
Tepat disisi sebelah kirinya, dia melihat Kenzo yang masih tertidur pulas. seketika kejadian semalam mulai berputar secara perlahan di memori ingatan Natali.
"Astaga, Kenzo sudah merenggut sesuatu yang berharga dihidup ku, setelah ini aku tidak akan pernah bisa untuk mendapatkan dirimu lagi, Alex. brengsek kamu Kenzo." seketika Natali berteriak-teriak histeris, bahkan dia mendorong Kenzo dengan kasar, membuat pria itu langsung terlonjak kaget, terbangun dari tidur dan mimpi indahnya.
"Beraninya kamu, Kenzo."
"Hey...aku tidak pernah memaksa mu, justru kamu yang menyerahkan diri sendiri, dengan menyebut berkali-kali dan menganggap ku sebagai Alex." bentak Kenzo tidak kalah sengit.
"Tidak mungkin?"
"Oke jika kamu tidak percaya, tapi lihatlah seluruh tubuh ku terdapat bekas ciuman bibirmu. aku mempunyai bukti yang akan aku gunakan untuk menjerat mu." Kenzo bangkit memberikan rekaman semalam ketangan Natali.
"Tidak mungkin, kamu brengsek Kenzo. memanfaatkan ketidak berdayaan ku."
Natali merasa kehidupannya sudah hancur, dia melemparkan camera tersebut hingga hancur dilantai.
"Sekarang kamu sudah tidak punya bukti apa-apa lagi Kenzo."
"Ha ..ha...kamu pikir aku bodoh, aku sudah menyimpan yang aslinya Bebi."
"Bajingan kamu." Natali terus berusaha melawan dan memukul-mukul Kenzo, hingga tenaganya melemah tertunduk seraya menagis dilantai.
"Percuma kamu menyesali dan menagis, mulai sekarang tunduk lah padaku, kita akan memulai sesuatu yang baru."
__ADS_1
"Tidak akan pernah, bahkan aku sangat membencimu."
Susah payah Natali menyeret langkah meninggalkan Kenzo, Pria yang masih tertawa penuh kepuasan dan kemenangan menatap kepergiannya.
****
Dari hari ke hari, Ravela semakin menunjukkan sikap manja dan imutnya. layaknya seorang istri yang selalu merindukan kasih sayang.
"Suamiku, bolehkah aku meminta sesuatu?"
"Ya katakan?"
"Ini tentang kak Sena dan mama Arini."
"Tapi mereka hanya ingin datang ketempat ini, sekalian liburan." Ravela kembali merengek, agar Alex bisa memaafkan Arini dan Sena, karena merasa cuma mereka keluarga yang dimiliki Ravela.
"Ravela, please jangan balas tentang mereka lagi. saat ini aku masih belum bisa untuk memaafkan, sekarang pikirkanlah tentang kita berdua, agar segera mendapatkan buah cinta." ucap Alex tersenyum, mengelus lembut bibir Ravela lalu mengecup nya.
"Iya, aku tidak akan membahasnya." berusaha mengelak, ketika tangan Alex mulai menyusup kedalam pakaian nya, mencari area favorit untuk dimainkan.
"Akir-akir ini, kamu telah memakai uang ku tanpa izin untuk Sena. sepertinya kamu harus dihukum."
"Jangan, aku berjanji itu yang terakhir." merasa terancam, Vella mulai melancarkan jurus andalan nya. ciuman hangat mendarat disekitar wajah Alex.
__ADS_1
"Wah, kamu sudah mulai pintar menggoda ku ya." Alex tersenyum senang, mengusap bekas ciuman Vella yang ikut tertawa sehingga terlihat semakin mengemaskan dimata Alex.
"Sayang, apa kamu tidak jadi kekantor?"
"Nanti saja, aku masih capek dan ingin menikmati pijatan lembut mu." Alex merebahkan tubuhnya dipangkuan Ravela. perlahan-lahan kedua tangan Ravela mulai memijat Alex yang tengah memejamkan matanya. dia terlihat nyaman dengan sentuhan Vella menyusuri setiap bagian tubuh Alex yang atletis. sedangkan ke-dua tangan Alex ikut menjahili Vella, membuat gadis itu beberapa kali mengeliat kegelian.
"Suamiku, singkirkan tangan mu. aku tidak bisa fokus memijit mu."
"Kenapa kamu tidak bisa fokus, apa kamu menginginkan sesuatu yang lebih. baiklah aku akan memberikan tapi sebelum itu, aku ingin kamu memberikan aku layanan terbaik pijatan plus-plus." goda Alex tersenyum nakal.
"Aku tidak bisa!"
"Apa?" Alex membalikkan badannya, mereka bersitatap.
"Apa kamu tidak bisa menyenangkan suamimu?"
"Bukan begitu sayang, tapi aku belum berpengalaman dalam hal pijat memijat, apalagi jika itu plus-plus."
"Aku tidak peduli, lakukan saja sebisa mungkin. atau aku yang harus mengajari mu." Alex bangkit dan duduk dihadapan Vella.
"Berbaringlah, sekarang aku akan mengajarimu." ucap Alex, seraya menarik blus yang dikenakan Ravela.
"Kenapa harus aku, tolong jangan buka pakaian ku." Vella berusaha melindungi diri, tapi Alex sama sekali tidak menghiraukan penolakannya.
__ADS_1
Tangan Alex mulai menelusuri tubuh polos Ravela, memijid pelan dibagian sensitif. dengan elusan tangan yang tidak mau diam.