
Setelah merasa kondisinya semakin membaik, Vella menarik tangan Alex meletakan diatas pahanya. dia sudah siap memberitahukan pada Alex penyebab diri nya yang tiba-tiba pingsan.
"Sayang, ada apa sebenarnya."
"Suamiku, mama Arini menceritakan tentang masa laluku, dia membawa Fofo usang masa kecilku dan wanita yang merupakan ibu kandung dan kakak laki-laki ku." ucap Vella mengentikan ucapan nya, ada rasa sedih, bahagia dan haru menjadi satu.
"Lalu kenapa kamu syok, bukankah dari awal kamu sudah mengetahui jika mama Arini dan Sena bukanlah saudara kandung mu?" tanya Alex.
"Bukan itu yang membuat ku syok, tapi pengakuan yang terasa tiba-tiba dari pria yang mengaku saudara laki-laki ku itu adalah Kenzo, suami dari Natali! mantan kekasih mu." ucap Ravela yang membuat Alex. seketika ternganga, dia tidak menyangka jika Kenzo mendekati nya karena ada maksud tertentu.
"Jangan bahas mantan juga kali."
"Tapi itu kenyataan nya, suamiku."
Alex berdiri dari duduknya, dia segera membuka pintu ruangan kamar perawatan Vella, namun dia tidak melihat keberadaan Kenzo maupun Arini lagi.
"Ada apa suamiku?"
"Sepertinya, mama Arini dan Kenzo sudah pergi dari sini. kita tidak boleh percaya begitu saja. sebelum semua nya terbukti dan jelas." ucap Alex kembali duduk disebelah Ravela. pikiran Alex masih tidak percaya jika rekan bisnisnya akan menjadi kakak iparnya sendiri.
Selama perjalanan pulang, Arini maupun Kenzo sama-sama diam. mereka larut dalam pikiran masing-masing, sesekali Kenzo menarik nafas berat. sungguh dia tidak pernah menginginkan ending seperti ini, dia hanya ingin Vella kecilnya dulu menyambut hangat kehadirannya dan mengetahui jika dia tidak sendirian di Dunia ini. melainkan ada seorang kakak laki-laki yang akan menyayangi dan melindungi dirinya.
__ADS_1
"Tuan Kenzo, aku sangat merasa bersalah pada Ravela. semoga saja mereka bersedia memaafkan kelancangan ku." ucap Arini.
"Tidak ada yang perlu disesali, toh Vella juga tidak kenapa-napa. besok kita akan kembali menjenguk nya, aku sangat berharap sekali setelah ini Vella bersedia untuk melakukan tes DNA." jawab Kenzo mengantarkan Arini sampai keteras rumah nya.
"Tarnyata kehidupan adikku sangat bahagia dan berkecukupan, karena menjadi seorang istri dari pengusaha muda yang terkenal. tapi aku juga takut seandainya Ravela menolak kehadiran ku sebagai kakak kandungnya." tiba-tiba Kenzo menjadi risau.
***
Pagi ini kondisi Ravela sudah benar-benar membaik, dia sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. wajah nya sudah kembali ceria seperti biasanya.
"Sayang, habis kan sarapan mu." ucap Alex memberikan susu hamil lalu membantu Vella minum. setelah selesai Alex menarik tubuh Vella kedalam pangkuannya.
"Lagian siapa bilang ini hotel." jawab Alex santai.
"Sikap mu ini bisa membuat orang salah paham suamiku, bagaimana tiba-tiba dokter masuk atau mami. bagaimanapun juga urat malu ku masih utuh tidak seperti mu yang sudah tidak memiliki urat malu lagi." ucap Vella kesal.
"Biarkan saja, memang nya salah jika aku ingin bermanja-manja dengan istri ku." Alex mulai mencium Ravela dari bibir hingga ke dada.
"Ravela istri ku, aku tidak bisa lepas ataupun melewatkan bercinta barang satu hari pun dengan mu." ucap Alex kembali menciumi sang istri, namun pergerakannya kembali terhenti ketika pintu ruangan kamar diketuk dari luar. Vella segera memanfaatkan kesempatan untuk segera bangkit dari atas pangkuan Alex dan kembali duduk pada posisi semula.
"Masuk!"
__ADS_1
Perintah Alex, yang tidak tahu jika yang datang adalah mami, Kenzo, Natali dan mama Arini.
"Kalian?"
"Ya Alex, kami sengaja datang kembali setelah mengetahui jika kondisi Ravela sudah membaik." jawab Kenzo sambil menatap lembut kearah Ravela. suasana ruangan kamar tiba-tiba terasa menegangkan bagi semua orang.
"Akirnya, setelah puluhan tahun aku menemukan mu, adikku." bathin Kenzo.
"Hay Ravela, senang bertemu dengan mu lagi." sapa Natali ramah, untuk mencairkan suasana.
"Ya, Natali. bagaimana dengan bayi mu?"
"Dia sangat sehat, lain waktu aku ingin sekali mengundang mu bertemu dengan bayiku dirumah." ucap Natali.
"Ya, aku pasti sangat senang."
"Katakan saja langsung, jangan terlalu basa-basi. apa maksud kedatangan kalian." ucap Alex memaksakan senyum ramah terarah pada Kenzo dihadapan nya.
"Oke, sebenarnya aku sudah menyelidiki dari awal tentang kehidupan Ravela. semuanya sama persis dengan adikku yang hilang beberapa tahun silam. jadi kesimpulannya Ravela adalah adik kandungku. " ucap Kenzo yang tidak mampu menahan diri.
****
__ADS_1