
"Cuaca hari ini sangat gerah, sebaik aku mandi. mungkin dengan berendam akan membuatku jauh lebih baik." Ana membuka pakaiannya, sehingga tinggal dalaman saja yang membalut tubuh indahnya.
"Rasanya sangat segar dan menenangkan." Ana memejamkan matanya untuk beberapa saat, menikmati suasana tenang dan aroma wangi bunga mawar kesukaannya. begitu membuka matanya ana melihat seekor kecoa didinding kamar mandi seolah-olah berjalan kearahnya.
"Aaaa.... tolong!!!."
Ana menjerit keras karena ketakutan, dia berusaha kabur keluar kamar, namun naas Ana malah terpeleset di lantai kamar mandi. sehingga dia hanya bisa menagis menahan bokongnya yang pegal dan kakinya yang ikutan perih tidak bisa berdiri lagi, bahkan untuk sekedar menarik handuk yang tergantung di dinding.
Teriakan nyaring suara Anabel barusan, membuat Revan terlonjak kaget. refleks dia berlari menuju asal suara barusan.
Kedua tangannya berusaha memeluk tubuh polosnya, begitu mendengar suara langkah kaki mendekat.
Tok!tok!tok!
"Ana apa kamu baik-baik saja!" terdengar nada panik suara Revan dari balik pintu kamar mandi. detak jantung Revan semakin kencang berharap bisa menemukan Ana dalam keadaan polos.
"Aaa..aku tidak apa-apa kak, hick...hick.." Ana berusaha untuk berbohong, antara membutuhkan bantuan Revan, namun belum rela jika tubuh dan wajahnya ketahuan secepat ini, sehingga dia menahan sebisa mungkin rasa sakit dan suara isak tangisnya.
__ADS_1
"Ayo Revan, ini kesempatan emas bagimu. dobrak saja pintunya. berpura-pura peduli dan tidak sengaja!" batin Revan mendengar bisikan dari telinga sebelah kirinya.
Sedangkan disisi kanan juga terdengar bisikan. "Jangan Revan! memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan itu tidak boleh. kasihan Anabel, mungkin dia belum siap memperlihatkan jati dirinya padamu."
Revan menjadi dilema dengan pikirannya, sehingga dia menuruti kata hatinya yang begitu penasaran dengan wajah Anabel, sehingga dia mendorong kuat pintu kamar mandi.
"Bruuuaaak!!!"
"Wuuuaaa...kak Revan!!!" Ana kembali berteriak panik dan kaget tidak menyangka Revan senekat ini, sedangkan kedua tangannya berusaha memeluk tubuhnya sendiri, Ana benar-benar malu meskipun itu dihadapan suaminya sendiri yang sudah sah dimata agama dan hukum.
"Jangan dekat, kak Revan tutup matamu!" teriak Ana, Revan mengikuti saja meskipun dia tidak benar-benar menutup mata seutuhnya, rugi jika pemandangan yang begitu menggairahkan ini terlewatkan begitu saja.
Susah payah Anabella menggapai benda apapun untuk menutupi tubuhnya, Revan yang baru sadar dari keterpanaanya segera meraih jubah mandi, melemparkannya pada Anabella yang langsung cepat-cepat dikenakanya, sedangkan detak jantung Revan jangan ditanya lagi, seakan ingin meledak saat itu juga.
Setelah berhasil menguasai keadaan kembali, Revan berjalan mendekati Anabella yang menundukkan kepalanya. gadis itu terlihat berusaha untuk menahan segala rasa, sedih, malu dan nyeri akibat jatuh barusan. meskipun Revan terlihat masih menutup matanya.
"Anabella, kamu kenapa hingga seperti ini?" tanya Revan lembut, tidak seperti sikap yang biasanya dia tunjukkan pada Anabella.
__ADS_1
"Aku terpeleset kak, karena kecoak!" menunjuk kearah dinding, sedangkan kecoa yang ditunjuk Ana, segera bersembunyi menyelamatkan diri.
"Ha...ha...dasar manja, cengeng kamu Anabella." Revan tertawa renyah, tanpa basa-basi lagi dia langsung mengangkat tubuh Anabella berjalan keluar dari kamar mandi.
"Kak, tutup matamu. Jangan pandangi aku terus-terusan!" protes Anabella, karena jalan Revan mulai tidak benar, bahkan kepala Anabella hampir terbentur pintu.
"Diamlah Anabella, seharusnya kamu berterimakasih karena sudah aku tolong."
Secara diam-diam Anabella tersenyum menatap wajah pria yang sudah menjadi suaminya itu, Pandangan Ana seakan tidak bisa lepas, rahang yang kokoh dan terlihat jantan. kedua alis tebalnya seakan menambah pesona ketampanannya. Begitu juga dengan postur tubuhnya yang sangat mendukung. Sehingga wanita manapun akan langsung tergila-gila jika melihatnya.
"Kak Revan sangat tampan, jika dilihat dengan jarak yang begitu dekat seperti ini." batin Ana berusaha menahan debaran didadanya.
"Puas kamu mencuri-curi pandang pada wajah tampanku?" ucap Revan tersenyum membuat Anabella bersemu merah karena malu ketahuan lagi.
"Aku tidak menatapmu kak, jadi jangan kegeeran."
Bersambung..!!!
__ADS_1