Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Suasana hati yang tenang


__ADS_3

"Istri ku, jangan lupa untuk meminum obat dan vitamin mu secara teratur ya. kamu harus tetap sehat dan kuat selama proses kehamilan ini. aku tidak ingin kamu kenapa-napa, apapun yang terjadi ingat aku yang selalu menyayangi dan mencintai mu." ucap Alex yang menyempatkan diri untuk menghubungi Vella, ditengah-tengah kesibukannya yang menumpuk.


"Tentu suamiku, kamu juga harus jaga kesehatan dan jangan terlalu memforsir tenaga dalam bekerja." pesan Ravela sebelum menutup panggilan mereka berdua.


"Kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak begini, seolah-olah kata-kata yang terucap dari Alex barusan seakan menjadi petanda jika kami akan berpisah. Tuhan tolong singkirkan perasaan resah gelisah dari hati dan pikiran ku saat ini." doa Ravela.


"Sayang, kenapa kamu menghubungi ku kembali. ada apa?" ucap Alex menghentikan sejenak pekerjaan nya.


"Suamiku, begitu pekerjaan mu selesai segera lah pulang. aku merindukanmu." ucap Vella sendu.


"Tentu sayangku, kamu istrahat ya dan jangan berfikir yang macam-macam. I love you honey."


"I Love You Too My Husband."


Setelah meminum obat dan vitamin nya, Ravela segera menuju kamar tidur untuk istrahat. baru beberapa detik memejamkan matanya, rasa takut dan gelisah kembali menghantui nya. seperti ada sesuatu yang mengganjal sehingga dadanya tiba-tiba sesak ingin menagis, Vella merutuki perasaanya sendiri berusaha untuk memperbanyak beristighfar agar kembali tenang.

__ADS_1


Akir pekan ini, Alex ingin menghabiskan waktu berduaan dengan istri tercinta karena keseringan dirumah, apalagi dia sangat memahami istrinya yang akan melahirkan dan butuh suasana hati yang tenang dan bahagia. sehingga pria tampan itu berinisiatif untuk mengajak sang istri pergi berlibur ketempat yang dia inginkan dan masih dalam kota.


"Sayang aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, berhubung akir-akir ini aku begitu sibuk, anggap saja ini sebagai penebus waktu ku yang terbuang, karena lebih banyak diluaran. bagaimanapun juga wanita hamil itu juga butuh liburan agar tidak jenuh dan mudah bosan." ucap Alex memeluk tubuh Vella dan menciuminya sehingga wanita hamil itu mengeliat kegelian karena aksinya.


"Udah, geli tahu." Vella mencoba melepaskan dirinya dari pelukan suaminya.


"Sayang, coba perhatikan danau yang indah ini, kamu juga bisa menikmati matahari terbit dan terbenam nantinya." melalui villa tempat kita menginap. yang dikelilingi beberapa pulau kecil yang memiliki eksotisme tersendiri.


"Suamiku, sudah sejak lama aku pengen melihat penyu bertelur secara langsung, seperti yang dijelaskan di brosur ini." ucap Vella sambil menahan geli dan tawa nya melihat ekspresi suaminya Alexander.


"Mulai deh otak mesum nya, jadi kapan kita berangkat kesana." Ravela mencubit lengan suaminya.


"Sore ini, karena letaknya juga tidak terlalu jauh. palingan satu setengah jam perjalanan kita akan sampai di sana."


"Kenapa begitu mendadak?" Ravela menautkan kedua alisnya, sehingga terlihat sangat imut dan manis di mata Alexander.

__ADS_1


"Ya, karena aku sudah tidak sabar lagi menikmati liburan berduaan dengan ku sayang sebelum kamu melahirkan anak pertama kita." kembali memeluk Ravela seakan tidak ingin dipisahkan dari istri cantik nya itu.


"Sayang, aku bersiap-siap dulu ya."


"Tidak perlu, karena asisten Rani sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan begitu baik dan rapi, sehingga kamu tidak perlu repot-repot lagi." jawab Alex.


Siang menjelang sore, pasangan ini meninggalkan rumah. perasaan keduanya terlihat bahagia, senyum tidak lepas dari bibir mungil Ravela, dia terlihat antusias menikmati keindahan pemandangan disepanjang perjalanan, menuju kesebuah Villa yang sangat mewah.


Senyum ramah, dari para pelayan villa yang menyambut kedatangan para tamu istimewa sambil melingkar kan karangan Bunga dileher kedua pasangan ini, disekitar Villa terhampar pemandangan luas pulau-pulau kecil yang saling terhubung satu sama lainnya.


"Sayang, aku sangat bahagia bisa sampai ketempat yang begitu indah ini. aku seperti bermimpi." Ravela merentangkan kedua tangannya saat berdiri di balkon, menikmati hembusan angin yang berhembus sejuk menyentuh kulitnya yang putih bersih, dengan rambut tergerai bebas.


"Sayang, apa kamu menyukai tempat dan suasana ini?"


"Sangat, terimakasih suamiku. karena telah menunjukkan surga Dunia yang begitu indah ini padaku."

__ADS_1


__ADS_2