
Alex terperanjat kaget begitu melihat beberapa bagian tubuh Ravela memerah, dia terus mengaruk wajah, leher dan anggota tubuh lainnya yang terasa gatal-gatal.
"Sayang, kamu kenapa bisa seperti ini? sepertinya ini alergi yang disebabkan oleh makanan." Alex panik dan langsung menghubungi Dokter keluarga.
"Entahlah, tidak biasanya aku seperti ini!" jawab Vella mengaruk bagian yang gatal. sehingga memerah dan sedikit bengkak.
"Apa ini ada hubungannya dengan seafood, kamu konsumsi dengan jumlah banyak semalam?" tanya Alex dengan tatapan mata tajam.
"Tidak mungkin, aku sudah terbiasa memakan nya dan tidak pernah alergi. mungkin ini hanya kebetulan saja." tolak Ravela.
"Sudah salah masih saja membantah, padahal aku sudah berulang kali mengingatkan mu." ucap Alex yang membuat Vella menunduk diam.
Alex mengambil obat oles, seraya mengusapkan pada bagian yang memerah. meski usahanya sia-sia karena Ravela masih merasa gatal-gatal.
"Jangan terus digaruk, nanti akan membekas. kamu mau terlihat semakin jelek." ucap Alex, Vella menyingkirkan tangan nya, namun rasa gatal membuat gadis itu menggigit bibir bawahnya, seraya mengeliat. yang justru membangkitkan gairah Alex, sebisa mungkin dia berusaha mengendalikannya, namun tubuh Vella sudah menjadi candu bagi Alex.
"Jangan gigit bibir bawah mu, aku tidak tahan melihatnya."
"Tapi ini sangat gatal suamiku."
"Aku akan membantu mu mengatasinya, tunggu disini."
__ADS_1
Alex masuk kedalam kamar mandi, mengisi bak mandi dengan air hangat. dia berharap dengan berendam Vella mampu menahan rasa gatal-gatal di sekujur tubuhnya. setelah bak mandi penuh Alex memangil Vella.
Alex membantu membuka pakaian Vella, dia terlihat kawathir sekaligus bergairah.
"Suamiku, Aku bisa melakukannya sendiri, kamu tunggu saja diluar."
"Tidak, apa kamu tidak menyadari betapa panik dan kawathir nya aku." jawab Alex ngotot bahkan dia ikut membantu melepaskan pakaian dalam Vella. yang pasrah karena Alex tidak akan pernah menyerah, setelah itu Vella berendam seraya menunggu dokter keluarga datang.
"Bagaimana rasanya setelah berendam air hangat?"
"Agak mendingan."
Alex melepas pakaian yang melekat ditubuhnya juga, seraya tersenyum memperhatikan Ravela yang tengah berendam.
"Aku ingin membantu mengurangi rasa gatal-gatal mu dari dalam, apa tidak boleh."
"Tidak, bagian dalam ku tidak gatal sama sekali. hanya kulit bagian luar, seperti ini." ucap Ravela menunjuk kulitnya sendiri.
"Jangan banyak membantah, kesalahan mu sudah terlalu banyak." Alex ikut masuk kedalam bak mandi, menarik Ravela untuk duduk diatasnya pangkuannya. Wajah Ravela bersemu merah dengan posisi yang benar-benar vulgar menurutnya. meskipun mereka sudah sering melakukan hubungan, namun debaran dan rasa malu-malu masih belum bisa hilang sepenuhnya.
"Aku akan membantu memijat mu dengan pelan."
__ADS_1
"Tidak perlu, sekarang sudah tidak gatal lagi." sanggah Vella berusaha menahan ******* dari bibir nya, karena tangan Alex mulai menjamah bagian sensitif nya.
Setelah puas meraba bagian tubuh Ravela, Alex langsung memasuki dengan penuh gairah, tanpa peduli penolakan Vella. cukup lama mereka melakukan hingga dokter yang semula datang dengan sangat tergesa-gesa, begitu sampai dirumah besar, dia diminta pelayan untuk menunggu pasangan ini hingga selesai bercinta.
"Bagaimana, apa kamu sudah puas dengan pengobatan dariku." bisik Alex tersenyum mesum.
"Ini bukan pengobatan gatal-gatal untuk ku, tapi kamu sendiri yang kegagalan." umpat Vella.
"Istri ku, sepertinya kamu belum puas dengan pengobatan ku dan pengen nambah lagi ya, tidak baik. Karena itu harus seimbang dengan pengobatan dari dokter juga." ucap Alex mengeluarkan pendapat nya sendiri tanpa mendengar perkataan Vella.
Setelah mandi, Alex mengendong Vella keruangan ganti. Alex kembali berpakaian normal. sedangkan Ravela hanya memakai dalaman dan jubah mandi, karena seorang dokter wanita sudah siap untuk memeriksa bagian kulitnya yang sensitif.
"Maaf dokter, membuat mu menunggu." ucap Vella.
"Tidak apa-apa nona muda, ini sudah tugas saya." ucap dokter mulai bersiap untuk memeriksa, meskipun antara gelas kissmark dan tanda merah akibat digaruk hampir memenuhi bagian dadanya yang putih mulus.
Dokter wanita yang belum menikah tersebut berusaha menahan senyumnya, melihat bagian tubuh Vella meskipun hanya bagian dada dan leher nya saja.
"Maaf dokter, kamu harus melihat juga bagian tanda-tanda merah yang ini, suamiku memang susah untuk diingatkan." ucap Vella kesal.
"Jangan sungkan nona, ini obat Anda silahkan diminum."
__ADS_1
"Terimakasih dokter."