Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Menghabiskan waktu berdua


__ADS_3

Dilantai dasar, mami Melinda sesekali melirik kearah kamar anak menantunya. karena sudah siang pasangan ini belum juga keluar dari dalam kamar nya.


"Alex dan Ravela ngapain aja ya, kenapa mereka menghabiskan waktu seharian dalam kamar? mudah-mudahan Alex bisa lebih berhati-hati dan tidak egois terhadap istri nya." gumam Melinda yang terlihat resah karena mengkhawatirkan kondisi sang menantu, namun dia juga tidak mau menganggu kesenangan anak nya.


"Rani, apa Vella dan Alex sudah sarapan?" tanya Melinda menghampiri Rani.


"Sudah nyonya, pelayan baru saja merapikan bekas makan mereka berdua." jawab Rani.


"Syukurlah, sebaiknya aku keruangan kerja, memeriksa laporan perkembangan butik besar ku yang di Amerika." gumam Melinda berusaha mengalihkan perhatian dengan menyibukkan dirinya bekerja.


Masih didalam kamar Alex dan Vella, pasangan ini mulai kelelahan sehabis bercinta. Vella melilit tubuh polos nya dengan selimut tebal.


"Sayang, untuk hari ini cukup ya." bujuk Vella.


"Ya."


Pasangan ini kembali mandi, untuk yang kedua kalinya. setelah bersih mereka menghabiskan waktu di salah satu ruangan santai yang juga terdapat beberapa Novel karya penulis ternama kesukaan Ravela.


"Sayang, kita main game yuk. siapa yang kalah akan mendapatkan hukuman! dan yang menang tentu nya juga akan mendapatkan hadiah spesial."

__ADS_1


"Hukuman dan hadiah, baiklah kedengarannya menarik." Vella meletakkan novel yang baru saja dibaca nya. setelah itu mengambil ponsel untuk main game bareng suaminya.


"Memangnya, apa hadiah yang aku dapatkan jika menang?"


"Ciuman dan pijitan plus-plus dariku, dan jika kalah harus siap melayaniku diranjang."'


"Hukuman dan hadiah macam apa itu, tidak aku tidak akan setuju karena itu hanya menguntungkan diri mu saja, suamiku." tolak Vella meletakan kembali ponselnya.


"Jadi, kamu menginginkan hadiah seperti apa? perhiasan, saham atau sebuah Villa?"


Ravela berfikir sejenak, seketika dia tersenyum senang.


"Baiklah, tapi jika kamu kalah. apa siap wajahmu akan aku jadikan bahan lukisanku?"


"Siap suamiku."


"Kalau aku menang, kamu harus menciumiku begitu juga sebaliknya. termasuk memanjakan adik kecilku."


"Kenapa hadiah nya selalu berhubungan dengan aktivitas fisik?"

__ADS_1


"Cuma itu yang membuat ku merasa senang." jawab Alex santai.


Vella sangat yakin akan mampu untuk mengalahkan suaminya Alex, menerima tantangan tersebut. meskipun diantara mereka manang kalah bergantian, wajah Vella sudah seperti badut dilukis Alex sambil tertawa puas, sedangkan bagian tubuh Alex dipenuhi bekas ciuman dari Ravela. meskipun begitu pasangan ini sangat bahagia melakukannya.


"Pada akhirnya aku yang muncul sebagai pemenang nya, maka mau tidak mau kamu harus mengenakan bikini merah hati ini." ucap Alex tersenyum nakal.


"Aku tidak mau."


"Vella sayang, kamu harus konsisten dengan ucapan mu sendiri. Ayo cepat pakai."


"Tubuh ku jelek, aku tidak percaya diri mengenakan nya."


"Jangan banyak alasan, aku sudah hafal setiap lekuk tubuh mu. atau kamu mau aku bantu memasangkan nya?"


"Oke.... oke, aku akan memasang nya, tunggu disini." ucap Vella kesal.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama."


Tidak lama Vella berjalan keluar, penampilan nya membuat mata Alex seolah-olah ingin loncat dari sarangnya, tubuh Vella terlihat jauh lebih montok padat berisi, begitu juga dengan bentuk buah dada yang menyembul ingin tumpah dan bokong nya yang indah dan padat.

__ADS_1


"Istri ku benar-benar seksi."


__ADS_2