Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Berita pernikahan Natali


__ADS_3

Selama perjalanan mengunakan helikopter, Vella lebih banyak tidur. hormon kehamilan membuatnya lebih sensitif mudah ngantuk dan lapar, Vella melampiaskan dengan mengkonsumsi banyak buah-buahan segar, agar tubuh nya tetap bugar dan sehat.


"Tidurlah dengan lelap sayang, aku akan selalu ada untuk mu." bisik Alex, merangkul Vella dalam dekapan hangatnya.


"Suamiku, aku sangat nyaman bersandar di dada mu."


"Lakukanlah, sayang."


Alex menatap wajah ayu yang terlihat sangat tenang sambil tersenyum, memperbaiki selimut hingga batas dada, tidak butuh waktu lama dengkuran halus sudah keluar dari sudut bibir Vella dengan deru nafas nya yang teratur.


Alex tidak bisa memejamkan matanya, iseng dia membuka sebuah surat kabar yang memberitakan pernikahan seorang model cantik yang bernama Natali. ada rasa yang sulit diartikan yang membuat Alex akhirnya mengukir sebuah senyuman dan doa tulus berharap berita itu benar-benar terjadi dan bukan sekedar Hosk.

__ADS_1


"Natali, semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu. lupakan semua tentang kita, mari sama-sama kita menghadang masa depan dengan pasangan masing-masing." bathin Alex, seketika lamunan nya buyar, sebuah tangan mungil melingkar dipinggang nya.


Alex membalas pelukan Vella tidak kalah hangat nya, dia merasa bahagia dengan berita pernikahan Natali. paling tidak, sudah tidak ada lagi wanita yang berusaha mengejar-ngejar nya dengan masa lalu yang sudah lama Alex kubur dalam-dalam.


Ketika pesawat diatas ketinggian tertentu, membuat udara terasa semakin dingin. sehingga Alex lebih mengeratkan pelukannya meskipun matanya tidak mengantuk sama sekali.


"Tuan muda, apa Anda menginginkan sesuatu? semacam kopi atau makanan?" tanya seorang pramugari mendekati Alex.


***


Dikediaman Kenzo, aura mencekam semakin terasa. Natali merasa dunia tempat nya berpijak seakan hancur seiring dengan langkah kaki Natali semakin pelan, tubuhnya melemah dan kaki yang terus bergetar seperti hilang tenaga. pikirannya sudah melayang kemana-mana membayangkan bagaimana perlakuan kasar Kenzo saat diatas ranjang, Natali merasa tidak lebih sebagai budak pemuas nafsu, namun dia juga tidak berdaya untuk melawan, karena Kenzo selalu mengancam keluarga nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu lambat sekali Natali, apa kamu ingin main-main dengan ku?" ucap Kenzo menyeringai sinis begitu Natali sampai di kamar nya, seketika pintu terkunci otomatis, membuat Natali makin ketakutan diantara rasa bencinya terhadap Kenzo.


"Kenzo, apa salahku padamu. tolong bebaskan aku Kenzo, aku berjanji akan melunasi hutang-hutang papaku. asalkan kamu mau melepaskan aku untuk pergi dari rumahmu ini." ucap Natali terisak-isak.


"Jangan buang-buang air mata mu dihadapan ku, karena itu percuma Natali. aku sudah memilih mu untuk menjadi istri mu, artinya aku tidak akan pernah melepaskan dirimu hingga aku puas dan bosan." Kenzo berjalan semakin mendekati Natali yang terus mundur kebelakang, hingga tubuh mungil nya tertahan dinding ruangan.


"Patuh dan menurut lah, jika kamu ingin tetap selamat, atau kamu bisa pilih perusahaan ayahmu yang akan aku hancur kan terlebih dahulu atau kedua orang tua mu secara langsung?" ucap Kenzo disela ancamannya.


"Aku tidak akan pernah bisa memilih, karena mereka semua begitu berarti bagiku. lakukanlah apa yang kamu inginkan padaku, aku sudah siap." ucap Natali.


"Tentu, aku ingin kamu memuaskan aku malam ini."

__ADS_1


Natali pasrah karena hanya ini pilihan terbaik untuk keselamatannya dan keluarga, tangan kanan Kenzo menarik pengait lingerie seksi yang dikenakan nya, membuang asal benda tersebut.


__ADS_2