
Setelah hampir satu jam mutar-mutar, namun tidak ada tanda-tanda Jeremi akan memasuki sebuah perumahan ataupun apartemen.
"Brengsek, kemana menghilang nya Jeremi?" umpat Grace kesal.
"Rasain kamu Grace, kamu pikir aku pria bodoh. aku tidak akan jatuh dua kali ke lubang yang sama." Jeremi menyeringai puas karena berhasil mengerjai gadis yang mempunyai obsesi dan ambisi yang kuat itu.
Grace masih tidak menyerah, begitu melihat kembali mobil Jeremi, dia kembali mengikuti hingga mobil Jeremi memasuki kawasan sepi dan rawan begal.
"Untuk apa Jeremi memasuki kawasan sepi dan rawan ini? aaah...sial." Grace memukul stir mobil kesal, lalu berbalik arah setelah perjuangan panjang nya tidak membuahkan hasil.
"Bagaimana Grace, apa kamu berhasil mendapatkan Jeremi kembali kepangkuan mu?" tanya David.
"Brengsek! dia menolak ku mentah-mentah. sekarang dia berhasil mengerjai ku." ucap Grace kesal.
__ADS_1
"Tentu saja, karena Jeremi sudah menikah dengan perempuan yang sangat cantik, terutama wanita baik-baik dan rumahan." jawab David yang sudah menyelidiki hubungan Jeremi dan Elisa.
"Hubungan macam apa itu? monoton dan sangat membosankan bagiku, yang lebih menyukai kehidupan yang bebas dari tekanan dan tuntutan dari pasangan masing-masing, karena hidup ini cuma sekali dan kita harus bisa memanfaatkan nya sebaik mungkin. termasuk mendapatkan Jeremi yang merupakan sebuah obsesi bagiku yang tidak suka penolakan." jawab Grace yang mempunyai prinsip berbeda dari kebanyakan perempuan diluaran sana.
"Tenang masih banyak cara untuk membuat Jeremi kembali pada mu, aku siap membantu Grace. sekarang temui aku di klub malam tempat biasa kita menghabiskan waktu, malam ini kamu harus bersenang-senang agar bisa mendapatkan ide." ucap David memberikan solusi.
"Baiklah." Grace melajukan mobilnya menuju klub.
Lekuk tubuhnya yang seksi membuat semua mata beralih menatap nya, Grace merasa sangat tersanjung.
David merentangkan kedua tangannya, mereka berpelukan hangat sambil menikmati minuman yang akhirnya akan membuat teller dan melakukan sesuatu yang tidak pantas mereka lakukan sebagai pasangan tanpa ikatan apapun. yang terpikir dihati mereka hanyalah kesenangan duniawi yang sesaat.
Sampai dirumah, Jeremi menatap Elisa yang sudah tertidur pulas, dia tidak tega membangunkan dan lebih memilih membersihkan tubuhnya setelah itu ikut merebahkan tubuh lelahnya disamping Elisa.
__ADS_1
"Sekarang kamulah masa depan ku, semoga hubungan kita menjadi lebih baik lagi kedepannya, muuuacch." Jeremy mengecup kening Elisa dengan penuh perasaan sayang. meskipun matanya terpejam, namun bibir Elisa menyunging kan sebuah senyuman manis.
***
Grace tidak pernah mau menyerah, kali ini dia kembali mendatangi Jeremi ditempat kerjanya. dengan penampilan yang jauh lebih berani.
"Kali ini aku tidak boleh gagal lagi, dan dikalahkan oleh perempuan kampungan itu, Jeremi harus aku dapatkan." tersenyum sinis.
"Grace! untuk apa kamu kembali menemui ku." ucap Jeremi buang muka, terbesit rasa kawathir dihati Jeremi saat ini. karena Elisa akan datang siang ini kekantor nya untuk makan siang bareng.
"Aku harus berhasil mengusir Grace, sebelum kedatangan Elisa. aku tidak ingin dia salah paham." bathin Jeremi.
"Cepat pergi Grace, sebelum kesabaran ku habis."
__ADS_1
Grace yang sudah tahu kedatangan Elisa, langsung menarik tubuh Jeremi hingga mereka sama-sama jatuh di atas sofa empuk, tempat yang pernah mereka gunakan untuk bercinta dulunya.
"Ayolah Jeremi, aku sangat merindukan sentuhan mu. anggap saja ini sebagai salam perpisahan kita untuk yang terakhir kalinya. setelah ini aku berjanji tidak akan pernah muncul lagi dihadapan mu please." bujuk Grace mengalungkan kedua tangannya dileher Jeremi dengan posisi yang begitu intim.