Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Sensasi pijatan


__ADS_3

"Pagi mami."


"Pagi juga Anak-anakku."


Mereka menikmati sarapan dengan diam, setelah melihat suasana hati Alex yang terlihat membaik. mami mulai menyampaikan keinginannya.


"Alex, kemaren mami sempat konsultasi dengan dokter kandungan. dia mengatakan jika mood Ravela harus bagus, gembira dan tentunya tidak terkekang. karena mood yang baik bisa mempercepat proses kehamilan." ucap mami seraya tersenyum melirik kearah Ravela.


"Apakah usahaku setiap malam, belum cukup untuk mempercepat proses kehamilan?" ucap Alex membuat Vella tertunduk malu.


"Tidak Alex! percayalah pada mami."


"Oke, tapi mami harus berjanji untuk tidak menjadikan Vella sebagai model." ulang Alex.


"Dasar anak nakal, mana mungkin mami melakukan hal itu pada menantu kesayangan mami sendiri." ucap Melinda yang membuat Alex bisa bernafas lega kembali.


"Tapi jika kamu coba-coba menyakiti Vella lagi, awas kamu Alex. mami akan buat kamu menyesal. jika perlu mami akan mengajak Ravela pergi jauh meninggalkan mu." ancam mami.


"Tidak akan mi, mulai sekarang, mami bebas pergi jalan-jalan sesuka hati bersama Vella." ucap Alex sebelum melangkah pergi menuju kantor.


"Terimakasih, suamiku."


Setelah kepergian Alex, Melinda dan Vella tos bareng. usaha mereka berhasil meluluhkan keras nya seorang Alexander.


"Vella, hari ini mami akan mengajakmu bersenang-senang seharian. bagaimana jika kita pergi ke tempat spa terlebih dahulu?" tawar Melinda.


"Setuju banget mi, pasti sangat menyenangkan."

__ADS_1


Vella terlihat antusias, seraya membayangkan dipijat dan berendam dengan air hangat. yang ditaburi kelopak bunga mawar, dengan aromaterapi yang menenangkan sudah lama dia ingin memanjakan diri nya ketempat tersebut.


"Ayo kita berangkat, Vella apa kamu sudah bisa nyetir mobil?"


"Sudah mi."


"Hari ini kamu yang bawa mobil, kita pergi berdua saja. kalau pakai sopir lebih merepotkan nantinya." ucap Melinda memberikan kunci mobilnya ketangan Vella.


Mobil meluncur menuju tempat spa favorit Melinda, begitu sampai mereka disambut ramah dan dilayani dengan sangat baik. sebagai servis pelayanan jasa yang mereka berikan pada pelanggan.


Vella mengikuti langkah sang mami mertua, memasuki sebuah ruangan khusus yang memberikan kenyamanan saat baru memasuki nya. setelah berganti pakaian, Vella berbaring dia sudah tidak sabar menikmati sensasi pijatan dari tenaga profesional.


"Selamat bersenang-senang Vella."


"Thanks mami."


Perlahan Vella memejamkan mata, saat tangan lembut mulai memijat bagian tubuhnya. menikmati sentuhan tersebut yang membebaskan dirinya dari kepenatan, termasuk beban pikiran dan semua permasalahan nya.


Ditempat kerja, Alex tiba-tiba teringat sang istri. dia mencoba menghubungi namun tidak diangkat, setelah itu Alex juga mengirimkan pesan singkat. tidak mendapatkan balasan ataupun tanda jika pesannya sudah terbaca.


"Baru sehari jalan-jalan bareng mami, mulai deh mengabaikan ku." umpat Alex, lalu melacak keberadaan Vella dan sang mami, yang akhirnya membuat Alex tersenyum lega.


"Ternyata mereka pergi ketempat spa, bersenang-senanglah hari ini istri ku. jangan lupa untuk menyiapkan tenaga mu untukku nanti malam." gumam Alex dan melanjutkan kembali pekerjaanya yang sempat tertunda.


***


"Ravela, bagun nak."

__ADS_1


Melinda menguncang lembut bahu menantunya, saat melihat Vella yang masih terbaring setelah sesi pemijatan nya selesai.


Vella membuka mata, sambil mengerjap kan pelan mata untuk mengumpulkan kesadarannya.


"Maaf mi, Vella ketiduran."


"Nggak papa, bagaimana rasanya setelah dipijit?"


"Tubuh ku lebih ringan dan segar lagi, mi. meskipun aku tidak bisa menikmati sensasi dipijat secara langsung karena ketiduran He...hee..."


"Lain kali kita akan kesini lagi, atau ketempat yang lebih kamu suka. yang penting kamu nyaman."


"Ya, mi."


"Aku ketiduran karena bayangan Alex terus menganggu ku, apakah aku sudah jatuh cinta pada pria yang sudah menjadi suamiku, atau malah sebaliknya. Alex yang jatuh cinta padaku... ahhhh, aku pusing memikirkan tentang perasaan kami berdua." bathin Vella, melamun sesaat.


"Ayo Ravela."


Melinda mengandeng tangan menantu nya, mereka menuju sebuah restoran Indonesia. sebagai pengobat rasa rindu pada tanah air tercinta. Vella dan Melinda memilih selera makan yang sama, tanpa peduli bentuk tubuh mereka yang indah akan ditumbuhi lemak. meskipun usianya yang sudah tidak muda, namun Melinda masih terlihat segar bugar layaknya seorang kakak bagi Vella bukanya mertua.


"Vella, mami harap kamu bisa lebih sabar lagi menghadapi sikap Alex. dalam sebuah hubungan suami-istri istri menjaga kepercayaan, kehormatan dan ke jujuran masing-masing sangat lah penting. abaikan orang-orang yang ingin merusak kebahagiaan kalian berdua. karena hidup itu kita yang menjalani bukan orang lain." pesan Melinda.


"Iya mami."


"Vella, habis ini kamu ingin kemana?"


"Tidak ada lagi mi."

__ADS_1


"Oke, kalau gitu kita langsung pulang dan istrahat saja."


Setelah sampai dirumah, Vella dan Melinda berpisah menuju kamar mereka masing-masing untuk istrahat. Vella mengganti pakaian santai, merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.


__ADS_2