Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Menikahi seorang janda


__ADS_3

Vella benar-benar menikmati waktu kebersamaan nya dengan Elisa, sudah lama mereka tidak seperti ini lagi.


"Vella, bukanya aku menolak. tapi bagaimana dengan suamimu. jika kamu memakai uangnya untuk belanja ku juga." tolak Elisa.


"Dia tidak akan marah, lagian kita tidak bisa setiap saat seperti ini." jawab Vella yang mengunakan kartu ATM Alex untuk membayar semua belanja mereka berdua.


"Vella, perhatikan kerumunan didepan." ucap Elisa, seketika Ravela mengikuti arah pandang Elisa.


"Bukankah itu aktor favorit kita, Jeremy."


"Yah, benar sekali."


Elisa menarik tangan Vella, ikut bergabung dengan para fans wanita yang lain, mereka sibuk mengajak Jeremy untuk foto Selfi bareng.


"Jeremy, kamu tampan banget." Ucay Elisa kegirangan setelah berhasil foto bareng.


Dari sekian banyak wanita cantik yang ingin berebut foto bareng, padangan Jeremy tertuju hanya pada satu wanita cantik, bahkan dia sendiri yang menghampiri Vella, yang tengah menatap kagum kearahnya.


"Hay." sapa Jeremy.


"Jeremy."


Vella kaget melihat pria tampan yang menjadi idolanya selama ini sudah berdiri dihadapannya.

__ADS_1


"Apa kamu, ingin foto bareng dengan ku?"


"Mau...mau banget."


Seketika Vella mengeluarkan ponselnya, tapi kembali dia urungkan. dia takut jika sewaktu-waktu Alex memeriksa galeri ponselnya dan menemukan foto ini, Alex pasti akan salah paham, Vella masih teringat jelas dengan perjanjian pranikah mereka. dimana dia juga akan mendapatkan kompensasi dalam jumlah besar setelah perceraian mereka. meskipun tanpa waktu yang ditentukan, namun jika dia melakukan kesalahan akan ada konsekuensi yang akan dia terima.


"Vella, pakai ponsel ku saja." tawar Elisa seakan mengerti dengan apa yang tengah dipikirkan oleh sahabat nya itu.


Setelah mereka foto-foto, Jeremy secara khusus mengajak Vella duduk disebelahnya.


"Nona cantik, apa kamu memiliki pertanyaan untuk Jeremy?" tanya seorang host.


Vella menatap dalam Jeremi, seketika pikiran gila nya muncul. dengan membayangkan dirinya sudah menjadi janda dan Alex hidup bahagia bersama Natali.


"Jeremy, apa kamu mau menikah dengan seorang janda?" tanya Vella tiba-tiba, namun dia segera menutup mulutnya, malu dengan ada pertanyaan barusan yang membuat semua seketika heboh. Jeremy menatap Vella dengan senyuman, lalu menjawab dengan santai.


Hari ini Vella benar-benar puas menikmati waktu diluaran, sedangkan asisten Rani dan seorang sopir pribadi lebih memilih menunggu Ravela di mobil.


Menjelang sore, Vella baru sampai dirumah. dia sangat puas karena selain memanjakan diri, bertemu aktor Idola. Vella juga merubah penampilan barunya, termasuk model rambut, disalah satu salon ternama.


"Apa reaksinya Alex, setelah bertemu denganku?" ucap Vella menerka-nerka. seraya menatap penampilan nya di cermin.


"Aku merasa bukan menjadi diriku yang sebenarnya, apa Alex menyukainya ya? tapi kenapa aku berkeinginan tampil cantik dihadapan Alex. huuuffp... Apa peduliku jika pria arogan itu suka atau tidak." Vella bingung dengan perasaannya yang masih labil.

__ADS_1


***


"Ada apa Rey?"


"Tuan, barusan saya mendapat informasi jika kekasih anda Natali. akan kembali pulang." ucap Rey, namun ekspresi yang berbeda ditunjukkan Alex. tidak nampak binar bahagia dari pancaran wajah tampan nya.


"Tuan anda kenapa?"


"Aku bingung dengan perasaanku sendiri." Alex mengusap kasar wajahnya.


"Bukankah seharusnya Tuan senang, dengan kabar bahagia ini, mengingat Opa yang masih menjalani perawatan di negara Amerika dalam waktu lama. sehingga tidak ada yang menghalangi pertemuan tuan dan Natali nantinya." ucap Rey.


"Saat ini aku hanya ingin pulang, gadis itu sudah menghabiskan banyak uang ku hari ini."


"Baiklah tuan."


Rey segera menambah laju kecepatan mobilnya, mengingat jalanan yang mulai lengang. setelah masuk gerbang utama. pelayan membukakan pintu untuk tuan muda.


"Sekarang pulang lah." ucap Alex pada Rey.


"Terimakasih tuan, dan selamat Istrahat."


Melihat kedatangan Alex, Vella langsung menghampiri dengan penampilan terbaru nya. tapi Alex terlihat biasa dan tidak menyukai model rambut Vella.

__ADS_1


"Penampilan mu sangat buruk, tidak seperti kamu yang biasa. aku tidak menyukainya." ucap Alex berjalan menuju kamar pribadinya.


"Dia kenapa? terlihat kusut dan banyak pikiran. oke. besok aku akan kembali menjadi Ravela yang dulu lagi. demi kamu Alex. Astaga!! Apa aku sudah gila, dengan pikiran ku sendiri." Vella menepuk jidatnya sendiri.


__ADS_2