
Tubuh wanita cantik itu jatuh beberapa meter ke dasar jurang, hingga kepalanya terbentur pada sebuah batu besar dan mengeluarkan banyak darah, Vella terkapar pingsan seketika.
Suara jatuh mengagetkan sepasang suami-istri, yang tengah menikmati hari tua mereka dengan memancing ikan, dengan mengunakan speed boat.
"Sayang, kamu dengar tidak suara jatuh barusan?"
"Iya, seperti nya tidak jauh dari sini!" pria paruh baya itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah tebing dihadapannya.
"Coba kita pastikan kesana."
"Baiklah."
__ADS_1
Suami-istri itupun mulai menepikan speed boat mereka, kedua nya terlonjak kaget begitu melihat wanita hamil yang berlumuran darah di kepala dan pakaian nya.
"Kasihan sekali wanita ini, dia sedang hamil besar. suamiku, cepat kita harus memberikannya pertolongan segera, sepertinya dia masih bernafas."
"Baiklah, bantu aku untuk mengangkat nya."
"Hati-hati!"
Pasangan ini, membawa tubuh Vella yang tidak berdaya dan merebahkan nya dalam sebuah ruang khusus untuk mereka gunakan sebagai tempat istrahat, setelah itu speed boat mulai meninggalkan pulau dengan sejuta misteri, melaju kecepatan tinggi berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa seorang perempuan yang tidak mereka kenal.
"Tidak, tidak mungkin itu Ravela. istri ku tidak mungkin pergi begitu saja, aku yakin dia masih hidup dan kembali kesini mencariku." teriak Alex tidak terima. meskipun begitu pencarian Vella sudah dihentikan meskipun Alex meminta untuk terus dilanjutkan.
__ADS_1
"Maaf pak, kami tidak bisa melanjutkan pencarian karena korban sudah ditemukan," ucap mereka memberikan pengertian pada Alexander.
"Itu bukan Ravela, aku akan memberikan berapa pun itu. asalkan kalian berhasil menemukan istriku." bentak Alex, dia tidak mampu mengendalikan lagi emosi dan perasaan sedih karena kehilangan.
"Tuan, anda harus sabar dan ikhlas menerima kenyataan ini."
Pesan mereka, sebelum pergi meninggalkan Alex yang masih dengan pendiriannya. para Tim SAR mengerti kondisi Alex yang masih depresi berat, sehingga tidak bisa berfikir secara jernih dan tidak mau menerima kenyataan.
"Sudahlah, Alex. kita harus kuat dan ikhlas nak. percayalah pada mami, semua pasti akan baik-baik saja." bujuk Melinda yang kehabisan akal untuk membujuk Alex.
"Tidak mi, saat ini Vella pasti membutuhkan aku. aku merasakan sendiri mi, bagaimana Vella ketakutan dan berjuang seorang diri. untuk bayi kami yang mungkin sudah terlahir ke dunia." ucap Alex.
__ADS_1
Mami Melinda terdiam pasrah, usahanya untuk membujuk dan membawa Alex kembali pulang kembali gagal. anak kesayangannya masih bersikeras untuk tetap bertahan sampai Ravela benar-benar ditemukan. mau tidak mau maminya terpaksa menemani Alex tinggal ditempat itu, sampai masuk bulan ketiga. namun yang ditunggu-tunggu tidak pernah kembali.
"Alexander, anakku. mau sampai kapan kamu akan larut dalam kesedihan ini, nak. bukan kamu saja yang hancur. tapi mami, Kenzo dan semua orang yang menyayangi mu dan Vella, tapi kita harus bagaimana lagi, selain ikhlas dan sabar nak hick...hick." ucap Melinda, Alex mengabaikan ucap sang mami, dia larut dengan pikiran nya sendiri sambil memeluk foto sang istri tercinta, yang tersenyum bahagia disaat-saat terakhir kebersamaan mereka yang indah.