Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kembali ke tanah air


__ADS_3

Vella tidak berani menolak, dia ikut masuk membantu menyabuni punggung, keramas dengan aroma sampo yang sama, atas permintaan Alex. yang dulu nya dia tidak menyukai aroma tersebut, namun melihat Vella yang sangat menyukainya, Alex pun ikut-ikutan, dia ingin Ravela merasa nyaman didekat nya.


"Sekarang, aku ingin kamu menyabuni dan mengusap bagian depan." perintah Alex. meskipun mereka bukan pasangan baru lagi, namun Vella sangat malu dihadapkan pada tubuh polos sang suami.


"Kenapa kamu masih malu-malu, bahkan kamu sudah sangat sering melihat bagian tubuh ku, terutama bagian yang sangat sensitif jika tersentuh kulitmu." tunjuk Alex.


"Aaaahh apaan sih, dasar mesum!" umpat Vella namun terdengar ditelinga Alex. sehingga pria tampan itu semakin bersemangat untuk mengerjainya.


"Cepat sabuni hingga bersih, jangan sampai terlewat sedikitpun."


Vella melakukan apa yang diperintahkan Alex, meskipun dia berusaha untuk tidak melihat dan mengalihkan pandangannya.


"Vella tetap lah disampingku selama nya."


"Iya suamiku." tersenyum tulus.


"Bagaimana, jika sekarang kita berdua fokus untuk membuat anak?" bisik Alex menarik Vella kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Tapi aku takut, jika nantinya mengecewakan kamu dan mami." Ucap Vella, terbesit kekhawatiran karena belum juga bisa mengandung keturunan Alex.


"Jangan pikirkan apapun hasilnya, yang penting kita berusaha. segala sesuatu itu butuh proses dan tidak semudah membalikkan telapak tangan." bujuk Alex. Vella membenamkan wajahnya di dada bidang suami nya, merasa lega dengan kata-kata yang terucap, meskipun dia tidak bisa menyingkirkan rasa kawathir dihatinya.


"Saat ini mungkin suamiku masih bisa menerima, tapi bagaimana dengan mami? dia begitu menginginkan kehadiran seorang cucu." bathin Vella gundah.


"Kenapa tiba-tiba wajah mu berubah melow, bagaimana jika kita bulan madu saja. mood yang baik akan membuat kamu tidak terbebani dengan masalah keturunan. percayalah aku sangat mencintaimu." bujuk Alex mengusap sayang rambut Ravela.


"Ya, aku ingin pergi bulan madu, semoga dengan suasana baru aku bisa mengandung." Vella terlihat bersemangat kembali.


"Aku merindukan suasana tanah air, bulan madu dipuncak dengan udara dingin dan bersih, pasti itu sangat menyenangkan."


"Baiklah, besok kita akan pulang."


"Apa mami setuju dengan rencana kita?"


"Ya, mami akan selalu mendukung yang terbaik buat kita, sayang."

__ADS_1


Sore ini mereka kembali melewati dengan bercinta, dalam hatinya Alex berjanji tidak akan pernah meninggalkan Ravela, apapun keadaannya nanti. Vella tersenyum merasa benar-benar dicintai Alex, sehingga hatinya menjadi berbunga-bunga.


***


Pagi yang cerah, persiapan mereka untuk kembali ketanah air sudah diurus oleh asisten Rani, Vella dan Alex berjalan menghampiri mami yang terlihat sedih karena harus berpisah dengan menantu kesayangan nya.


"Mami tidak perlu sedih, kami pasti akan sering berkunjung kesini." ucap Alex.


"Mami, kenapa tidak pulang bareng kami saja, menetap ditanah air akan jauh lebih menyenangkan." tanya Vella.


"Mami masih betah disini nak, selepas kalian bulan madu. mami akan usahakan untuk ikut pulang ke tanah air." ucap mami memeluk Vella, mengantarkan anak menantunya untuk menaiki helikopter pribadinya.


"Hati-hati ya nak, mami mengantungkan harapan besar pada kalian berdua."


"Iya mami." mereka kembali berpelukan hangat.


Melinda melambaikan tangan, melepas kepergian anak menantunya. sampai heli menghilang di udara dan tidak terlihat lagi dari pandangan nya.

__ADS_1


__ADS_2