
Selesai mandi, Alex terlihat rapi dengan pakaian ala rumahan yang santai. pasangan Ravela dan Alex berjalan bergandengan menuju meja makan. dimana sudah tersaji menu masakan yang dibuat Ravela dengan penuh cinta.
"Tumben, menu makan malam kita berbeda dari biasanya." tanya Alex.
"Tentu, ini adalah masakan pertamaku khusus untuk mu, suamiku tersayang." ucap Ravela manja.
"Jadi semua ini kamu yang masak?" senyum mengembang di bibir Alex.
"Iya, apa kamu tidak menyukai nya?" Ravela terlihat lesu.
"Bukan begitu sayang, aku cuma tidak ingin kamu kecapean." bujuk Alex laku duduk disebelah Ravela.
"Aku baik-baik saja, bahkan aku sangat bahagia bisa memasak makanan untuk mu."
"Benarkah, jika begitu kamu boleh masak untuk ku. tapi jika capek jangan dipaksakan ya."
"Ya suamiku." jawab Ravela sambil membantu mengambil kan makanan kepiring Alex. senyum mengembang dibibir mungilnya ketika melihat Alex makan dengan lahap.
"Masakan mu enak dan gurih, aku menyukainya."
__ADS_1
"Terimakasih suamiku." ciuman hangat bibirnya Ravela mendarat dikedua pipi Alex.
"Karena kamu sudah memancing ku, bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang menyenangkan setelah ini? cepat habis kan makanan mu." ucap Alex tersenyum mesum.
"Tuh kan mudah sekali terpancing, ayo kita lanjutkan makan nya saja, dasar suami mesumku." umpat Ravela menjauhkan tubuhnya dari Alex lalu melanjutkan makannya.
"Kamu bilang apa barusan, suami mesumku?" ulang Alex memastikan.
"Iya, suami mesum kuuuu." ulang Ravela.
"Oke, aku sudah selesai makan nya. ayo kita kekamar aku akan menunjukkan padamu seberapa mesumnya aku." ucap Alex menyeringai.
"Ayo! Alex kamu mau ngapain, maksa-maksa menantuku. padahal baru jam setengah delapan malam." mami yang baru balik dari butik langsung menghadang Alex.
"Aku tidak maksa kok mi, tapi Ravela yang minta. lagian bercinta dengan istri itu kan ibadah mi, berhubungan sekarang malam Jum'at, sunah rasul." ucap Alex santai tanpa rasa malu, namun tidak dengan Ravela uang menundukkan kepalanya saat melihat ekspresi mami Melinda yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex.
"Alex... Alex, kelakuan mu sama persis Papi dulu." ucap mami akhirnya masuk ke kamar nya sendiri mengabaikan Alex dan Ravela yang masih berdebat, dimana ujung-ujungnya akan berakhir diatas ranjang.
"Ayolah sayang, aku sangat ingin memakanmu sekarang." bujuk Alex.
__ADS_1
"Aku masih kesal, karena kamu lagi-lagi membuatku malu dihadapan mami dan pelayan."
"Untuk apa malu, aku kan manja-manja dan ingin bercinta dengan istri ku sendiri." balas Alex yang langsung mengangkat tubuh istri nya menunju kamar tidur mereka.
"Turunkan, aku takut jatuh karena tubuh ku sekarang sudah semakin gendut." tolak Ravela.
"Biarpun gendut, tapi aku masih sanggup untuk mengangkat mu, sayang. apalagi gunung kembar mu semakin padat dan berisi." ucap Alex dengan tatapan penuh gairah.
***
"Siapa yang telepon?"
"Kakak ku Kenzo, dia ingin mengundang kita datang kerumahnya. apa kamu punya waktu untuk menemaniku kesana, suamiku?" bujuk Ravela sambil mengedipkan matanya.
"Boleh, lagian sangat jarang sekali kita bisa berkumpul dengan kakak ipar." jawab Alex.
Dikediaman Kenzo yang asri dan nyaman, Natali mulai sibuk menyiapkan agar semua berjalan baik, dia ikut membantu para pelayan menyiapkan makanan dan minuman untuk menjamu kedatangan adik iparnya.
Ting tong!!!
__ADS_1
"Itu pasti Adikku Ravela dan suaminya." ucap Kenzo tersenyum senang, sambil membawa Kiano kecil dalam gendongannya.