
"Meskipun kamu menang, dengan mendapatkan materi yang melimpah dari Alex, tapi sayang sekali. kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan hati dan cinta dari pria yang menjadi suamimu sendiri." ucap Natali tersenyum sinis seakan mentertawakan kekalahan Ravela.
Vella berusaha tersenyum, meskipun dalam hatinya dia membenarkan kata-kata yang terucap dari Natali. seakan kembali mengingatkan Vella agar tahu diri akan status pernikahan mereka. sehingga tidak berharap lebih pada Alex selain uang dan kemewahan sesaat.
"Natali, aku juga ingin bertanya tentang hubungan kalian, dan alasan apa yang membuat opa tidak pernah merestui hubungan kalian?" tanya Vella seakan mendapat senjata untuk membalas Natali.
"Opa tidak menyukai profesi pekerjaan ku, karena opa lebih menyukai seorang gadis sederhana, tidak mempunyai gaya kehidupan modern seperti diriku." jawab Natali berubah sendu.
"Aku bisa mengerti, Natali. berusaha lah untuk mendapatkan restu dari opa. ataupun mempertahankan cinta Alex karena seseorang bisa saja berubah." ucap Vella.
"Apa maksudmu, apa kamu berkeinginan untuk merebut Alex sepenuhnya dariku?"
"Tidak, tapi aku hanya mengingatkan mu."
"Selama pernikahan kalian, apa kamu tidak memiliki perasaan apa-apa pada Alex?"
"Tidak, bahkan aku berharap kalian bisa bersatu. sehingga aku bisa terbebas dari pernikahan yang tanpa dilandasi cinta seperti ini." jawab Vella yang tidak ingin berdebat lagi dengan Natali, yang terlihat senang dengan jawaban Vella barusan.
***
__ADS_1
"Brengsek, ternyata Vella masih membahas tentang perceraian. jangan harap untuk bisa Kris dariku, Ravela." Alex mengepalkan tangannya, begitu mendapat kiriman rekaman percakapan Natali dan Vella sewaktu di taman, kedua perempuan itu tidak menyadari jika asisten Rani sudah menyadap obrolan mereka, lalu dikirim kan pada Alex. yang merupakan tugas utamanya.
"Tuan, tolong kendalikan emosi anda. untuk menghadapi nona Vella, tuan harus lebih banyak bersabar dan jangan buat dia merasa takut ataupun tertekan." bujuk Rey, seraya menyerahkan sebotol air mineral dingin, berharap suasana hati Alex yang panas bisa didinginkan kembali.
"Tuan, boleh aku memberikan sedikit saran dan bertanya masalah pribadi mu?" ucap Rey yang sudah seperti sahabat bagi Alex.
"Ya!"
"Apa anda menyukai nona Vella."
"Entahlah, aku bingung dengan perasaanku sendiri." Alex mengusap gusar wajah nya.
"Aku sudah berusaha mengabaikan Natali, meskipun aku juga tidak tega untuk menyakiti perasaan nya. tapi Natali belum terima dengan perubahan sikap ku dan masih berusaha mempertahankan hubungan kami. aku juga tidak bisa melarang nya untuk terus datang kekantor bahkan dia juga sudah berani mendatangi Vella kerumah." ucap Alex.
"Ya tuan, aku juga mengkhawatirkan kondisi opa Anda sendiri, seandainya dia mengetahui hal ini." Ucay Rey.
"Aku harus mengambil tindakan tegas tentang hubungan ku dengan Natali, meskipun ini tidak adil baginya, tapi inilah yang terbaik." ucap Alex.
"Tuan, aku bisa mengambil kesimpulan, jika tuan sudah jatuh cinta pada istri sendiri." ucap Rey.
__ADS_1
"Jaga ucapan mu Rey, ini mustahil."
Alex yang masih kesal, langsung memilih untuk pulang. selama dalam perjalanan dia masih memikirkan kata-kata Rey.
"Apa aku sudah jatuh cinta pada Ravela?"
Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di benak Alex, hingga dia menambah laju kecepatan mobilnya. begitu turun dari mobil, Alex segera menuju pintu masuk, dimana Ravela sudah menyambut kedatangan nya dengan senyuman.
"Apa saja, kegiatan mu dirumah hari ini?"
"Seperti biasa, baca novel, nonton dan berolahraga. sorenya menyambut suamiku pulang kerja." jawab Vella enteng seraya membawakan tas kerja Alex.
"Bukankah kamu ngobrol lama dengan Natali?"
DEGH!
"Suamiku, apa kamu mengetahui kedatangan Natali? maaf dia datang berkunjung tiba-tiba tanpa aku mengundang nya."
"Ya, tapi yang menjadi masalah keinginan mu untuk segera mengakhiri hubungan pernikahan kita." ucap Alex dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Maafkan aku, saat itu aku terpancing dengan kata-kata Natali, sehingga ucapan itu meluncur begitu saja dari bibir ku." Vella mulai merasakan aura berbeda dari ekspresi kemarahan Alex.