Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kondisi Opa


__ADS_3

Semenjak kejadian tidak mengenakan di rumahnya, Alex memperketat penjagaan. dia tidak ingin kenyamanan hidupnya bersama Ravela terusik lagi, dengan kedatangan tamu-tamu yang tidak diinginkan seperti Natali, Sena dan mama Arini.


Hari ini, Alex sengaja mengajak Ravela ikut dengan nya kekantor. menunjukkan jika Alex tidak bisa hidup dan jauh dari Vella, gadis itu tidak menolak dan terus mengikuti langkah Alex dari belakang, dia merasa risih karena semua mata seakan tertuju pada dirinya seorang.


Sampai didalam ruangan, Alex langsung menuju meja kerja lalu menyalakan laptop. sedangkan Vella duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Tidak lama, seorang OG masuk membawakan makanan dan minuman segar untuk Ravela.


"Silahkan diminum, nona muda."


"Terimakasih."


Vella meneguk minuman tersebut, membuat tenggorakan nya terasa lebih segar. Alex melirik kearahnya seraya memberi kode dengan tangannya, meminta Vella untuk mendekat.


"Ada apa, suamiku?"


"Mendekat lah."


Alex menarik sebelah tangan Ravela lalu mendudukkan diatas pangkuannya. kedua tangan kekar itu melingkar di pinggang Vella dengan eratnya.


"Suamiku, ini kantor. bagaimana kalau tiba-tiba ada yang masuk lalu melihat kita dengan posisi seperti ini?" ucap Vella melirik kearah pintu.


"Tidak akan ada yang berani masuk, tanpa izin ku." balas Alex, sedangkan bibir dan tangannya mulai menjalar menelusuri bibir dan leher Ravela.


"Sudah, ini menggelikan."


Vella berusaha menepis tangan Alex yang masuk kedalam pakaian nya, memainkan dua bukit kembar milik Vella yang memiliki ukuran yang begitu memuaskan bagi Alex.

__ADS_1


Alex semakin gemas melihatnya, memeluk Vella layaknya guling. menciumi wajah dan leher lalu meninggalkan warna kemerahan kulit putih bersih nyaris tanpa noda.


"Aaaahh..."


Ravela mendesah lembut seraya menahan geli dari sensasi yang ditimbulkan Alex, kedua tangannya dikalungkan ke leher pria itu, karena takut jatuh. saat Alex mengendong dirinya memasuki sebuah ruangan khusus yang sering digunakan Alex untuk tempat istrahat. Alex membaringkan Vella dengan perlahan sesuatu yang hampir meledak dibawah nya tidak sabaran untuk segera disalurkan lagi.


***


Di salah satu Muntions mewah nya di Amerika, tuan Jean memencet tombol yang langsung terhubung dengan anak perempuannya, Melinda. seraya terus memegang dadanya nya dan bagian pinggang yang terasa begitu nyeri dan sangat sakit.


"Siapapun, tolong aku!" rintih Jean kesakitan.


Melinda dan dan perawatan jaga langsung berlari menuju kamar perawatan sang ayah, begitu mendengar suara seseorang jatuh dari atas ranjang.


"Papa...! kenapa bisa seperti ini? apa penyakit mu kembali kambuh?"


Melinda cemas melihat sang ayah terbaring lemah dilantai, karena sebelumnya kondisi sang ayah sudah menunjukkan perubahan baik. dengan suara bergetar dia membantu untuk memperbaiki posisi tidur sang ayahanda seperti semula, sedangkan perawat langsung menghubungi Dokter pribadi.


Melinda terus mencoba memanggil dan mengusap wajahnya cemas. karena tidak mendapatkan jawaban dari Tuan Jean, sehingga langsung diputuskan untuk dibawa kerumah sakit untuk ditangani dengan segera.


Melinda berdiri memperhatikan wajah ayahnya yang tidak berdaya, dia merasa kasihan dan berjanji akan mewujudkan keinginan sang ayah apapun itu, termasuk menerima dengan ikhlas kehadiran Ravela sebagai menantu nya.


"Kondisi papa semakin parah, aku harus menghubungi Alex." ucap Melinda menghubungi anak semata wayangnya.


"Zzzrrrdd.... Zzzrrrdd... Zzzrrrdd."


Alex yang tengah memulai percintaan panasnya bersama Ravela, menghentikan sejenak aktivitas nikmat mereka, mengingat hanya panggilan tertentu dan bersifat penting saja yang bisa masuk ke ponselnya, selebihnya akan ditangani oleh sang asisten Rey.

__ADS_1


"Panggilan dari mami! pasti terjadi sesuatu pada opa?"


Alex bangkit, lalu menggeser tombol hijau diponsel nya, ada rasa cemas dan khawatir karena tidak biasanya mami menghubungi disaat jam kerja.


"Hallo mi, ada apa mami?"


"Kondisi opa semakin menurun Alex, sekarang dia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit pusat. kamu segera lah menyusul kesini." ucap mami Melinda sambil mengusap air matanya.


"Kondisi opa menurun lagi?" Alex panik kelimpungan.


"Iya nak, padahal kemaren baik-baik saja."


"Baiklah mi, Alex akan segera menyusul kesana. dengan penerbangan khusus hari ini." ucap Alex panik.


"Alex, sebaiknya kamu ajak Ravela sekalian. semoga dengan kehadirannya ikut mengunjungi opa. maka kondisi opa akan semakin membaik." pinta mami.


"Tentu mi."


Setelah menutup telpon, Alex segera melirik kearah Ravela. keinginannya untuk bercinta telah hilang mengingat rasa cemas akan kesehatan opa jauh lebih penting.


"Vella, kita harus segera pulang untuk bersiap-siap pergi." ajak Alex.


"Kita mau kemana, suamiku!"


"Kondisi kesehatan opa mengalami penurunan, kita harus ke Amerika hari ini. kamu setuju kan aku ajak ikut serta."


"Tentu suamiku, meskipun ini adalah pertama kalinya aku berpergian jauh ke luar negeri." ucap Vella dengan rasa penasaran bagaimana bentuk kehidupan di luar negeri yang sesungguhnya, karena Vella selama ini hanya menyaksikan melalui medsos dan televisi saja.

__ADS_1


Vella sangat menikmati perjalanan jauh yang ditempuh nya, udara diatas ketinggian membuatnya tiba-tiba merasa ngantuk dan kedinginan. Alex menarik tubuh Vella dalam pelukannya hingga dia benar-benar tertidur pulas dengan nyaman nya.


"Kamu terlihat lucu, imut dan menggemaskan." bisik Alex menciumi kedua pipi Vella, seketika membuat perasaan nya kembali hangat.


__ADS_2