Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Menikahlah dengan ku


__ADS_3

"Untuk apa Jeremi memberikan aku asisten, apa dia ingin mengawasi ku selama dua puluh empat jam. apa dia pikir aku mampu melarikan diri dari tempat terpencil ini dengan kondisi hamil..dasar pria menyebalkan." umpat Elisa kesal.


"Sarah, pergi kemana dia?" tanya Elisa tanpa mengalihkan perhatian pada pemasangan alam dihadapannya.


"Dia siapa nyonya?"


Elisa memejamkan matanya kesal, dia tidak sudi menyebutkan nama Jeremi dengan bibirnya.


"Bos mu ."


"Ooo tuan muda Jeremi, dia sedang menghadiri rapat besar nyonya. tapi sebelum berangkat tuan meminta pelayan menyiapkan makan malam dan memperlakukan nyonya layaknya ratu dirumah ini, nyonya sangat beruntung menjadi wanita pertama yang diajak tuan muda ke villa ini." ucap Sarah.


"Apa maksudmu?"


"Tuan muda pernah mengatakan, jika Villa ini dibangun untuk anak dan istri yang sangat dicintainya dan itu adalah nyonya." ucap Sarah tersenyum.

__ADS_1


"Kamu salah, hubungan kami tidak seindah itu." ucap Elisa jengah.


Tidak lama, sebuah mobil mewah memasuki area gerbang. Elisa menatap pria tampan yang tersenyum lepas dengan kaca mata hitam melangkah keluar berjalan semakin mendekat kearahnya duduk.


"Sial!!! penjahat kelamin itu terlihat semakin tampan dan mempesona, dengan kaca mata hitamnya. tidak...kamu tidak boleh lemah dan tergoda padanya, Elisa." berusaha meyakinkan dirinya.


"Ehem!! suasana disini sangat tenang dan nyaman ya, apa kamu menyukai nya?" sapa Jeremi mencoba mencairkan suasana.


"Huh!"


Elisa memilih membuang muka ke sisi kanannya dan diam seribu basa membiarkan rambut panjang nya tergerai lepas, sedangkan asisten Sarah langsung mundur perlahan setelah melihat kedatangan tuan mudanya.


"Aku tidak tahu harus menjawab apa, kenapa aku yang kamu pilih, bukankah masih banyak wanita cantik diluaran sana yang begitu mudah kamu dapatkan."


"Tidak Elisa, hanya kamu yang pantas melahirkan keturunan ku. kamu wanita baik-baik yang mampu menjaga keperawanan di zaman modern ini. selama ini aku terus mencari wanita yang terbaik untuk ku, namun aku selalu gagal mendapatkan nya, dan kebanyakan yang mengejar-ngejar cintaku adalah para wanita yang hidup nya dihabiskan untuk bersenang-senang saja tidak mandiri seperti kamu. aku sudah capek bertualang mencari cinta sejati ku." ucap Jeremi menerawang.

__ADS_1


"Jangan terlalu berbelit-belit, katakan saja apa mau mu?"


"Aku ingin malam ini kita menikah, kamu tidak perlu kawathir. pernikahan kita tertutup dan hanya sah dimata agama, please Elisa jangan tolak keinginan baik ku untuk bertanggungjawab pada bayi dalam kandungan mu." ucap Jeremi.


Sebelum menjawab, Elisa memejamkan matanya. pernikahan sekali seumur hidupnya yang dulu begitu dia nanti-nantikan bersama Frans, namun telah kandas, sekarang dia akan menikah dengan Jeremi, Elisa berusaha berfikir jernih paling tidak demi bayi dalam kandungannya, perlahan gadis itu menganggukan kepalanya.


"Yes!" ucap Jeremi.


Jeremi mengepalkan tangannya senang, dia meminta asisten Sarah untuk mendandani Elisa. meskipun pernikahan mereka tertutup namun dia ingin melihat Elisa tetap tampil cantik dengan kebaya putih yang melekat ditubuh indahnya sebagai pengantin wanitanya.


Tidak butuh waktu lama, Jeremi memanggil seorang penghulu dan seorang wali hakim untuk menjadi wali dari Elisa. serta beberapa orang saksi, atas permintaan Elysa mereka juga meminta izin pada kedua orang tua Elisa yang semula sempat kaget dan syok mendengar permintaan anaknya yang ingin menikah buru-buru dan harus diawali oleh wali hakim, meskipun pada akhirnya mereka tetap memberikan restu dan ingin yang terbaik untuk anak perempuannya yang tinggal sendiri diluar kota.


"Jika kamu sudah tidak sibuk, pulanglah nak. ajak sekalian suamimu. ibu juga ingin melihat seperti apa rupa suamimu itu, nak." ucap ibu diseberang sana.


"Tentu ibu, Elisa minta doa restu dari ibu dan bapak. semoga keputusan menikah adalah jalan terbaik untuk kita semua."

__ADS_1


"Tentu anakku, doa ibu dan bapak selalu menyertai mu, Amiiin."


***


__ADS_2