
"Tidak akan ada salam perpisahan seperti yang kamu inginkan, ingat! hubungan kita hanya sekedar main-main tanpa paksaan dan ikatan dan tentunya masih banyak pria lain yang ikut menikmati tubuh murahan mu ini." ucap Jeremi mencemooh berusaha ingin bangkit, namun Grace langsung ******* bibir Jeremi, seiring dengan pintu ruangan kerja yang terbuka secara tiba-tiba.
"Tidak!!!"
Elisa terlonjak kaget, melihat pasangan ini seperti melakukan hubungan suami istri. melihat kedatangan Elisa, Grace semakin berani mempertunjukkan kemesraan nya.
"Penjahat kelamin kamu, Jeremi. bermain cinta dengan sembarangan wanita. lalu mengikatku dalam sebuah pernikahan tanpa cinta." bathin Elisa sangat marah, dadanya bergemuruh namun sebisa mungkin Elisa mencoba bersikap biasa-biasa saja.
"Ma....maaf telah mengaggu, silahkan lan... lanjutkan. aku akan pergi sekarang." Elisa berbalik ingin pergi secepat mungkin, tapi Jeremi sudah terlebih dahulu menarik sebelah tangannya.
"Kamu tidak boleh pergi kemana-mana, jangan salah sangka, semua ini tidak seperti yang kamu lihat, Elisa." ucap Jeremi dengan penuh kesungguhan.
"Ooo..., jadi ini perempuan kampungan yang sudah membuat mu berubah, aku tidak menyangka selera mu sudah berubah turun dratis, Jeremi. Dari keju menjadi singkong ha...ha..." ucap Grace tersenyum sinis menatap Elisa yang menurutnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya yang cantik dan seksi yang merupakan idaman setiap pria.
"Tutup mulut mu Grace, Elisa jauh lebih terhormat dari pada perempuan seperti mu."
__ADS_1
"Apa? kamu membandingkan aku dengan perempuan kampungan itu, buka matamu Jeremi dan lihatlah dengan jelas wajah pelakor ini yang hanya menginginkan hartamu." teriak Grace.
PLAK!
Tamparan keras melayang di pipi Grace, membuat Elisa dan Grace sama-sama terlonjak kaget. Jeremi yang sudah habis kesabaran nya tidak bisa mengendalikan diri nya lagi. sedangkan Elisa yang melihat hal itu langsung menutup mulutnya dengan tangan, tubuhnya bergetar ketakutan melihat kekerasan yang dilakukan Jeremi bercampur rasa kesal atas penghinaan Grace.
"Kamu tega memukul ku, Jeremi." air mata Grace bercucuran.
"Ini pantas kamu dapatkan, karena telah menghina istri ku dengan mulut pedas mu itu. disini kamulah yang pelakor, karena kami sudah sah menikah." ucap Jeremi dengan rahang mengeras.
"Sekarang mati lah ditangan ku, gadis kampung." teriak Grace, gadis itu hilang kendali seolah kesetanan, langsung mendorong keras tubuh Elysa, hingga perut nya terhempas ke sisi meja kerja Jeremi tanpa ada persiapan untuk melawan ataupun menghindar.
"Aduuuh perutku sakiiit!"
"Elisa!!!"
__ADS_1
Elisa berteriak memegangi perutnya yang perih luar biasa, darah segar mengalir diantara kedua belah pahanya, Jeremi yang melihat terhenyak lemas, namun dia kembali tersadar dengan apa yang sudah menimpa istri nya.
"Elisa bertahan lah sayang! aku mohon." ucap Jeremi panik, melihat Elisa yang sekarat, Grace langsung bersiap hendak melarikan diri, namun dengan sigap Jeremi berhasil menarik rambut panjang nya hingga terjerembab jatuh di lantai.
"Dasar wanita iblis, kamu sudah menyakiti istri dan calon anakku. kamu harus mati ditangan ku." Jeremi mencengkeram kuat leher Grace, hingga mata wanita itu sudah terbelalak kesakitan.
"Toloooong...tolong, lepaskan aku Jeremi." teriak Grace, Jason yang kedengarannya langsung berlari masuk keruangan kerja sang bos besar.
"Tuan hentikan! kamu bisa membunuhnya, sebaiknya kita urus nyonya muda terlebih dahulu. karena keselamatan nya jauh lebih penting. biar saya yang urus perempuan ini." ucap Jason, membuat pegangan tangan Jeremi dileher Grace terlepas, gadis itu langsung terbatuk-batuk dengan rambut yang sudah acak-acakan.
"Elisa maafkan aku, bertahan lah sayaang!" ucap Jeremi mengendong tubuh Elisa menuju rumah sakit terdekat.
"Elisa bagunlah sayang, buka matamu."
Jeremi semakin panik ketika melihat Elisa yang telah pingsan, sedangkan darah masih mengalir deras.
__ADS_1
"Tuhan, aku memang orang hina. tapi tolong kabulkan permintaan ku kali ini, selamat anak dan istriku." ucap Jeremi menagis dan berdoa untuk pertama kali dalam hidupnya.