Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Senam Hamil


__ADS_3

"Ravela!"


"Ravela, sayang kamu dimana?"


Suara bariton Alex memenuhi sudut ruangan utama, seorang pelayan wanita tergopoh-gopoh menghampiri nya.


"Ada apa tuan muda?"


"Mana istri ku?"


"Nona muda sedang ada diruangan kebugaran, melakukan senam ibu hamil ditemani instrukturnya." jawab pelayan.


Tanpa pikir panjang lagi Alex segera menuju ruangan yang biasanya dia gunakan untuk fitnes dan olahraga fisik lainya, Alexander langsung duduk santai di sofa sambil memperhatikan Ravela yang tengah mengikuti gerakan senam khusus ibu hamil.


"Suamiku, tumben kamu pulang cepat." sapa Vella.


"Ya, setelah pertemuan bisnis di restoran. aku langsung pulang saja." jawab Alex.


"Kalau begitu istrahat lah dulu, nanti setelah selesai senam aku akan menyusul mu ke kamar." jawab Vella melihat wajah lelah suaminya, namun Alex mengalihkan pandangan ke instruktur.

__ADS_1


"Apa gerakan yang kamu ajarkan pada istriku, aman bagi kandungannya?" tanya Alex.


"Gerakan ini aman sekali, tuan. selain membantu tubuh nona untuk tetap bugar, hal ini juga akan mempermudah nona Vella dalam proses persalinannya nanti." ucap instruktur menundukkan kepalanya, takut jika dia sudah melakukan kesalahan, meskipun apa yang dia ajarkan sudah sesuai prosedur yang dipelajari nya.


"Sayang, apa kamu sudah kelelahan?" tanya Alex memastikan begitu melihat sang istri mengeluarkan banyak keringat.


"Belum, suamiku. justru aku sangat menyukai senam ini."


"Baiklah, setelah selesai segera temui aku dikamar."


Alex segera bangkit menuju kamar, meskipun dia ingin sekali mandi berendam air hangat bersama Ravela, tentu hal itu lebih menyenangkan dibandingkan dengan senam hamil.


Instruktur perempuan yang terlihat masih sangat muda itupun langsung menarik nafas lega, begitu Alex keluar dari ruangan, sehingga dia bisa leluasa lagi mengajarkan Ravela gerakan lainya.


"Harap maklum dengan sikap suamiku ya, terkadang dia menang terlihat over. namun sebenarnya dia pria yang baik, hangat dan tentunya sangat memanjakan aku." ucap Vella tersenyum bahagia.


"Iya nona, aku ikut terbawa perasaan melihat kebahagiaan nona dan tuan." jawab instruktur.


Setelah selesai senam, Vella duduk sambil meluruskan kakinya, tidak lama pelayan masuk, sambil membawakan jus dan buah-buahan segar.

__ADS_1


"Silahkan diminum, jus buah anda nona."


"Terimakasih."


Dikamar Alex yang sudah selesai mandi, menyandarkan tubuh nya pada sisi ranjang. sambil memainkan ponsel. sesekali dia melirik kearah pintu berharap istri nya segera datang.


"Kamar tidur ini terasa sepi, jika tidak ada Ravela." gumam Alex. ketika mendengar langkah kaki mendekat Alex segera berpura-pura tidur, dia sangat yakin jika yang datang adalah istri nya.


Ceklek


Begitu membuka pintu, Vella yang semula begitu bersemangat ingin menyapa suaminya langsung terdiam, dia berjalan pelan menuju kamar mandi agar tidak mengaggu tidur sang suami yang kelelahan pulang kerja.


Vella langsung mandi, menyirami tubuhnya yang penuh keringat dengan butiran-butiran air yang menyerupai hujan, terasa sejuk dan dingin menyentuh kulitnya. setelah selesai Vella keluar, baru beberapa langkah tangannya langsung ditarik Alex kedalam pelukannya, membuang asal handuk putih yang semula menutupi tubuh polos nya.


"Suamiku, apa yang kamu lakukan?"


Alex tidak menjawab, dia langsung mengeksplorasi tubuh sang istri yang terlihat sangat kencang, padat berisi. merebahkan nya diatas kasur. wajah Vella bersemu merah karena Alex sudah membuat nya mengeluarkan pelepasan pertama hanya dengan rabaan dan ciuman.


"Sayang, apa kamu sudah siap?" bisik Alex saat akan memulai penyatuan nya. dengan wajah merah merona Vella mengganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


__ADS_2