Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kamu tidak butuh cintaku


__ADS_3

"Kak Revan, ngak sarapan dulu?" tanya Anabella seraya menata hatinya setiap menghadapi sifat dingin yang ditujukan Revan padanya.


"Nggak, aku sarapan di kantor saja." ucap Revan ketus lalu pergi begitu saja, dia lebih senang sarapan makanan yang diantarkan oleh Vivian sang pujaan hatinya.


"Aku bantu bawain tasnya ya kak."


"Please Anabella, jangan sok manis seperti ini dihadapanku. dasar memuakkan!" Revan sangat kesal, karena sejauh ini dia masih penasaran dan belum juga berhasil melihat wajah dibalik cadar tersebut.


"Maafkan aku, kak Revan. karena pernikahan kita ini sudah membuatmu merasa tertekan." bathin Anabella menatap nanar punggung Revan yang semakin menjauh menuju mobilnya, mengabaikan Anabella yang masih berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik. Revan juga tidak memberikannya kesempatan untuk salim mencium punggung tangannya, seakan jijik jika mereka bersentuhan meskipun sudah sah sebagai suami-istri.


Bersuami tapi perawan mungkin kata-kata itu cocok untuk seorang Anabella, karena mereka tidur dikamar masing-masing. sejauh ini Anabella masih berusaha sabar.


"Apa aku harus berpenampilan seperti Vivian jika sedang dirumah, agar kak Revan bisa tertarik melihatku. aaaagghhh.... tidak! aku belum siap, belum waktunya aku membuka cadar dan memperlihatkan tubuhku meskipun dihadapan suamiku. aku harus sabar menantikannya benar-benar mencintaiku dengan tulus tanpa memandang ini dan itu, biarkan semuanya mengalir bagaikan air."


Anabella mengisi bactub dengan penuh air, berendam dengan aromaterapi membuat pikirannya yang kalut kembali rilex.


Tanpa terasa, sudah hampir satu bulan pernikahan tanpa cinta mereka jalani. dan seperti biasanya juga Revan selalu menunjukkan sikap dingin dan irit bicaranya, Anabel melantukan lagu dari artis favoritnya Agnes Monica sebagai ungkapan suasana hatinya.


Pernahkah kau bicara tapi tak didengar


Tak dianggap sama sekali


Pernahkah kau tak salah tapi disalahkan


Tak diberi kesempatan

__ADS_1


Ku hidup dengan siapa


Ku tak tahu kau siapa


Kau kekasihku tapi orang lain bagiku


Kau dengan dirimu saja


Kau dengan duniamu saja


Teruskanlah teruskanlah


Kau begitu


Kau tak butuh diriku


Cintaku bukan kebutuhanmu


Tanpa sadar, air mata Anabella menetes saat mengucapkan bait-bait lagi tersebut. karena sangat sesuai dengan apa yang tengah dialaminya.


Sorenya, setelah pulang kerja Revan duduk santai di sofa, dia terlihat asyik dengan ponsel di tangannya.


"Kak Revan, sore ini ada undangan untukku menghadiri sebuah acara relasi bisnis Daddy dulunya." meskipun sudah tahu akan dicuekin, Anabella tetap memberitahukan ataupun meminta izin pada Revan terlebih dahulu.


"Mmmmhh, terserah kamu." melangkah cuek meninggalkan Anabella.

__ADS_1


"Padahal aku sangat berharap kamu bersedia menemaniku, kak. meskipun harapanku ini mustahil terwujud." batin Anabel yang akhirnya memilih pergi seorang diri.


Suasana pesta berjalan cukup meriah, dihadiri berbagai kalangan pembisnis dan juga para model yang dipakai untuk promo produk perusahaan, tanpa sengaja mata Anabella melihat sosok Vivian juga hadir di acara tersebut.


"Malas rasanya bertemu dengan Vivian lagi, sebaik aku pulang saja." Anabella menghubungi sopir pribadinya agar segera menjemput, namun sial ban mobilnya mengalami kendala, sehingga Anabella terpaksa harus memesan taxi online agar bisa segera pulang.


"Hah kak Revan juga datang kesini, mungkinkah dia menjemputku? sadarlah Anabella.... jangan geer. Revan datang kesini pasti karena ada Vivian kekasih yang sangat dicintainya." bathin Vivian berusaha untuk tersenyum menguatkan hatinya begitu melihat Revan keluar dari mobilnya.


"Apa dia melangkah ke arahku? aku harus segera menghindar, sebelum ketahuan Vivian yang akan mentertawakan aku atas kemenangannya memiliki hati Revan sepenuhnya, meskipun dia sudah berstatus suamiku."


Terlambat bagi Anabel untuk menghindar, Revan melihat dirinya yang berjalan tergesa-gesa pergi meninggalkan pesta yang belum usai.


"Anabella!" panggil Revan dengan suara lantang.


"I...iya kak."


"Kenapa kamu menghindar, aku sudah capek-capek datang untuk menjemputmu." ucap Revan ketus.


"Apa menjemputku?" Mata Anabella berbinar-binar bahagia.


"Jangan senang dulu, aku menjemputmu karena disuruh mommy dan Daddy."


"Mommy Vella kenapa kak?" tanya Anabella kwuatir, takut terjadi sesuatu pada perempuan yang sudah dianggap seperti ibu kandung sendiri.


"Mommy baik-baik, hanya saja sekarang mereka tengah mengunjungi kita diapartemen. aku harap kamu bisa bersikap manis dan berpura-pura seolah-olah kita pasangan suami-istri yang harmonis dihadapan mereka nantinya."

__ADS_1


"Iya kak."


__ADS_2