Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kembali Hamil


__ADS_3

"Jeremi, kamu sudah pulang ya, kenapa tidak membangunkan aku?" ucap Elisa mendapati Jeremi yang tengah menatap dirinya yang baru terbangun dari tidurnya.


"Tidur mu sangat pulas, sehingga aku tidak tega untuk membangunkan mu." tersenyum mengelus dan merapikan anak rambut Elisa.


"Jam berapa sekarang?"


"Delapan malam."


"Astaga, aku ketiduran cukup lama. bahkan aku tidak mandi sore sama sekali." ucap Elisa mencium pakaian yang dikenakan nya.


"Tidak mandi sekalipun, di mataku kamu akan tetap terlihat cantik dan wangi." ucap Jeremi mencium kembali tubuh sang istri dengan penuh perasaan, membuat hati Elisa seketika menyejuk bagaikan embun pagi.


"Apa kamu sudah makan malam?" tanya Elisa, berusaha menyembunyikan hati yang tengah berbunga-bunga.


"Belum sayang, aku menunggu mu untuk makan bareng."


"Baiklah, tunggu aku ingin cuci muka dulu." ucap Elisa bangkit dari tempat tidur, namun baru beberapa langkah dia kembali pusing, pandangannya mulai berputar-putar seiring dengan tubuh nya yang ambruk, refleks Jeremi dengan cekatan langsung menangkap tubuh mungil sang istri.


"Sayang, kamu kenapa?"


Jeremi yang panik melihat kondisi Elisa yang semakin lemas, segera berteriak meminta sopir pribadinya untuk menyiapkan mobil. dan memasangkan jaket kulit pada tubuh Elysa.


"Cepat antarkan istri ku segera, kerumah sakit terdekat." perintah Jeremi.

__ADS_1


"Baik tuan."


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Jeremi tidak henti-hentinya mengusap wajah Elysa. ada perasaan bersalah karena berfikir Elisa kurang tidur karena keseringan diajak bercinta diatas ranjang.


"Maafkan aku sayang, yang terkadang tidak mampu untuk mengontrol diri."


Sampai dirumah sakit, Elisa langsung mendapatkan penanganan. sebelah tangannya dipasangin infus. perlahan Elisa membuka mata, hal pertama yang dilihatnya adalah wajah cemas sang suami yang menatap kearah nya dengan ekspresi panik.


"Kita dimana?" Elisa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang terlihat serba putih.


"Kita dirumah sakit sayang, kamu tiba-tiba pingsan dan aku segera membawamu kesini!"


"Aku sakit apa?"


"Tidak, rasanya sudah berkurang. mungkin efek dari infus ini." jawab Elysa melirik infus yang terpasang.


Jeremi mendekat, dia ingin menekuk dan mencium Elisa, namun gadis itu segera menghindar dengan memegangi hidung nya.


"Kenapa, apa aku bau?" Jeremi mencium pakaian nya sendiri.


"Perasaan aku sudah mandi dan wangi."


"Iya, tapi aku tidak suka dengan wangi farfum mu yang membuat ku kembali merasa mual dan pusing." jawab Elisa.

__ADS_1


"Baiklah, besok aku akan ganti farfum dengan wangi yang kamu sukai." jawab Jeremi merasa ada yang aneh dengan Elisa, karena biasanya dia tidak pernah mempermasalahkan hal ini.


"Sebaiknya tidak usah pakai farfum ataupun pewangi ruangan, karena membuatku bertambah pusing dan mual-mual saja." jawab Elisa.


Tidak lama dokter datang sambil tersenyum menghampiri pasangan ini, seraya membawa hasil pemeriksaannya barusan.


"Selamat tuan, istri Anda tengah hamil muda. usia kandungannya masuk minggu ke tiga." terang Dokter.


"Apa hamil?"


"Alhamdulillah, sayang akirnya kita diberikan kepercayaan lagi." dengan mata berbinar-binar bahagia, Jeremi memeluk Elisa dengan penuh haru.


"Sebaiknya, kurangi aktivitas berhubungan pada awal-awal ini. karena masih sangat rawan. apalagi nyonya Elisa pernah mengalami keguguran."


"Iya dokter."


"Ini resep obat dan beberapa vitamin, untuk membantu mengurangi rasa mual dan pusingnya."


Jeremi dan Elisa sangat bahagia, karena mereka kembali diberikan kepercayaan dari yang diatas secepat ini.


"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu?"


"Tidak! aku hanya ingin cepat pulang dan langsung istrahat."

__ADS_1


"Baiklah."


__ADS_2