
Tiga tahun kemudian......
"Alex, apa kamu akan kembali ke tepi danau itu lagi, nak?"
"Iya, mi. akan akan terus mengunjungi pulau itu setiap tahunnya. sekarang tepat tiga tahun kepergian Ravela, aku ingin mengenang saat-saat indah hari terakhir kebersamaan kami disana." ucap Alex dengan mata mengembun.
Pria tampan yang belum bisa move on dari sang istri, mengendarai mobilnya seorang diri. menuju suatu tempat yang sangat bersejarah baginya. seperti biasanya, Alex duduk seorang diri ditepi danau membawa buket bunga anyelir putih kesukaan Ravela.
Disaat yang bersamaan, seorang bocah kecil berlarian dengan bola kesayangannya. hari ini Revano diajak jalan-jalan oleh Oma dan opa nya untuk bermain-main ditepi danau, tidak jauh dari lokasi keberadaan Alex saat ini.
Sepasang suami-istri itu begitu menyayangi cucu mereka satu-satunya, sedangkan Rosalina mulai sibuk mengelola perusahaan kecil milik kekuarga angkatnya yang kebetulan akan bekerjasama dengan perusahaan besar The King' dibawah pimpinan Alexander. sehingga dia perlu persiapan yang matang agar permohonan kerjasamanya nanti tidak mendapatkan penolakan.
"Revan, hati-hati sayang. nanti kamu jatuh." ucap Oma khawatir melihat cucunya yang semakin aktif berlarian.
Revan tidak mendengarkan teriakan sang Oma, dia lebih asyik dengan mengejar dan menendang bolanya, hingga mengenai tubuh seorang pria yang tengah larut dalam lamunan panjang nya.
"Bruuggh...."
Alex terlonjak kaget, begitu kepalanya terkena lemparan bola. seketika dia menyambar bola tersebut dengan rahang yang bergetar.
"Siapa yang sudah berani melempari ku?"
"Kebalikan bola, Evan..."
__ADS_1
Alex reflek menoleh kebelakang, menatap anak kecil yang tengah menjulurkan tangannya meminta bola yang dipegangnya.
Pandangan Alex tidak lepas dari mata anak itu, yang mengingatkan nya pada bola mata bulat hitam milik Ravela. sedangkan raut wajah mirip sekali versi Alex masa kecil.
"Hallo nak, siapa namamu?" sapa Alex ramah seraya memberikan bola ditangan nya.
"Evan, om."
"Nama yang bagus, mana orang tua mu?"
"Di cana!" tunjuk Evan pada sepasang suami istri yang tengah berlari kearah mereka.
"Tuan maafkan cucu saya, dia tidak sengaja melakukannya." ucap Oma menarik Revan kepelukanya.
"Kalau begitu terimakasih, karena tuan tidak mempermasalahkan kesalahan yang sudah dilakukan oleh cucu saya."
"Evan, maukah kamu menjadi teman om?" ucap Alex penuh harap, dia merasa memiliki ikatan bathin yang begitu kuat dengan bocah yang bernama Evan tersebut.
"Mau, om."
Alex berbinar-binar bahagia, dia menarik Evan kedalam pelukannya. mengajak Evan dan Oma opanya memasuki sebuah restoran, Alex ingin mengorek banyak informasi mengenai Evan, keyakinannya begitu kuat jika anak tersebut adalah anaknya dengan Ravela, namun dia tidak ingin bertidak gegabah dan terbawa ilusi dengan pikirannya sendiri.
"Nyonya, kalau boleh tahu dimanakah orang tua Evan saat ini?"
__ADS_1
"Rosalina, anak kami. sedang sibuk bekerja menggantikan posisi papanya, mengurus perusahaan keluarga yang tidak terlalu besar."
"Jadi nama anak nyonya Rosalina?" raut kecewa terpancar dari wajah Alex.
"Ya!"
"Kalau suaminya?"
"Dia tidak memiliki suami lagi, Rosalina adalah wanita yang tangguh dan kuat, meskipun dia seorang singel parent yang kehilangan ingatan karena sebuah kejadian dimasa lalu...ah maaf saya terlalu banyak bercerita." ucap Camelia menutup mulutnya menyesal. mengingat selama ini dia tidak pernah terbuka terhadap orang lain, namun entah kenapa dia begitu mudah bercerita pada Alex yang baru saja dia kenal.
"Aku sudah seringkali mengingat kamu, untuk selalu berhati-hati, ingat Rosalina dulu pernah dianiaya seseorang sewaktu kita bertemu pertama kali dengan nya." bisik Jims seraya menarik tangan istri nya untuk menjauh.
"Permisi tuan Alex, kami harus pergi sekarang." Jims menarik Revan kedalam gendongan nya, membimbing tangan sang istri meninggalkan lokasi pulau yang begitu indah memanjakan mata setiap pengunjung nya.
Sedangkan Alex tersenyum bahagia, seraya memegangi sehelai rambut Revan yang sempat diambilnya. secercah harapan untuk menemukan anak dan istrinya membuat Alex semakin bersemangat memacu mobilnya menuju sebuah rumah sakit ternama, untuk melakukan tes DNA dirinya dan Revan.
Alex juga menghubungi asistennya untuk mengorek informasi lebih lengkap lagi.
"Rey, tolong selidiki tentang pengusaha bernama Jims, dan juga putri mereka yang bernama Rosalina." perintah Alex.
"Baiklah tuan."
"Aku ingin, kamu memberikan hasil secepatnya."
__ADS_1