
Alex langsung menarik tubuh Vella, merebahkan perlahan diranjang empuk.
"Jangan kawathir, aku akan hati-hati melakukan nya."
"Aku percaya, tapi sebagai pemenang ke-dua. aku ingin besok menikmati hadiahku menghabiskan waktu dengan sahabat ku Elisa."
"Tentu, tapi tidak boleh lama-lama, ingat kondisi mu yang tengah berbadan dua."
"Ya, aku akan mengingat perkataan mu dan menjaganya sebaik mungkin."
Alex melepaskan pakaiannya, mencium dan menghisap bagian sensitif Vella, membuat perempuan itu mendesah menahan nikmat yang luar biasa.
***
Hari ini Vella sangat ceria, dia sudah janjian untuk bertemu Elisa disebuah kafe. seperti biasa Alex tidak akan pernah membiarkan nya untuk pergi seorang diri, Rani dan salah seorang sopir pribadi sudah siap siaga untuk menjaga dan mengantarkan kemanapun Vella pergi.
"Jangan terlalu capek, makan vitamin dan susu Hamil mu, jika berbelanja mintalah Rani untuk membantumu untuk mengangkat nya." pesan Alex sebelum pergi kekantor.
"Iya, kamu tidak perlu terlalu mencemaskan ku, sayang."
Setelah mobil Alex menghilang, Vella masuk kedalam mobil yang akan mengantar nya bertemu Elisa, begitu bertemu Elisa sangat bahagia melihat perubahan Vella, yang terlihat jauh lebih cantik, padat berisi. tidak seperti Ravela yang dulu dia kenal.
Vella dan Elisa menghabiskan waktu dengan makan-makan dan ngobrol-ngobrol santai, hingga pesan singkat dari Alex membuat mereka harus mengakhiri pertemuan yang selalu memberikan kesan tersendiri bagi persahabatan mereka berdua.
__ADS_1
"Elisa, sampai ketemu lagi. rasanya tidak pernah puas menghabiskan waktu bersama mu."
"Ya Vella, aku janji jika ada waktu libur kerja aku akan menghubungi mu lagi, jaga kehamilan mu. terimakasih atas makan siang nya." ucap Elisa.
Setelah melepas kepergian Elisa, Rani langsung menghampiri nona muda nya.
"Nona, tuan muda Alex meminta kita untuk segera datang kekantor!" ucap Rani.
"Datang kekantor, untuk apa?"
"Katanya sih, ingin membicarakan tentang konsep acara untuk ulang tahun untuk nona yang akan diadakan besok."
"Astaga, bahkan aku melupakan hari ulang tahun ku sendiri." Vella terdiam, mengingat besok adalah hari ulang tahunnya, namun malah Alex yang mengingatkan.
"Sayang, katakan konsep pesta ulang tahun seperti apa yang kamu inginkan?" ucap Alex menarik Vella dalam pangkuannya.
"Suamiku, selama ini aku hampir tidak pernah merayakan hari jadiku. sehingga ada atau tidak nya pesta, sama saja bagiku." jawab Vella.
"Itu dulu, sekarang kamu nyonya seorang Alexander. katakan lah, apa kamu menginginkan pesta romantis dikelilingi para artis idolamu, menaiki kuda putih bersama sang pangeran sepertiku." membelai dan menciumi rambut Ravela yang tidak mau mengangkat kepalanya merasa malu pada Rey dan Rani yang berpura-pura sibuk dengan laptop masing-masing.
"Ha...ha..., itu terlalu berlebihan suamiku."
"Rani, kamu atur dan persiapkan konsep ulang tahun sebaik mungkin." perintah Alex tanpa mendengar penolakan dari Ravela.
__ADS_1
"Baiklah tuan muda, bagaimana jika kita mengambil konsep disebuah taman, mengingat nona sangat menyukai bunga dan ruangan bebas dari pada berada disebuah ruangan tertutup." usul Rani.
"Ide yang menarik, cepat kalian berdua siapkan. aku ingin pesta yang terbaik untuk istriku nantinya."
Dirumah Sena terlihat kesal, begitu mendapat kado undangan spesial dari Ravela.
"Ma, apa sebaiknya kita tidak hadir saja dipesta ulang tahun Vella." ucap Sena menatap jengah undangan ulang tahun yang dipegangnya.
"Kenapa, bukankah ini kesempatan emas untuk kita mengambil hati Alex lagi, mengembalikan kepercayaan nya terhadap kesalahan yang pernah kita berdua lakukan." ucap Arini.
"Aku malas melihat kebahagiaan Vella, dia pasti sudah besar kepala sekarang dan ingin pamer kemesraan pada kita, karena sudah menjodohkan dirinya dengan seorang pangeran, bukan laki-laki tua yang lumpuh." umpat Sena.
"Sudahlah, jangan bahas tentang masa lalu lagi. sekarang kita harus pergi ke Mall mencari kado istimewa untuk Ravela." ucap Arini menarik tangan Sena.
"Vella tidak akan butuh kado dari kita, ma. dia sudah memiliki segalanya."
"Pokoknya ikut mama, jangan banyak protes lagi."
***
Taman terbuka sudah didekorasi seindah mungkin, bunga-bunga segar beraneka warna ditambah kan agar memperindah suasana.
Para koki sibuk memasak makanan, terutama kesukaan Vella masakan khas Indonesia. untuk para tamu istimewa yang sengaja diundang Alex dari berbagai yayasan sosial dan panti asuhan sesuai dengan keinginan sang istri. dia berharap ulang tahun Vella kali ini benar-benar istimewa selain mendapatkan buah buah cinta yang merupakan kado berharga yang tidak ternilai harganya.
__ADS_1