Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kembalilah ibu


__ADS_3

Elisa kaget dan segera menoleh, seorang bayi laki-laki merangkak ingin mendekati nya, Elisa merentangkan kedua tangannya ingin menekuk bayi tersebut dengan penuh harap.


"Anakku, kamu pasti anakku." ucap Elisa tersenyum bahagia.


"Ibu, kembalilah karena disini bukan tempat mu." ucap bayi itu.


"Apakah kamu anakku?"


"Ya ibu, aku ingin ibu kembali dan tetap melanjutkan hidup meskipun tanpa aku."


"Tapi ibu belum siap kehilanganmu, nak."


"Cobalah untuk ikhlas ibu, karena aku sudah tenang disini."


Tidak lama Elisa merasa tubuhnya kembali ringan, melayang memasuki lorong dan terhempas kedalam tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Perlahan Elisa membuka matanya, dia merasa seperti bermimpi dan tertidur cukup lama. perlahan dia mulai menggerakkan anggota tubuhnya satu persatu.


"Aku dimana?" memperhatikan sekeliling yang serba putih. Elisa memijit pelipisnya mencoba mengingat apa yang sudah terjadi, seketika gadis itu menagis histeris.


"Bayiku....bayiku sudah tiada hick...hick." Elisa memegangi perutnya yang datar, dia baru tersadar jika sudah tidak ada nyawa dalam rahimnya.


"Semua ini gara-gara Jeremi dan kekasihnya, mereka berdua sama-sama jahat dan tidak memiliki hati. aku benci... benci kalian berdua." umpat Elisa penuh dendam dan amarah yang membara.


Mengetahui istrinya sudah sadar, Jeremi dengan semangat masuk kedalam ruangan kamar perawatan Elisa.


Jeremi mendekati Elisa, dia berusaha bersikap lembut, meskipun dia tahu saat ini Elisa pasti sangat marah dan membenci dirinya.


Melihat kedatangan Jeremi, Elisa langsung memalingkan wajah, dia diam seribu basa sebagai bentuk protesnya atas perbuatan laki-laki itu.


"Apa salah dan dosaku, sehingga aku dipertemukan dengan pria yang sudah menghancurkan masa depanku, membunuh calon bayiku dan juga cintaku dan Frans yang ingin hidup berdua, sampai kapanpun aku tidak sudi memaafkan mu, Jeremi." bathin Elisa dibalik sikap diamnya.

__ADS_1


"Elisa, maafkan aku. semua yang terjadi di luar kendaliku. aku ingin kita memulai semua nya dari awal, beri aku sempatan untuk merubah hidupku menjadi lebih baik lagi." bujuk Jeremi ingin memegangi tangan Elisa tapi gadis itu langsung menepisnya, lalu menutup diri dengan selimut tebal.


"Baiklah, tenangkan diri mu sayang. aku mengerti jika kamu masih marah padaku. aku akan keluar dan meminta asisten Sarah untuk menemani mu." ucap Jeremi.


Setelah kepergian Jeremi, Elisa menagis sesunggukkan. tangannya terus mengelus perutnya yang sudah tidak ada lagi nyawa bayi mungil nya disana.


"Aku benci kamu Jeremi, setelah aku sembuh aku akan pergi sejauh mungkin darimu. aku tidak ingin terlibat lagi dengan permasalahan mu dengan para wanita ****** disekitar mu lagi, cukup sudah semua penderitaan yang kau berikan padaku." ucap Elisa.


Kelamaan menagis membuat Elisa kelelahan, hingga kembali tertidur pulas. dia tidak menyadari jika Ravela masuk kedalam keruangan nya, mengelus penuh kasih sayang anak rambut nya yang berantakan.


"Kasihan kamu Elisa, semoga setelah ini kebahagiaan segera menghampiri dirimu." ucap Vella.


Setelah kehilangan bayinya, Jeremi lebih terpukul lagi dengan penolakan dan protes yang ditujukan Elisa kepadanya. dia melajukan mobilnya seperti orang kesetanan yang beberapa kali hampir bertabrakan dengan pengendara lainnya.


"Kenapa begitu sulit ujian ku, ketika aku ingin hidup menjadi orang yang lebih baik lagi." gumam Jeremi membelok mobil nya memasuki sebuah klub, memesan banyak minuman berharap beban berat yang dirasakan bisa berkurang.

__ADS_1


__ADS_2