
Alex terlihat jauh lebih segar, dia baru saja selesai mandi dengan pakaian baru yang sengaja dipesan secara online untuk diantar ke rumah sakit. pria tampan itu asyik mengeringkan rambutnya lalu merapikan. tercium aroma wangi dan maskulin dari farfum mahal dan minyak rambut yang digunakan nya. Vella terus memperhatikan pergerakan suaminya.
"Semakin hari Alex terlihat semakin tampan, apa ini perasaan ku saja, atau bawaan bayiku?" gumam Vella lalu kembali curi-curi pandang ke arah Alex yang duduk di sofa sambil menyalakan laptop.
Meskipun dia menemani sang istri dirawat dirumah sakit, namun Alex tidak melalaikan pekerjaan nya. dia tetap fokus bekerja dengan laptop dan laporan yang dikirimkan orang-orang kepercayaannya.
"Sepertinya Vella terus memperhatikan aku?"
Alex bisa merasakan jika dirinya tengah diperhatikan oleh sepasang mata, sehingga Alex sengaja melirik Vella dengan sudut matanya seraya tersenyum simpul.
"Ada apa dengan istri ku, apa dia bertambah cinta melihat penampilan ku atau bawaan bayi kami yang butuh belaian kasih sayang. karena dari tatapan matanya Vella sepertinya mengagumi ku." Alex tersenyum senang penuh percaya diri berjalan mendekati Vella yang masih terpana.
"Vella, kamu kenapa bengong menatap ku. apa aku terlihat semakin tampan?" goda Alex menjentikkan jarinya. Vella langsung tersadar sambil menahan malu, karena ketahuan mencuri pandang pada suaminya sendiri.
"Tidak, aku hanya ingin mandi. tapi tidak ingin merepotkan siapapun." menjawab asal.
"Kalau begitu kenapa air liur mu sampai menetes melihat ketampanan ku?"
__ADS_1
"Apa?"
Vella refleks mengusap mulutnya, sedangkan Alex tertawa lepas melihat keluguan istri nya yang polos. wajah Vella berubah kesal begitu sadar jika Alex kembali menjahili nya.
"Baiklah, aku akan memandikan mu dengan penuh belaian kasih sayang."
"Jangan!" tolak Vella karena sudah bisa membayangkan belaian kasih sayang versi Alex, yang ujung-ujungnya akan diakhiri dengan percintaan.
"Kenapa, lagian aku sudah hafal setiap lekuk tubuh mu. jadi untuk apa masih malu-malu." Alex mengedipkan sebelah matanya dengan tatapan genit.
"Bukan begitu suamiku, aku lupa. barusan perawat wanita sudah membantu membersihkan tubuh ku lalu mengganti pakaian dengan yang baru." ucap Vella berusaha untuk menghindari ciuman Alex.
"Tidak sama sekali, sudahlah, tidak perlu dipikirkan ucapan ku barusan. suamiku kamu pasti sibuk, lanjutkan saja pekerjaan mu."
"Baiklah, jika butuh sesuatu panggil aku."
"Tentu, suamiku."
__ADS_1
Vella menyentuh lembut wajah Alex dengan kedua tangannya, tanpa sadar ciuman hangat mendarat dikedua pipi Alex. Vella begitu ingin bermanja-manja, bahkan dia mengucek asal rambut Alex yang baru saja dia rapikan.
"Suamiku, kamu terlihat lucu dan menggemaskan banget sih jika seperti ini?" ucap Vella tertawa lepas setelah melihat penampilan rambut Alex yang kembali berantakan karena ulahnya.
"Terimakasih atas ciuman nya, aku suka dengan sikap mu yang bertambah manis dan imut." ucap Alex dengan memberi balasan ciuman hampir di seluruh wajah dan leher Vella.
"Cukup ufffftt..."
Alex melepaskan ciuman bibir nya, ketika melihat Vella yang mulai kewalahan, lalu melanjutkan kembali setelah Vella bernafas dengan benar. semakin lama ciumannya semakin dalam. setelah puas Alex baru melepaskan nya kembali.
"Suamiku, kamu dipancing dikit aja langsung beraksi."
"Tentu, karena suamimu ini masih pria sejati dan normal. apa kamu ingin kita melanjutkan nya dengan olah Raga ranjang."
"Tuan, ini rumah sakit. bukan tempat penginapan untuk bercinta." ucap Vella dengan tatapan tajam.
"Siapa bilang ini hotel."
__ADS_1
"Sudahlah aku mau tidur."
Vella memejamkan mata menyembunyikan kegundahan hatinya dari rasa malu lalu dia berpura-pura tidur agar Alex tidak menuntut nya untuk melakukan hal yang lebih gila lagi.