Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Diikuti


__ADS_3

Siang ini, Ravela ingin pergi kekantor suaminya, untuk mengantarkan makan siang sekaligus kue hasil buatan nya bersama Elisa barusan.


Pandangan Vella tertuju pada luar jendela mobil, memperhatikan jalanan yang padat dengan lalu lalang kendaraan yang melintas, beberapa orang penjaja makanan, pengemis dan para pengamen jalanan, semua terlihat sibuk dengan aktivitas kehidupan masing-masing yang hampir setiap hari dijumpai lampu merah.


"Pak, bawa mobilnya hati-hati ya." ucap Vella pada sopir pribadinya, entah kenapa perasaan nya mulai gelisah dan mendadak tidak enak. sesekali melirik ke arah belakang, merasa ada mobil yang terus mengikuti mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Siapa mereka, kenapa terus mengikuti mobil ku?" bathin Vella.


"Pak, kita diikuti mobil tidak dikenal. mereka sepertinya membawa senjata berbahaya." ucap Vella panik ketika matanya menangkap sinyal berbahaya.


"I..iiya non, kita harus hati-hati dan segera menghindar dari kejaran mereka." sang sopir yang ikutan panik, mempercepat laju kendaraannya hingga sampai ditempat yang agak sepi mereka lebih leluasa untuk mengejar.


"Tuhan, tolong selamatkan kami."


Vella menghubungi no ponsel Alex, namun tidak mendapat jawaban. karena saat itu Alex masih memimpin rapat besar. sedangkan ponselnya sengaja ditinggalkan diruangan kerja.

__ADS_1


Vella melirik melalui kaca spion mobil, mereka masih diikuti dengan jarak yang semakin dekat. mobil berwarna hitam itu mulai memepet, sehingga sang sopir pun langsung banting stir kearah samping. sehingga kecelakaan tidak dapat terelakkan lagi, mobil yang ditumpangi Vella menabrak pembatas jalan. hingga terguling dan terbaik dari jalur yang semestinya.


"Toloooong.... tolong, siapapun tolong selamat aku dan bayiku." ucap Vella lirih, seiring dengan kesadarannya yang hilang. Vella pingsan dengan posisi terbalik, sedangkan kondisi sopir pribadinya jauh lebih mengenaskan.


Mobil hitam yang barusan memepet langsung melarikan diri, mereka tersenyum senang karena berhasil menjalankan tugas dengan bayaran yang fantastis.


"Hallo bos, kami sudah berhasil mencelakai perempuan itu. kami jamin dia tidak bakal bisa selamat."


"Bagus, cepat pergi jangan sampai meninggalkan barang bukti sedikit pun."


Asap mulai mengepul disekitar mobil, sementara orang-orang mulai berdatangan untuk memberikan bantuan pada Ravela, dengan memecahkan kaca mobil.


Alex yang baru saja selesai rapat, segera masuk kedalam ruangan kerjanya. dia yakin Vella pasti sudah menunggunya untuk makan siang berdua. begitu membuka pintu, Alex tidak melihat keberadaan sang istri. diapun mengambil ponselnya diatas meja, terlihat begitu banyak panggilan masuk dari istrinya. rasa panik dan cemas membuat Alex melakukan panggilan, tapi tidak diangkat. setelah beberapa kali mengulangi panggilan terdengar suara pria asing.


"Hallo ini siapa, mana istri ku?" tanya Alex penasaran.

__ADS_1


"Istri anda mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur delapan, dan kami tengah berusaha untuk memberikan pertolongan karena mobil nya dalam posisi terbalik." ucap suara diseberang sana.


DEGH!!!


Dunia Alex seakan terhenti seketika, namun dia berusaha untuk menguasai kesadarannya.


"Pak, tolong selamatkan istri ku secepatnya. saya akan segera menyusul kesana." ucap Alex dan langsung menyambar kunci mobilnya.


Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang, tidak lama pihak kepolisian kembali menghubungi Alex, memberitahukan jika Vella sudah dibawa kerumah sakit terdekat dengan mengunakan ambulance.


Alexander yang baru sampai ditempat kecelakaan, langsung memutar arah mobilnya menuju rumah sakit. jantung berdetak kencang dan kecemasannya semakin menjadi begitu melihat kondisi mobil baru Vella yang terbakar, bahkan tim pemadam masih bekerja dan berusaha untuk meredakan api.


"Tuhan, selamat kan anak dan istri ku."


Sampai dirumah sakit, Vella langsung mendapatkan penanganan. dengan nafas yang memburu Alex. segera sampai di depan ruang Vella ditangani.

__ADS_1


__ADS_2