
"Isteri ku, kamu jangan risau. karena aku akan membantu mu melewati ini semua, termasuk mencari pengobatan terbaik agar ingatan mu kembali pulih." ucap Alex saat kembali mengunjungi sang istri di tempat kerjanya.
Ravela tersenyum menanggapi, dia merasakan kasih sayang Alex yang begitu besar untuk nya dan juga Revan, anak mereka. sehingga Vella tidak membatah lagi ketika Alex kembali menunjuknya untuk kembali pulang kerumah mereka.
"Baiklah, bagaimana pun juga Revan butuh sosok dan perhatian seorang ayah disamping nya. mungkin dengan kita tinggal bersama ingatanku bisa berangsur-angsur pulih." jawab Vella, bahkan dia menerima sentuhan-sentuhan lembut Alex yang menelusuri wajah cantik nya.
"Aku akan menghubungi mamiku dan juga kakakmu, Kenzo. mereka pasti akan sangat bahagia begitu bertemu dengan mu kembali." ucap Alex yang membuat Ravela menitikkan air mata haru.
"Sayang, kamu kenapa menagis?"
"Aku terharu, begitu mengetahui ternyata banyak orang-orang yang menyayangiku dan bersedih kehilangan ku." Alex mengusap lembut air mata Ravela dengan ibu jarinya. lalu mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Kenzo untuk datang kerumah besar, begitu juga dengan mami Melinda yang sudah menyiapkan penyambutan untuk Ravela, dengan memasak menu makanan kesukaan sang menantu dan juga keluarga barunya yang ikut berkunjung.
"Alex, apa setelah ini aku masih bisa bekerja diperusahaan ayah angkat ku?" tanya Ravela ragu-ragu, dia yakin Alex tidak akan setuju dengan permintaan nya ini.
"Kenapa harus bekerja, aku akan memberikan apapun yang kamu dan Revan inginkan." ucap Alex mengelus lembut tangan Ravela dalam genggamannya.
__ADS_1
"Ini bukanlah masalah materi, tapi tentang kelangsungan perusahaan orang tua angkat ku yang telah mempercayakan semuanya padaku."
"Aku paham sayang, serahkan dan percayakan semuanya padaku. aku akan menempatkan orang-orang kepercayaan ku untuk mengelola dan memajukan perusahaan tersebut, bahkan akan berkembang lebih besar dari yang sekarang. asalkan kamu mau menuruti perkataan ku." ucap Alex meyakinkan.
"Aku percaya." balas Ravela tersenyum.
Begitu sampai dirumah besar, Revan berseru kegirangan.
"Wah rumah Daddy besar dan mewah ya mi, pasti sangat menyenangkan tinggal disini." ucap nya antusias.
"Nantinya, Daddy akan menyiapkan tempat bermain khusus untuk Revan." balas Alex mengendong sang anak turun dari mobilnya, diikuti Ravela yang masih bingung menceramahi semua yang ada dihadapannya.
Kenzo yang tidak sabaran lagi, berjalan dengan cepat sambil merentangkan kedua tangannya. ingin menekuk sang adik yang masih menatap bingung kearahnya.
"Adik?"
__ADS_1
"Ya, kamu adalah adik kesayangan ku." Kenzo menitikkan air mata bahagia, begitu juga dengan Melinda, mereka bergantian menekuk Ravela.
"Anakku sayang, akirnya kamu kembali sayang. kami semua sangat bersedih kehilangan mu Hick...hick..."
"Mami!"
Semua larut dalam perasaan hati dan bahagia, karena salah satu anggota keluarga yang mereka rindukan telah kembali, membawa seorang bocah tampan, penerus Juan Alexander.
Revan sangat bahagia karena mendapatkan banyak limpahan kasih sayang, bahkan dia betlonjak kegirangan begitu memasuki kamar yang sudah didekorasi khusus untuk nya, dimana semua adalah animasi karakter favorit nya.
"Terimakasih Daddy." ucap nya ketika Alex mengantarkan nya.
"Sekarang tidurlah yang nyenyak dikamar mu, Daddy dan mommy juga akan istrahat." ucap Alex mencium Revan menyelimuti hingga batas dada.
"Selamat malam, Revan."
__ADS_1
"Malam juga mami, dad." balas Revan lalu memejamkan matanya.
"Sayang, kenapa kamu mematung. ayo masuk." Alex membimbing tangan Vella memasuki kamar mereka yang luas, tidak ada yang berubah masih seperti yang dulu.