Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kepribadian Ganda


__ADS_3

"Dia...dia...ada be...ber"


Belum sempat menjawab, sang ayah sudah menutup matanya. Kenzo sangat frustasi. malam itu dia pergi meninggalkan kampung halamannya, dengan dua tujuan. mencari keberadaan sang ibu dan adik perempuannya.


Kejadian buruk yang menimpanya, membuat Kenzo semakin berani dengan dua kepribadian ganda. terkadang menjadi anak yang baik dan manis, namun ada kalanya menjadi Kenzo yang kejam. perbuatan kriminal sudah menjadi makanan nya, dengan wajah tampan dan polosnya membuat orang-orang mudah terkecoh akan kepribadian Kenzo yang sebenarnya. Kenzo pernah menetap di Amerika berkat bantuan seseorang, karena suatu kejadian buruk menimpa wajah nya, Kenzo melakukan operasi bagian hidung, dagu. sehingga wajah tampan nya semakin terlihat seperti seorang pria blasteran indo.


Sepuluh tahun pencarian, setelah dia sukses Kenzo berhasil menemukan sang ibu yang sudah sakit-sakitan, namun dia masih bersyukur dipertemukan kembali dengan ibunya, namun tidak dengan adik perempuannya yang memiliki tanda lahir dibagian kaki kiri, sampai detik ini Kenzo masih mengingat jelas bentuk tanda lahir tersebut.


"Dek, kakak akan tetap berusaha menemukan mu. meskipun sekarang kamu pasti sudah melupakan kejadian masa kecilmu, tentang kenangan aku, kamu dan ibu." gumam Kenzo mengusap air matanya, dan kembali pulang meninggalkan pemakaman ibunya dengan harapan dan semangat baru, Kenzo yakin adiknya masih hidup, itulah yang membuatnya kuat dan tetap bersemangat menjalani hari-hari nya.


***


Ditempat lain, Ravela terlihat lebih segar dan fresh setelah mandi pagi, dia tersenyum senang mengantarkan Alex sampai keteras utama.


"Suamiku, apa aku boleh keluar rumah nantinya."


"Ngapain?"


"Pengen jalan-jalan saja, sekalian nyari bahan bacaan."

__ADS_1


"Boleh, tapi kamu harus kembali sebelum aku pulang." ucap Alex.


"Iya sayang, terimakasih ya sudah mengizinkan." kecupan hangat mendarat dikedua pipi Alex, melambaikan tangan dengan penuh semangat melepas kepergian sang suami berangkat kerja.


Setelah itu dia masuk kedalam mobil, yang sudah disiapkan untuk Vella jalan-jalan. meskipun dibawah pengawasan asisten Rani yang akan mengikuti nya kemanapun.


Mobil yang dikendarai Rani berhenti disebuah pusat perbelanjaan megah, Vella melangkah dengan anggunnya masuk kedalam diikuti Rani. disisi kanan dan kiri berjejer toko-toko modern yang menjual beraneka macam barang-barang berkelas.


"Rani, aku ingin membeli beberapa oleh-oleh."


"Untuk apa nona muda?"


"OOO begitu, silahkan dilihat-lihat nona, setelah itu biar saya yang akan mengurus nya untuk anda." ucap Rani.


"Semua terlihat sangat cantik-cantik dan unik,Rani tolong bantu aku memilih nya." ucap Vella.


"Kenapa tidak diborong saja semua nya, nona?"


"Diborong? bukankah itu namanya pemborosan. kamu dan Alex sama saja.. hufft." Vella menarik nafas berat sedangkan Rani cuma cengengesan.

__ADS_1


Vella memasuki satu toko ke toko lain nya, mencari barang-barang sesuai dengan keinginannya. sedangkan Rani menenteng tas belanjaan mengikuti dari belakang.


"Asisten Rani, maaf ya karena telah merepotkan dirimu."


"Jangan sungkan nona, ini sudah menjadi tugas saya." Rani tersenyum.


"Apa kamu juga menginginkan sesuatu, pilih lah sesuka hatimu. jangan kawathir karena aku akan memakai uang suamiku untuk membayar semua nya." tawar Ravela.


"Tidak terimakasih, nona muda." tolak Rani.


"Kalau begitu kita istrahat dan makan di restoran ini, dan kamu tidak boleh menolak terus."


"Baiklah nona."


Vella tersenyum senang, kali ini Rani mengikuti kata-kata nya, setelah duduk dengan nyaman mereka memesan minuman dan makanan sesuai dengan selera masing-masing.


"Ravela!"


Vella segera menoleh ketika namanya dipanggil seseorang.

__ADS_1


__ADS_2