Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Berusaha menarik perhatian


__ADS_3

Selesai memimpin rapat, Alex segera bersiap untuk kembali pulang. namun salah seorang pemimpin cabang anak perusahaannya tiba-tiba muncul, Sintia tiba-tiba mengejar langkah Alex. gadis cantik itu yang selalu berpakaian seksi tersebut berusaha memberikan senyum terbaik nya.


"Tuan Alexander, tunggu."


"Ya, ada apa Sintia?" Alex yang tidak menyukai gelagat Sintia mendekati nya, berlagak cuek.


"Tuan Alex, maaf sebelumnya, jika aku minta waktu mu yang berharga. bolehkah kita berbicara empat mata mengenai produk baru perusahaan kita nantinya."


"Saya akan pikir kan dulu, hal ini bida kita bicarakan dan bahas bersama-sama dengan para kepala bagian produksi saat rapat besok, karena saat ini saya buru-buru pulang." jawab Alex melanjutkan langkahnya.


"Tapi tuan." jawab Sintia berusaha mengumpulkan nyali untuk berhadapan dengan Alex, refleks sebelah tangannya merangkul lengan Alex, menahan langkah pria itu.


"Kamu berani menahan ku?"


"Tidak... tidak, maafkan saya, tuan."


Sintia jadi kelagapan saat mata tajam Alex ingin menembus relung hatinya, dia sudah lama memendam rasa namun tidak mudah bagi nya untuk mendapatkan apalagi menarik perhatian Alex, yang selalu menunjukkan sikap dinginnya dan betapa bucin nya terhadap istri nya.


"Rencana ku selalu gagal, padahal aku rela menyerahkan diri ku secara cuma-cuma asalkan kamu bisa jatuh ke pelukan ku, Alex."


Sintia mengepalkan tangannya menahan rasa kesalnya, menatap kepergian Alex menuju lift khusus petinggi perusahaan.

__ADS_1


Sampai dirumah, Alex segera menuju kamarnya. dia tahu saat ini istrinya pasti sudah selesai mandi dan menunggu nya pulang kerja.


"Sayang, kamu cantik sekali!" puji Alex yang membuat Vella tersenyum, akir-akir ini Alex selalu menyenangkan hatinya.


"Apa saja yang kamu kerjakan dirumah?"


"Tidak banyak, tiduran saja jika bosan aku akan membuat kan kue untuk mu." jawab Vella, kemudian dia mengambil toples yang berisikan kue kering.


"Sayang, cobalah cookies hasil buatan ku."


"Wah enak banget, istri mu sangat pintar dalam memasak, apalagi dalam hal memanjakan selera suaminya." puji Alex.


"Bisa aja." Vella tersipu malu. dan kembali menyuapi kue kemulut Alex sehingga mengembung kepenuhan, melihat hal itu Vella tertawa lepas begitu juga dengan Alex.


"Ya."


Alex mendekap tubuh Vella kedalam pelukannya, wangi tubuh sang istri membuat rasa nyaman dihati nya. tiba-tiba rasa haru menyelimuti hati dan pikiran Alex.


"Sayang, terimakasih sudah hadir dalam hidupku. aku tidak hanya memiliki ragamu saja namun juga hatimu, semoga kita selalu bersama hingga maut memisahkan." bisik Alex, saat ini dia tidak ingin membahas tentang perempuan lain, yang hanya akan merusak suasana romantis mereka berdua.


"Ya suamiku, terimakasih juga sudah menerima semua kekurangan ku." jawab Vella.

__ADS_1


Alex mengecup bibir Vella yang begitu manis, Vella mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami agar ciuman mereka lebih dekat dan intens.


"Aaaww hati-hati."


Vella berteriak, saat Alex menggendongnya lalu merebahkan perlahan tubuhnya diranjang.


"Sayang, apa kita sudah bisa melakukan nya?"


"Bisa, tapi kamu harus hati-hati dan pelan-pelan."


"Tentu, sayang."


Percintaan panas pun tidak terelakan lagi, puas diatas ranjang Alex memopong tubuh Vella menunjuk kamar mandi. merekapun melanjutkan bercinta dengan berendam dalam bactub.


"Sayang, kamu selalu berhasil membuatku tergila-gila dengan tubuh indah mu ini." bisik Alex.


"Gendut gini dibilang indah."


"Bagiku kamu terlihat jauh lebih seksi dan menggairahkan. bahkan aku tidak pernah puas bercinta dengan mu. L Love You honey."


"I love you too my husband."

__ADS_1


Selesai mandi, Alex membantu memakai kan piyama tidur untuk Vella, lalu memakai pakaiannya sendiri. pasangan ini kembali segar setelah bercinta.


__ADS_2