Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Tidak bisa menahan diri


__ADS_3

Alexander kembali menatap wajah sang istri, berusaha untuk menenangkan dirinya dari keinginan kuat untuk menarik tubuh Ravela kedalam pelukannya. menumpahkan rasa rindu setelah sekian lama berpisah.


Setelah acara selesai, Alex tidak bergeming dari tempat duduknya. bahkan dengan tegas dia meminta semua keluar secepatnya dari ruangan rapat, kecuali wanita yang tiba-tiba dipanggil nya dengan sebutan Ravela, yang membuat semua orang mendengar terkejut.


"Ravela? siapa dia?"


Semua bertanya-tanya tentang sosok Ravela, apakah dia orang yang sama dengan Rosalina. namun perintah tegas Alex membuat mereka lebih memilih keluar secepat mungkin dari ruangan rapat.


"Tuan, anda tidak bisa berbuat seenaknya diperusahaan saya. meskipun kita sudah terikat kerjasama." ucap Rosalina menundukkan kepalanya, tidak berani membalas tatapan mata Alex.


"Tatap mataku jika sedang berbicara." Alex mengangkat dagu Ravela, perlahan gadis itu mundur takut Alex akan berbuat macam-macam padanya, meskipun dia tidak dapat memungkiri jika wajah dan ketampanan yang dimiliki Alex sama persis dengan anaknya Revano.


Alex yang tidak mampu menahan kerinduan, menarik tubuh Ravela kedalam pelukannya. Ravela yang semula menolak dan meronta, seakan terhipnotis ketika pandangan mata mereka bertemu, pelukan hangat Alex yang membuatnya merasa nyaman, Vella merasa sangat familiar dengan sentuhan tersebut. gadis itu seakan menemukan kembali ruang hatinya yang telah lama kosong.


"Tuan Alexander, siapa kamu sebenarnya dan apakah kita pernah bertemu sebelum ini?" tanya Ravela penuh selidik.

__ADS_1


"Tentu, kamu adalah Ravela istri cantik kesayangan ku, yang tiba-tiba menghilang karena perbuatan seseorang yang begitu jahat dan membenci hubungan kita berdua." ucap Alex.


"Istri? apakah kamu yang kemaren bertemu anakku di tepi danau?"


"Ya, dia pasti putraku. kamu menghilang disaat tengah hamil besar, dan aku seperti orang gila yang selalu mencarimu kesana-kemari. hingga takdir mempertemukan kita kembali." terang Alex dengan mata berkaca-kaca, begitu juga dengan Ravela, dia melihat kejujuran dan kesungguhan dari ucapan Alexander.


"Ravela, sayangku."


Alex kembali mengeratkan pelukannya, tanpa peduli banyak karyawan yang mengintip kebingungan dan penasaran dengan hubungan mereka berdua.


"Maaf, aku tidak bisa. ada beberapa alasan membuatku ingin lebih memilih mengubur dalam-dalam masa lalu ku."


"Kenapa sayang, jangan katakan jika kamu sudah menyukai pria lain, atau tidak menginginkan aku lagi."


"Bukan begitu, tapi aku takut akan keselamatan diriku sendiri, dan anakku Revano. Please, beri aku waktu sampai aku bisa mengingat semuanya kembali." jawab Ravela.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu meragukan aku?"


"Tidak sama sekali, tapi aku masih belum siap karena belum mampu mengingat mu."


"Aku mengerti, tapi aku ingin menunjukan sesuatu padamu."


Alexander mengangkat jari manis Vella yang masih tersemat cincin kawin mereka berdua, dan memperlihatkan juga cincin kawin yang dikenakan nya.


"Kita memakai cincin kawin yang sama, selain itu aku juga menyimpan banyak foto-foto kemesraan kita, disaat terakhir sebelum kamu menghilang." terang Alex.


Diluar ruangan, Jack yang masih menyimpan seribu tanda tanya, berjalan mendekat Rey, asisten kepercayaan Alex. dia terlonjak kaget begitu Rey menjelaskan jika Rosalina adalah Ravela, istri sah Alex yang hilang ingatan. dia adalah ayah dari anaknya, Revano.


Meskipun tidak bisa menerima dengan lapang dada, namun Jack dari semula sudah banyak mendengar cerita mengenal Ravela dari ayah angkatnya. pria itu berjalan lesu menuju ruang kerja nya, meratapi nasibnya yang selalu gagal dalam menemukan cinta sejati.


***

__ADS_1


__ADS_2