Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Temukan perempuan itu!


__ADS_3

Ditempat lain, seorang perempuan tertawa puas dengan apa yang sudah menimpa Ravela, dia adalah Sena. kakak angkat dari Ravela sendiri, yang tidak pernah senang melihat kebahagiaan Ravela, bahkan Sena juga ingin mengambil apa yang sudah Ravela dapatkan dengan caranya sendiri.


Malam ini, Sena merayakan kemenangan nya disebuah klub bersama teman-teman yang sudah membantu melancarkan aksinya. namun kesenangan mereka terhenti ketika salah seorang temannya mendapatkan panggilan masuk dari seseorang.


"Gawat! Sena, posisi kita dalam bahaya."


"Apa maksudmu?"


"Pihak kepolisian sekarang sedang menyelidiki kasus ini, bahkan mereka sudah berhasil melacak plat pemilik mobil yang kita gunakan untuk mencelakai korban."


"Bagaimana ini?"


Sena mulai panik dan bingung, sedangkan kedua temannya yang sudah terlanjur terlibat segera memilih kabur menyelamatkan diri mereka masing-masing.


"Aku tidak boleh ketahuan, aku juga harus kabur menyelamatkan diri."

__ADS_1


Sena kembali pulang, beruntung baginya suasana rumah yang sepi. karena Arini belum pulang dari rumah sakit. dia mengemasi barang-barang berharga berupa perhiasan sang ibu dan juga sejumlah uang tunai, untuk bekalnya kabur.


"Maafkan aku mama, tapi aku terpaksa melakukan ini. toh nyatanya sekarang kamu juga sudah ikut-ikutan pilih kasih terhadap ku dengan berpihak kepada Ravela." Sena menyeringai, sebelum meninggalkan rumah Sena merubah penampilannya berharap tidak akan ada yang mengenali nya lagi.


Dirumah sakit, Alex sudah mengganti pakaian nya. dengan kondisi yang sudah segar dia berjalan mendekati ruang ICU, menatap wajah cantik istri nya dari dekat.


"Aku tidak menyangka kamu bakal seperti ini sayang, kemaren kita masih suka berdebat sesuatu yang tidak penting, bercanda dan saling menjahili. melihat mu dengan kondisi seperti ini membuatku benar-benar tersiksa sayang." ucap Alex dengan tatapan mata sendu melihat Ravela yang terbaring lemah.


"Tuan Istrahat lah, biar kita gantian untuk menjaga nyonya muda." ucap Rani.


"Tuan, bagaimana pun juga tuan harus memperhatikan kesehatan anda sendiri. kalau tuan sakit bagaimana bisa menjaga nyonya muda sepenuhnya." ucap Rani membuat Alex tersadar.


"Baiklah, aku akan tidur sebentar, jika ada apa-apa segera bangunkan saya." ucap Alex masuk kekamar yang bersebelahan dengan ruangan perawatan Vella, dia sengaja menyewa kamar paling mewah dirumah sakit ini agar bisa leluasa.


"Tentu tuan."

__ADS_1


Sebelum memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuh, Alex terlebih dahulu menghubungi orang-orang suruhannya. dia ingin mengetahui perkembangan dan hasil penyelidikkan polisi tentang pelaku yang ingin mencelakai istri nya.


"Bagaimana? apa kalian sudah berhasil mencari otak pelaku utama nya."


"Sudah tuan, pihak kepolisian sudah berhasil menangkap dua orang pelaku. mereka mengaku dibayar oleh seorang wanita yang bernama Sena."


"Sena?"


Suara Alex meninggi seakan tidak percaya, jika wanita yang sudah dianggap sebagai saudara kandung oleh istrinya itu begitu tega ingin membunuhnya.


"Sekarang cari dan tangkap perempuan itu, bawa dia hidup-hidup kehadapan ku." ucap Alex geram.


"Terlambat tuan, kami telah mengejar sampai ke rumahnya. tapi Sena sudah berhasil kabur. bahkan orang tuanya tidak tahu kemana Sena pergi. dengan membawa beberapa perhiasan dan uang tunai milik mama nya sendiri."


"Benar-benar keterlaluan, cepat kerahkan semua orang-orang kita untuk melacak keberadaan gadis itu, sebagian lagi tetap berjaga-jaga dirumahnya, aku yakin sewaktu-waktu Sena pasti akan kembali pulang jika dia sudah kehabisan uang." perintah Alex, yang hilang rasa kantuk dan lelahnya seketika.

__ADS_1


***


__ADS_2