
Alex menarik tubuh Vella yang masih lemas dalam gendongannya menuju mobil, selain kelelahan dan dehidrasi penyebab utama nya, Vella juga harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. panik dan kawathir membuat Alex terus mengusap sayang kening Vella, sesekali memberikan kecupan hangat yang membuat semua seakan terhanyut suasana romantis yang mereka perlihatkan.
"Dibalik sikap dingin nya, tuan muda ternyata seorang suami yang romantis dan siaga. andai aku juga mendapatkan pria sepertinya...huff..." gumam Dokter menata takjub kemesraan dihadapan nya.
"Sayang, aku yakin kamu pasti kuat melewati ini semua." bisik Alex menyemangati Vella.
"Ya suamiku."
Mobil yang membawa mereka berhenti disebuah rumah sakit besar, Alex segera menggendong Vella kembali, meskipun sudah disediakan tempat tidur dorong.
"Istrinya sangat cantik, dan suaminya yang juga tampan. benar-benar pasangan serasi." ucap pengunjung rumah sakit yang melihat kedatangan mereka.
Vella langsung dibawa keruangan pemeriksaaan, dokter dibantu perawat melakukan tes untuk Ravela, tidak berapa lama hasil tes yang dinanti-nanti kan keluar, Alex dan Vella menunggu dengan harap-harap cemas.
Dokter tersenyum mendekati Alex dan Vella, seraya menunjukkan hasil tes ditangan nya.
"Selamat tuan dan nyonya Ravela, kalian akan menjadi calon ayah dan seorang ibu." ucap dokter tersenyum ramah.
"Maksud dokter, istri saya benaran hamil?" tanya Alex memastikan pendengaran nya.
"Ya, sudah masuk Minggu ke enam, tuan."
"Alhamdulillah, akirnya harapan ku terkabulkan." ucap Alex dan Vella hampir bersamaan, air mata bahagia tidak mampu dibendung Vella, begitu juga dengan Alex, tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika dia akan menjadi seorang ayah. terlintas dipikiran Alex seorang bayi mengemaskan yang akan membuat hari-hari mereka jauh lebih bermakna dan cerah.
__ADS_1
"Aku akan menjadi seorang ayah, penerus Alexander Juan sebentar lagi akan hadir ke dunia ini."
"Aku harus memberitahukan pada mami, dia pasti bakal senang."
Alex mengeluarkan ponselnya, menghubungi sang mami yang masih sibuk dengan laporan pemasukan butik nya.
"Alex, tumben dia menghubungiku saat bulan madunya. biasanya dia paling tidak suka di ganggu." ucap Melinda memperhatikan ponselnya, seketika tangannya mengusap tanda biru.
"Hallo anakku."
"Mami, aku sekarang ada dirumah sakit."
"Astaga, siapa yang sakiiit, nak?"
"Ravela, mi. dia harus diinfus untuk mendapatkan perawatan. mami tahu istri ku sakit apa?" ucap Alex menahan senyum bahagia.
"Tidak mi, tapi isteriku sedang hamil kuda, cucu pertama kami." ucap Alex bersemangat.
"Apa? Vella hamil?"
Melinda hampir menjatuhkan ponsel ditangan nya, namun dua kembali menguasai keadaan. senyuman sumringah terpancar dibibir nya.
"Alhamdulillah, Amiiin ya Allah. aku akan menjadi seorang nenek. impian ku terkabulkan." tersenyum dengan ke-dua mata mengembun terharu.
__ADS_1
"Mami, bisa pulang kan?"
"Tentu nak, mami akan segera kesana dengan penerbangan pertama. mami bersiap-siap dulu." ucap Melinda yang hampir menagis saking bahagianya.
Setelah menutup telpon nya, Alex kembali menghampiri Vella yang terbaring lemah. mengusap lembut jemarinya, Alex ingin memberikan kekuatan untuk Vella.
"Tuan, ini resep yang harus anda tebus.
tolong perhatikan makanan dan mood nona Vella, yang bisa saja turun naik, semoga anda bisa memaklumi perubahan sikap istri anda nantinya." ucap dokter.
"Bagaimana dengan hubungan intim suami-istri, apa hal ini tidak menjadi masalah?" tanya Alex sedangkan Vella menepuk keningnya dengan pertanyaan yang menurutnya konyol.
"Tidak, akan tetapi lebih baik dilakukan tidak terlalu sering, karena nyonya masih hamil muda dan masih rawan." terang Dokter.
"Baik Dokter, terimakasih."
Setelah dokter meninggalkan ruangan, Vella dipindahkan kesebuah ruangan khusus VVIP, tempat yang sangat luas dan mewah, bahkan tidak terlihat seperti rumah sakit melainkan kamar sebuah hotel berbintang. yang membedakan tubuh Vella terpasang alat infus. Ravela mengelus sayang perutnya yang masih datar, menikmati suasana kamar yang tenang.
"Aku yakin anakku kelak pasti sangat tampan seperti ayahnya, karena aku adalah penanam saham terbesar diperut mu." ucap Alex tersenyum mesum.
"Ingat pesan dokter!" ucap Vella kembali mengingatkan, agar suami mesumnya itu tidak minta yang macam-macam lagi.
"Ya, bantu aku berfikir bagaimana caranya berhubungan. tapi tidak menyakiti anak kita." balas Alex mencium perut Vella.
__ADS_1
"Tolong tinggalkan aku sendiri."
"Kamu mengusir ku, sayang kenapa wajahmu berubah kesal?"