
"Bagus dan mewah banget!"
Sena menatap takjub kamar yang ditempati Ravela dan Alex, langkah kakinya diikuti mama Arini. mereka dengan antusias langsung membuka satu persatu isi lemari dan mencoba pakaian Ravela, termasuk beberapa perhiasan yang sengaja dibelikan Alex agar penampilan Ravela selaku istrinya jauh lebih baik.
"Mama ngak nyangka jika kamu memiliki barang-barang semewah ini, Vella." puji Arini.
"Ini bukan milik ku, ma. tapi asisten Alex yang sudah menyediakan untuk aku kenakan." jawab Vella merasa tidak enak dengan sikap Arini dan Sena.
"Alaa.., barang-barang ini sudah menjadi milikmu Vella. kamu bebas mengenakan sesuka hati ataupun memberikan pada orang lain." ucap Sena.
Saat Vella lengah, Sena langsung mencuri semua perhiasan itu dan beberapa potong pakaian Vella, dengan memasukkan kedalam tas nya. dia yakin sekali perbuatan nya itu tidak akan diketahui siapapun.
"Kak Sena, apa yang kakak sembunyikan?"
"Tidak ada, kakak cuma ingin mengambil salah satu gaun mu yang ini, please jangan marah ya. lusa kakak mau mengadakan makan malam romantis dengan Nick. kakak tidak punya gaun mahal, boleh ya Vella." bujuk Sena dengan tatapan memelas.
"Berikan saja Vella, Alex tidak akan mengetahuinya." Ucap Arini.
"Baiklah kak."
Sena dan Arini tidak menyadari jika usaha mereka sia-sia, karena Alex lebih dulu mengetahui saat curiga dan mengecek melalui cctv rumahnya. termasuk perbuatan Arini yang juga beraksi dengan menyembunyikan beberapa miniatur mahal, milik sang mami.
Saat akan pulang, pengawal langsung mencegat langkah Arini dan Sena. mereka diminta untuk mengeluarkan isi tas dan melakukan pemeriksaan khusus.
"Ada apa ini? kalian jangan sembarang memperlakukan kami. ingat! aku mertua nya Alex." bentak Arini, berusaha sok galak, padahal dia dan Sena mulai gemetaran dan takut jika perbuatan mereka akan ketahuan.
"Hey hentikan perbuatan kalian, pada keluarga ku." ucap Vella kesal.
"Maaf nyonya, kami hanya menjalankan perintah dari tuan muda." ucap pengawal.
Tidak lama, mobil Alex meluncur memasuki halaman rumah yang luas, melihat kedatangan Alex. Sena dan Arini semakin ketakutan dan ingin kabur tapi tidak bisa.
Ravela seketika mengerut keningnya, saat melihat Alex keluar dari mobilnya.
"Tumben Tuan arogan itu pulang cepat, biasa sore atau malam. apa mama dan kak Sena benar-benar sudah melakukan kesalahan besar." Gumam Vella khawatir.
"Bawa mereka kedalam!"
__ADS_1
"Baiklah, tuan muda."
Sampai didalam, Alex duduk menyilakan kakinya dihadapan Sena dan mama Arini, sedangkan Ravela diminta masuk kedalam kamar.
"Kenapa kalian berani mencuri dalam rumah ku, memanfaatkan kebaikan dan kepolosan istri ku?" ucap Alex.
"Tuan maafkan kami, kami berdua kilaf dan tidak sadar akan apa yang sudah kami berdua perbuat." Ucap Arini diikuti Sena.
"Kalian berdua memang serakah, apa masih kurang apa yang sudah aku dan istriku berikan selama ini, Hah?"
"I..iya tuan, kami mengaku salah."
"Aku tahu kalian tidak pernah memperlakukan Vella dengan baik, selama hidup dan tinggal bersama kalian, dia diperlakukan layaknya pembantu dan penebus hutang. jadi jangan harap aku bisa menghormati kalian layak nya saudara yang sesungguhnya." bentak Alex.
"Maafkan kami tuan."
"Sekarang pergilah, dan jangan pernah muncul lagi dirumah ku ini."
Ariani dan Sena segera bangkit, mereka menarik nafas lega karena Alex tidak memenjarakan ataupun mempermasalahkan lebih jauh lagi perbuatan mereka berdua.
***
Dikamar, Ravela langsung menyiapkan air hangat mandi serta baju ganti untuk Alex, yang sudah menjadi tugas rutinnya setiap suami pulang kerja.
Setelah kepergian Arini dan Sena, Alex segera kekamar mendekati Vella yang menatap penasaran kerah nya. kemudian Vella mengumpulkan keberanian untuk bertanya dan memastikan apa yang terjadi pada keluarga angkatnya.
"Suamiku, mana kak Sena dan mama?" ucap Vella, sambil memainkan jemarinya berharap tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mengingat hanya merekalah keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Ravela saat ini, meskipun hubungan mereka tidak terlihat layaknya keluarga.
Alex tidak menanggapi pertanyaan Vella, dia masih sibuk dengan ponselnya, sehingga Vella kembali mengulangi pertanyaan yang sama.
"Kamu pikir, orang seperti ku ini mempunyai waktu untuk mengurus perbuatan buruk keluarga angkat mu." Terdengar suara lantang Alex dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"Ma.. maaf suamiku, aku tidak bermaksud seperti itu. aku rasa ini hanya kesalah pahaman saja." Ucapan Vella langsung terhenti ketika Alex memberikan isyarat dengan tangan, menyuruh dirinya untuk diam.
"Kesalahpahaman menurut mu?"
Alex membuka rekaman cctv yang terhubung langsung dengan ponselnya, lalu memperlihatkan pada Ravela.
"Astaga."
Ravela membungkam mulutnya dengan punggung telapak tangannya sendiri, dia benar-benar merasa malu melihat hasil rekaman cctv tersebut.
"Kak Sena dan mama, kenapa kalian membuat ku benar-benar malu dan tidak mempunyai arti dihadapan Tuan arogan ini. Apa uang yang kalian peroleh selama ini masih kurang," bathin Ravela tertunduk sedih.
"Kenapa wajahmu berubah menjadi melow seperti ini, apa kamu tidak terima keputusan ku dan membenarkan perbuatan mereka." tanya Alex.
"Tidak, sama sekali suamiku. bahkan aku ingin meminta maaf atas perbuatan keluarga ku sendiri." jawab Ravela memaksakan senyuman.
"Apa minta maaf, dan kamu masih menganggap mereka keluarga. Vella buka matamu, selama ini mereka hanya memanfaatkan kepolosan dan kebaikan mu, tidak lebih. Masih bersyukur lah, aku tidak memenjarakan mereka. Karena mengingat seberapa berarti nya mereka bagimu." ucap Alex.
"Terimakasih suamiku, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu." Ucap Ravela penuh haru.
"Sekarang matikan lampu aku ingin tidur." perintah Alex masuk kedalam selimutnya.
Ravela berjalan mencari tombol lampu, setelah itu ikut merebahkan tubuhnya disebelah Alex, malam ini mereka lalui tanpa percintaan panas seperti biasanya.
__ADS_1