Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kerjasama bisnis


__ADS_3

"Tuan Alexander, hari ini jadwal anda memenuhi undangan untuk pertemuan bisinis dengan perusahaan Angkasa group, yang dipimpin oleh tuan Kenzo." ucap Rey.


"Oke, atur pertemuan kami sambil jam makan siang, agar suasana yang tercipta terkesan santai." terang Alex sambil fokus menatap layar laptop dihadapannya.


"Baik, tuan."


Siangnya, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Kenzo langsung menuju restoran mewah yang sudah diatur untuk perempuan bisnis nya dengan Alexander. dalam sebuah ruangan khusus Alex sudah duduk terlebih dahulu sambil memeriksa ponselnya.


"Selamat siang, tuan Alexander. maaf telah membuat anda menunggu!" ucap Kenzo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Kenzo sangat senang karena keinginan nya untuk bisa bekerjasama dengan perusahaan Alex terkabulkan.


"Tidak masalah, lagian anda tidak terlambat tuan Kenzo. tapi saya yang datang nya lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan." jawab Alexander tersenyum ramah.


"Anda memilih tempat yang tepat dan nyaman, dan lebih privasi. untuk membicarakan kerjasama bisnis kita." ucap Kenzo duduk saling berhadapan.


"Terimakasih jika anda menyukai pilihan saya, semoga kedepannya kita bisa lebih cocok dalam berbisnis." ucap Alexander.


"Tentu, tuan Alexander."


"Bagaimana sebelum membicarakan bisinis, kita makan siang dulu. sambil menikmati minuman."


"Boleh juga."

__ADS_1


Kenzo mempunyai dua tujuan terselubung mendekati dan bekerja sama dengan perusahaan Alexander, selain melebarkan sayap bisnis Kenzo juga ingin menyelidiki secara langsung tentang istri dari Alexander yaitu Ravela, semakin banyak informasi yang diperoleh akan mempermudah bagi Kenzo untuk mengetahui siapa Ravela sebenarnya.


Dua pengusaha tampan itu terlihat akrab, meskipun ini baru pertemuan pertama. sesekali Kenzo memperhatikan menu makanan yang dipesan Alexander, sangat sesuai dengan menu kesukaannya.


"Tuan Alexander, ternyata kita juga mempunyai selera yang sama soal menu makanan!" ucap Kenzo.


"Tidak juga, sebelumnya saya tidak pernah mengkonsumsi makanan seperti ini. tapi semenjak menikah saya mulai ikut-ikutan selera istri saya, Ravela." jawab Alex.


"Ravela, nama yang bagus. pasti dia sangat cantik." puji Kenzo.


"Ya, perlu anda ketahui. saya merupakan seorang suami yang posesif dan cemburuan, sehingga saya tidak mengizinkan istri saya bekerja ataupun keluar rumah tanpa penjagaan khusus." ucap Alexander.


"Apa? Natali pernah kabur?"


"Apa anda mengenal istri saya, Natali?" ucap Kenzo berpura-pura terkejut, padahal dia sudah menyelidiki sebelumnya.


"Ya, dia hanyalah wanita masa lalu. tapi anda jangan salah paham karena diantara kami tidak ada hubungan apa-apa lagi." ucap Alex.


"Ha...ha...anda benar, lagian masa lalu biarlah berlalu." ucap Kenzo.


"Saya sangat mencintai Ravela, sehingga tidak mengharapkan kehadiran perempuan lain. maka dari itu saya mulai memberikan kelonggaran padanya, dengan mengizinkan nya pergi ke butik yang dikelola oleh mami agar tidak bosan dirumah. walaupun aku terkadang overprotektif karena kehamilannya, menurut tuan saya salah?"

__ADS_1


"Tidak, karena menurut saya anda sudah menjalankan peran sebagai suami yang baik dan siap siaga." jawab Kenzo.


Hampir satu jam mereka ngobrol-ngobrol, dengan suasana dan topik kehidupan pribadi yang hangat, seakan lupa tujuan utama pertemuan mereka, yang tidak satupun membahas urusan bisnis.


"Kenapa kita jadi membahas urusan pribadi ha...ha..." ucap Alex yang biasanya sangat tertutup dan tidak mudah membicarakan kehidupannya apalagi pada orang lain.


"Ya, aku terbawa suasana. mungkin karena tempat ini sangat nyaman dan privasi, sehingga tanpa sadar kita sudah ngobrol-ngobrol panjang lebar tentang kehidupan masing-masing."


"Oya tuan Alexander, lain kesempatan saya ingin sekali mengundang anda dan istri untuk berkunjung kerumah saya. biar kita bisa lebih dekat lagi sebagai sesama kolega bisnis. karena saya merasa kita memiliki banyak kecocokan, baik dalam hal pribadi maupun kerjasama bisnis." ucap Kenzo, tersenyum karena dia sangat ingin bertemu secara langsung dan melihat Ravela, terutama memperhatikan tanda lahir di telapak kaki sebelah kiri gadis itu, Kenzo begitu yakin dan merasa memiliki suatu ikatan batin yang mengatakan jika Ravela adalah adik perempuan yang selama ini dua cari-cari. tapi dia tidak ingin bertindak gegabah sebelum semua jelas.


"Saya akan tunggu kabar baik, dari Anda." jawab Alex.


"Baiklah, berhubung waktu pertemuan kita sudah mepet, bagaimana jika kita langsung pada persolan bisinis saja."


"Oke, baiklah."


Kenzo membuka laptop, begitu juga dengan Alexander. mereka sibuk dalam perbincangan inti dari pokok pertemuan mereka siang ini, tanpa membahas urusan pribadi lagi.


Satu jam berlalu, keduanya terlihat tersenyum sambil memberikan pendapat dan ide masing-masing. setelah dirasa cocok dua orang pria tampan yang berbeda usia inipun saling berjabat tangan sebagai tanda jika mereka sudah mantap untuk bekerjasama dalam hal bisnis untuk kedepannya.


***

__ADS_1


__ADS_2