, mama Arini, Kenzo dan Natali yang membawa serta anak mereka.


"Pasangan yang romantis he..he..." semua bertepuk tangan, mengagetkan Ravela dan Alex.


"Ravela, mama sangat merindukan mu, nak. atas nama kakakmu Sena, mama meminta maaf sebesar-besarnya nak." ucap Arini yang tidak mampu membendung air mata dan rasa bersalahnya, memeluk Ravela.


"Siapa Sena?"


"Tidak usah dipikirkan, yang penting kamu sudah tahu jika kami disini sangat menyayangi mu." ralat Arini yang tidak ingin mengungkit-ungkit masa lalu, karena khawatir membuat Ravela kesakitan.


"Ravela sahabatku, aku senang sekali akhirnya kamu kembali pulang. dulu kita seringkali menghabiskan waktu jalan-jalan ke Mall, bikin kue untuk suami kita masing-masing." ucap Elisa penuh semangat, sedangkan Ravela hanya bisa tersenyum menanggapi karena tidak bisa mengingat satupun.


Natali yang tengah hamil besar anak keduanya, juga menyampaikan betapa dia bahagia bertemu kembali dengan adik iparnya, mereka semua berkumpul dalam ruang keluarga, sedangkan Anak-anak Elisa dan Natali asyik bermain bersama Revan.


Revan yang selama ini sering kesepian, dengan mudah menerima kehadiran teman-teman barunya. sehingga mereka mudah akrab.

__ADS_1


__ADS_2