Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kamu Harus Mati, Kenzo


__ADS_3

Perlahan Kenzo duduk di kursi yang sudah disediakan disamping ranjang perawatan, pria itu memperhatikan wajah pucat Natali. seraya menguasap rambut panjangnya sang istri.


"Aku benci kamu, Kenzo. kamu harus mati ditangan ku!"


Natalie tidak bisa menahan diri lagi dengan kepura-puraan nya, dia membuka mata menatap tajam kearah Kenzo, pria tampan itu kaget melihat tatapan tidak bersahabat tersebut.


"Natali, apa yang kamu lakukan?"


Kenzo berusaha mencegah saat Natali melepas paksa selang infus yang terpasang ditangannya, darah segar menetes keluar, namun Natali tidak menghiraukan rasa perih ditanganya.


"Jangan sentuh aku, Kenzo! aku benci... benci padamu. sekarang matilah ditangan ku." teriak Natali.


Natali mengambil pisau yang sudah disembunyikan dari balik bantal nya, siap untuk menghunus perut Kenzo. pria itu refleks menghindari dari serangan yang tidak pernah dia duga sama sekali, menabrak kursi dan meja dihadapannya, tidak butuh lama ruangan mewah itu porak poranda karena amukan Natali yang membabi buta.


"Natalie, apa yang kamu lakukan, sadarlah. apa kamu sudah gila hah." hardik Kenzo.


"Ya, kamu yang sudah membuat ku gila seperti ini. aku tidak peduli apapun lagi. hidup ku sudah hancur..." teriak Natali berusaha untuk bangkit kembali lalu menyerang Kenzo, meskipun tubuh lemah nya beberapa kali terhuyung dan jatuh. namun sekuat apapun usaha Natali, dia akan tetap kalah oleh tenaga Kenzo yang bertindak lebih cepat.

__ADS_1


Kenzo menahan tangan Natali, sehingga pisau yang digunakan untuk memotong buah tersebut terlepas. pengawal dan petugas rumah sakit segera masuk ke dalam ruangan ketika mendengar suara teriakan dan ribut-ribut.


"Natali, tolong kendalikan dirimu. ingat!!! kamu tengah hamil anakku!" teriak Kenzo bercampur amarah dan rasa kawathir.


"Aku tidak peduli, bahkan aku berharap anak ini ikut mati bersamamu." balas Natali yang lepas kendali, melihat hal itu terpaksa dokter menyuntikan pemenang hingga tubuh Natali kembali melemah dan tertidur dipangkuan Kenzo, mereka langsung memberikan pertolongan, Kenzo memopong tubuh Natali merebahkan perlahan diatas ranjang perawatan.


Setelah melakukan pemeriksaan oleh Tim dokter, Natali dipindahkan keruangan khusus, di luar ruangan penjagaan lebih diperketat lagi oleh para pengawal Kenzo. mereka siap siaga jika sewaktu-waktu Natali sadar dan kembali mengamuk.


Kenzo berdiri mematung, dia sadar penyebab Natali berubah brutal, semua itu karena dirinya yang terlalu egois, mengengkang dan otoriter namun semua penyesalan nya terlambat setelah Natali berubah menjadi sangat membenci dirinya, bahkan berniat untuk melenyapkan nyawanya tanpa peduli dengan kehamilan dan dirinya yang akan dipenjara ataupun ikut terluka.


Cukup lama Natali tertidur, begitu bangun dia mendapati dirinya disebuah kamar yang berbeda dari sebelumnya, diluar nampak beberapa orang pengawal berjaga-jaga.


"Tok!Tok!Tok!


"Masuk!" balas Natali dengan suara lemah.


Seorang perawat wanita masuk, menghampiri Natali dengan senyum ramah. membawa peralatan untuk mengelap tubuh dan ember berisi air hangat.

__ADS_1


"Nyonya, izinkan aku membantu mengelap dan membersihkan tubuh mu." ucap perawat tersebut.


Natali menoleh kesal, dia tidak suka jika ada orang lain menyentuh tubuhnya, namun sebuah ide cemerlang langsung membuat nya tersenyum sumringah.


"Baiklah, tapi aku ingin kamu membersihkan tubuh ku di kamar mandi saja, aku tidak nyaman takut ada pengawal yang mengintip." ucap Natali.


"Baiklah, nyonya."


Perawat membantu memegangi selang infus, mendudukkan Natali diposisi yang nyaman dikamar mandi, setelah pakaian Natali berhasil dia lepas satu persatu, tanpa dia duga dengan sigap Natali membungkam mulut sang suster mendorongnya hingga pingsan.


"Maafkan aku terpaksa menyakiti dan melibatkan dirimu dalam permalasahan ku, aku tidak punya pilihan lain." ucap Natali.


Natali segera melepas Pakaian sang perawat lalu mengenakan nya. termasuk masker penutup wajah, bentuk tubuh mereka yang sama-sama mungil sangat mendukung, sehingga saat Natali berjalan keluar tidak ada yang curiga, para pengawal juga sibuk dengan ponsel yang mereka pegang dari pada memperhatikan para perawat wanita yang banyak lalu lalang dihadapan nya.


"Yes, akirnya aku berhasil kabur darimu bajingan, Kenzo."


Dengan uang pas-pasan, Natali memasuki sebuah toko pakaian muslim. membeli gamis dan hijab, yang berukuran sangat dalam, sehingga tidak ada yang patut dicurigai dari penampilan nya.

__ADS_1


***


__ADS_2