
Para koki sibuk memasak makanan, terutama kesukaan Vella masakan khas Indonesia. untuk para tamu istimewa yang sengaja diundang Alex dari berbagai yayasan sosial dan panti asuhan sesuai dengan keinginan sang istri. dia berharap ulang tahun Vella kali ini benar-benar istimewa selain mendapatkan buah buah cinta yang merupakan kado berharga yang tidak ternilai harganya.
Alex gan Vella juga menyediakan banyak amplop untuk santunan bagi anak-anak Yatim, hal pertama yang terjadi dirumah keluarga besar Jean. taman rumah mereka yang luas terlihat ramai seperti ladang amal yang dikunjungi banyak orang.
"Ma, kita tidak salah masuk Kan? wah... beruntung banget ya Vella." ucap Sena menatap takjub, namun saat melihat banyak diantara tamu undangan dari masyarakat biasa senyumnya kembali memudar.
"Sekali kampungan tetap akan kampungan, kalau aku sih akan memilih konsep moderen dengan mengundang orang-orang berkelas, para artis ternama, tidak seperti ini. masa ulang tahun ada acara pengajian dan anak yatim nya juga." Sena tersenyum sinis.
"Diam kamu Sena, hati-hati jika ingin berbicara. karena telinga Alex ada dimana-mana." bisik Arini menarik tangan Sena menghampiri Ravela.
"Ravela sayang, selamat ulang tahun ya nak. semoga kamu panjang umur dan kehamilan mu berjalan lancar. terimakasih juga karena kamu masih ingat mama dan mengundang kami untuk datang ke pesta mu ini, nak." ucap Arini memeluk hangat Vella.
"Vella tidak akan pernah melupakan mana, terimakasih tak terhingga atas doa dan kehadiran mama disini."
"Sampai kapanpun kamu akan tetap anak mama, sayang." balas Arini melepas pelukannya.
__ADS_1
"Vella, selamat ulang tahun ya dek, kakak tidak punya kado berharga untuk mu, hanya doa semoga kamu tetap bahagia." ucap Sena seraya mencuri-curi pandang kearah Alex yang terlihat semakin matang sebagai pria dewasa, detak jantung Sena semakin berpacu, dia benar-benar telah jatuh cinta pada adik iparnya, namun apa daya Alex tidak pernah melirik nya sedikit pun.
"Ya kak, terimakasih atas kehadiran kakak."
Vella terlihat sangat bahagia duduk disamping Alex, setelah acara potong kue yang diiringi lagu selamat ulang tahun dan tepuk tangan yang meriah, lalu dilanjutkan dengan doa bersama, setelah itu para tamu undangan dipersilahkan untuk makan-makan dan yang diakhiri acara santunan membagi-bagikan amplop.
"Bodoh banget Vella ya ma, uang sebanyak itu dikasihkan pada orang tidak mampu, mendingan buat kita aja, anggap sebagai balas Budi karena sudah merawat dan membesarkan nya selama ini." bisik Sena.
"Iya juga sih, nanti jika ada kesempatan mama akan bicarakan hal ini pada Vella." balas Arini yang terhasut omongan Sena.
"Vella anakku, sudah sangat lama ya. kita tidak seperti ini. terakhir kali sewaktu kamu masih sangat kecil mama membujuk mu karena tidak mau masuk kerumah." ucap Arini teringat hari pertama Vella dibawa kerumah oleh suaminya.
Arini dulu sangat menyayangi Vella yang patuh dan cantik, namun karena Sena selalu protes sebagai anak kandung. membuat nya lebih mengedepankan perasaan Sena ketimbang Vella hal ini berlanjut hingga mereka tumbuh dewasa.
"Ma, boleh aku berbaring dipangkuan mama." ucap Vella dengan bibir bergetar, dia sudah sangat lama merindukan hal ini.
__ADS_1
"Boleh sayang, dini peluk mama, nak."
Vella berbaring dipangkuan Arini, rasa yang terkubur beberapa tahun silam kembali menghangat dihati mereka, begitu juga Arini. jiwa keibuan nya untuk Vella seakan mengungkit kenangan indahnya bersama suaminya Wilson yang juga sangat menyayangi Vella.
"Pangkuan seorang ibu rasanya sangat hangat dan nyaman,. aku selalu merindukan ini." ucap Vella memejamkan mata.
"Vella, maafkan sikap mama selama ini nak...hick...hick..."
Arini menagis seraya mengusap sayang rambut Ravela, keinginan dan niat jahat yang selalu dibisikkan Sena hilang seketika berganti perasaan tulus seorang ibu.
"Aku tidak pernah marah ataupun melawan pada mama, aku selalu menuruti kata-kata mama karena aku yakin itu yang terbaik, sekarang aku sudah merasakan nya, menemukan kebahagiaan dan cinta sejati ku, semua ini berkat mama dan papa yang sudah mencarikan jodoh terbaik untuk ku." jawab Vella, kerinduan nya pada sentuhan tangan lembut Arini mengikis semua rasa sedih dan bencinya selama ini.
Ariani tertunduk antara sedih dan malu mendengar perkataan Ravela, hanya sentuhan hangat yang bisa dia berikan pada Vella untuk menggambarkan bagaimana menyesal nya dia karena telah berlaku tidak adil selama ini.
"Meskipun mama tidak melahirkan kamu kedunia ini, tapi mama sadar jika mama sangat menyayangi mu, Vella. siapapun orang tua kandung mu, pasti mereka sangat bangga memiliki anak berhati mulia seperti dirimu, nak." bathin Arini penuh haru.
__ADS_1