Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Sesekali gadis itu terdiam kaku, seolah-olah masih berusaha untuk mencerna kejadian yang baru saja dia alaminya, rasanya Elisa ingin untuk mengakhiri hidupnya saat ini juga. namun akal sehat masih membuat nya kuat dan mencoba untuk mengayunkan langkah untuk segera meninggalkan ruangan seperti neraka baginya.


"Tunggu!"


"Ada apa lagi, apa anda belum puas sudah menghancurkan hidup ku." ucap Elisa tanpa melirik sedikitpun pada pria dihadapannya.


"Terimalah cek ini, Aku rasa dengan nominal jumlah uang yang tertera, sudah cukup untuk membayar harga sebuah keperawanan mu yang sudah aku renggut." ucap Jeremi.


"Orang kaya seperti anda, selalu mengukur segala sesuatunya dengan uang. tapi maaf harga diriku tidak akan mampu anda beli." ucap Elisa melanjutkan langkahnya, dia ingin secepatnya menghilang dari pria yang tidak ingin dia temui lagi seumur hidupnya itu.

__ADS_1


"Harga diri?" gumam Jeremi seakan tertawa, memperhatikan langkah Elisa yang semakin menjauh darinya.


Sampai dirumah, Elisa mengurung diri dalam kamar. gadis itu kembali menagis tersedu-sedu meratapi nasip. dia tidak sanggup lagi harus memikul beban berat ini sendirian, tapi dia juga tidak mempunyai keberanian untuk mengadu pada kedua orang tua ataupun sahabat dekatnya Ravela. jika pun Elisa melaporkan kejadian pada polisi, ujung-ujungnya dia akan dilaporkan balik, karena Jeremi bukanlah orang sembarangan dengan uangnya dia bisa memutar balikkan fakta. Elisa yang malang yakin jika dirinya tidak akan mampu melawan pria yang berkuasa tersebut.


"Aku adalah wanita paling kotor, aku jijik dengan tubuhku sendiri." Elisa memukul-mukul tubuhnya hingga tangannya sendiri pegal dan sakit begitu juga dengan tubuh dan area pribadinya.


"Kemana gadis itu? apa dia sudah mengundurkan diri dari tempat kerja yang begitu menjanjikan ini, dasar gadis sombong bahkan dia menolak mentah-mentah pemberian ku." umpat Jeremi, tapi tidak dengan pikirannya yang semakin penasaran akan sosok Elisa.


"Tapi kenapa aku seperti pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya, yah..aku harus mengorek informasi lebih jauh, mengenai sekretaris yang aku tiduri semalam. pantas saja dia sangat berbeda dengan para wanita yang pernah berkencan dengan ku selama ini, ternyata dia masih menjaga kehormatannya di zaman modern seperti ini." ucap Jeremi menghembuskan nafas kasar sambil memijit pelipisnya.

__ADS_1


Pagi menjelang siang, Jeremi mengendarai mobil seorang diri untuk mengurangi rasa galau dari pikirannya yang berkecamuk. disaat yang bersamaan matanya menangkap sosok tubuh mungil yang sudah beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


"Akirnya, aku melihat mu. awas kamu gadis sombong, kali ini aku tidak akan pernah melepaskan dirimu lagi." Jeremi terus mengikuti Elisa yang memasuki sebuah gedung perusahaan sambil membawa berkas lamaran ditanganya.


Elisa melangkah dengan stelan pakaian kantor yang rapi dan terlihat elegan, dia akan memulai kembali kehidupannya yang baru. termasuk menghindari pria yang sudah menjadi kekasihnya selama ini, Frans.


"Aku akan mencari pekerjaan, apapun posisinya asalkan halal akan aku terima, yang penting tidak bekerja ataupun bertemu lagi dengan Jeremi sipenjahat kelamin itu." gumam Elysa membawa CV dan berkas lamarannya untuk memasuki sebuah perusahaan baru.


Elisa tidak menyadari jika langkah kakinya sudah diikuti oleh seseorang dari belakang, bahkan pria tampan tersebut sudah terlebih dahulu memasuki ruangan personalia dengan santainya, sambil membisikkan sesuatu pada kepala bagian yang langsung menunduk hormat melihat kedatangan Jeremi.

__ADS_1


__ADS_2