
Mentari pagi bersinar sangat cerah, menembus tirai gorden sebuah kamar, dimana pasangan suami-isteri masih tertidur sambil berpelukan.
"Sayang, banguuun...apa kamu tidak ingin mandi dan berangkat kerja. lihatlah sudah jam delapan lewat. Rey pasti sudah menunggu mu dibawah."
"Aaaahh aku masih ingin tidur memeluk mu, biarkan saja Rey menunggu. karena itu sudah menjadi tugasnya." jawab Alex.
Dibawa sesekali Rey melirik kelantai dua, arah kamar tuan mudanya.
"Semenjak menikah tuan muda benar-benar berubah, biasanya sangat disiplin sekarang dia sering bekerja sesuka hati. membuat pekerjaan ku dan Rani terkadang menjadi dua kali lipat." gerutu Rey.
"Rey, harusnya kamu bersyukur, dengan begini gaji kita menjadi Double." balas Rani, mereka pun akhirnya tertawa bahagia.
Didalam kamar, Alex masih dengan sikap manja nya. dia akan mandi jika Ravela juga mandi. sehingga mau tidak mau Vella terpaksa ikut masuk kedalam kamar mandi, aroma pewangi langsung menyeruak.
"Sayang, ayo lepas pakaian mu, atau perlu aku bantu." tawar Alex.
"Aku bisa sendiri." Vella mulai melepas satu persatu pakaian nya, hingga tersisa dalaman, namun Alex tidak puas melihat nya sehingga dia pun melepas semua yang masih tersisa ditubuh Vella.
"Istri ku, semakin hari kamu terlihat semakin cantik. " puji Alex.
__ADS_1
"Cantik mananya? tubuh gendut begini." jawab Vella.
"Dimata ku kamu terlihat sangat seksi."
Wajah Vella memerah karena suami paling suka bicara dan meminta yang aneh-aneh tidak peduli itu pagi ataupun malam hari. Alex menyalakan kran air hangat, mereka akan berendam dan saling menyabuni.
"Sayang, naiklah. aku rasa airnya sudah cukup untuk menampung kita berdua."
Vella naik kedalam bactub, disusul Alex. menikmati aroma wangi bunga dan gembulan asap yang menenangkan. Alex tersenyum kedua tangannya mulai menggosok punggung Vella, setelah itu dia pun pindah pada posisi depan, sehingga mereka saling berhadapan.
Senyum mesum mulai terlihat dari ekspresi wajah Alex, tangannya mengelus lama bagian-bagian faforit nya sehingga tanpa sadar Ravela mendesah panjang.
"Tidak, hentikan!!!"
"Bibirmu memintaku untuk berhenti, tapi bahasa tubuh mu sangat menikmati dan meminta sesuatu yang lebih." bisik Alex mulai mendekatkan wajahnya, ******* bibir, keberadaan hingga bagian dada menikmati kayaknya seorang bayi. hingga percintaan seperti biasanya terulang lagi.
Setelah selesai mandi, pasangan ini mengenakan pakaian masing-masing, Alex dengan stelan kantor yang rapi, sedangkan Vella pakaian sederhana ala-ala ibu hamil dengan motif kupu-kupu kembang tak jadi, dia akan yang menghabiskan waktu dengan dirumah saja.
Alex berjongkok, meletakan kedua tangannya diperut Ravela. sambil mencium lembut perut tersebut.
__ADS_1
"Anakku, papi berangkat kerja dulu ya. jangan nakal dan buat mami susah ya!" bisik Alex berbicara pada perut Vella yang sudah membesar."
"Iya papi, semangat kerja ya." jawab Vela mewakili bayi dalam perutnya.
Seakan mengerti perkataan kedua orang tuanya, bayi dalam perut Vella bergerak aktif. tangan Alex mersakan tendangan bayinya, membuat dadanya menghangatkan dengan kebahagiaan yang semakin terasa sempurna.
"Sayang, kapan kamu kontrol kerumah sakit?"
"Jadwal nya masih dua hari lagi, suamiku."
"Baiklah, ingatkan aku jika aku lupa. aku akan meluangkan waktu untuk mengantarkan mu." jawab Alex.
"Aku senang sekali mendengarnya suamiku, tapi bagaimana dengan kesibukan mu?"
"Bagiku, kamu dan bayi kita adalah prioritas utama." ucap Alex berjalan menuju mobilnya, Vella mengantar sampai teras utama.
Kecupan selamat pagi dari Vella, mengantarkan Alex dengan semangat tinggi dan suasana hati yang sangat membaik menuju kantor perusahaan.
Vella melambaikan tangannya, memperhatikan mobil Alex sampai menghilang dari pandangan matanya. barulah Vella kembali masuk kedalam rumah besar.
__ADS_1