
"Tentu pa, Kyano pasti menemukannya. hanya menunggu masalah waktu saja." jawab Kyano santai sesekali tersenyum melirik ekspresi tidak bersahabat ditunjukkan Revan kearahnya.
"Mau sampai kapan Kyano, bahkan adikmu Revan saja sudah menikah!" sela Vella merasa bangga dengan menantunya Anabella, yang merupakan tipe istri soleha dan idaman setiap pria.
"Sepertinya kak Revan tidak akan menikah Mom, sampai semua stok gadis-gadis di dunia habis dan sudah menikah semua." ledek Revan.
"Bagus lah, jika semua stok gadis-gadis sudah pada habis. jadi aku tinggal menunggu mereka menjadi janda kembang saja." Jawab Kyano enteng membuat semua orang kaget mendengar jawabannya.
"Tidak!!! sampai kapanpun Mama dan Papa tidak akan pernah sudi jika kamu menikahi seorang janda. apa kamu mau memberikan contoh " tolak Natali tegas.
"Mama dan Papa pasti setuju, jika janda kembang yang akan aku nikahi seperti Anabella." jawab Kyano membuat semua orang menarik nafas lega, beranggapan hanya sebagai candaan saja, namun tidak dengan Revan dia benar-benar kesal seperti kebakaran jenggot.
"Enak saja kamu mau menunggu Anabella jadi janda kembang, hadapi aku dulu sebelum semua mimpi gilamu itu terwujud!!!" umpat Revan dalam hatinya dengan dada kembang kempis.
"Sayang, makanya kok belepotan." Revan mengusap bibir Anabel dengan ibu jarinya, bahkan dengan sengaja Revan mengecup bibir Anabel membuat mata gadis itu melotot sempurna saking kagetnya, dihadapan semua orang lagi. namun Revan tidak memperdulikannya yang penting dia bisa menunjukkan jika dia adalah pemenang dihadapan Kyano.
"Duh pasangan pengantin baru, yang lagi sayang-sayangan.... jadi ingat masa muda kita dulu ya Mom."
"Vella, kalau dilihat dari kemesraan yang mereka tunjukkan. tidak lama lagi kamu bakal dapat cucu nih." goda Natali.
__ADS_1
"Iya kak, aku sudah tidak sabar lagi membayangkan kehadirannya.. sosok Anabel kecil ataupun Revan kecil." Jawab Vella dengan mata berbinar-binar bahagia.
Setelah acara makan malam usai, Kyano mendekati Revan seraya berbisik.
"Revan, jika kamu tidak mencintai Anabella. segera ceraikan dia. aku sudah sangat siap untuk menggantikan posisimu." tersenyum berjalan menuju mobilnya untuk pulang.
"Sial!!!" umpat Revan kembali dibuat kesal berkali-kali oleh Kyano.
***
Besoknya, seperti dugaan Revan semalam. kekasihnya Vivian benar-benar ngambek bahkan mengancam ingin mengakhiri hidup. jika Revan masih mengabaikannya, tentu Revan tidak ingin hal itu terjadi, nyawa seseorang menghilang gara-gara dirinya.
"Sayang, kita beli perhiasannya di Toko tempat langganan mommymu saja ya?" menyebutkan pusat perbelanjaan termahal dan nama toko perhiasan ternama.
"Kenapa harus disana, kan masih banyak toko perhiasan ditempat lain!" ucap Revan memberikan pilihan, mengingat semalam Anabella akan pergi ke toko tersebut untuk membeli satu set perhiasan sebagai kado ulang tahun untuk Tante Natali.
"Pokoknya, aku mau perhiasan yang ada di toko langganan mommymu itu saja sayang, disana kualitasnya sangat bagus-bagus dan berkelas." bujuk Vivian dengan senyum termanis sehingga Revan luluh.
"Baiklah, tapi aku tidak bisa menemanimu kesana. jika ketempat lain aku bersedia." Revan memberikan pilihan.
__ADS_1
"Semoga nantinya, Vivian tidak bertemu dengan Anabella." batin Revan.
"Ya udah, aku tahu ayang lagi sibuk. jadi aku kesannya bareng sahabatku Mela saja."
"Ya udah, aku kerja dulu. nanti uangnya langsung aku mentransfer."
"Oke, terimakasih ayang." mengecup mesra Revan, setelah itu Vivian langsung menuju rumah sahabatnya Mela.
Jam istirahat kantornya, selesai sholat dan makan siang. Anabella pergi ke toko perhiasan tempat langganan mommy Ravela maupun orang tuanya dulu, karena Anabella tidak punya banyak waktu lagi, besok adalah hari ulang tahun Tante Natali, dia ingin memberikan hadiah spesial mengingat Natali sangat menyukai perhiasan dari tempat terpilih yang mempunyai kualitas terbaik kelas dunia.
"Selamat datang Nona Anabella, silahkan dipilih Nona." ucap manager toko.
"Perkenalkan saya, Huang Long. dulu nyonya Elisa dan tuan Jims sering berkunjung ke toko kami." Huang Long memperlihatkan satu set perhiasan, dengan penuh hormat pada pelanggan spesial toko mereka.
"Wah! bagus sekali, saya sangat menyukainya." jawab Anabella takjub.
Disaat yang bersamaan, Vivian dan Mela juga sampai di toko yang sama. mereka tersenyum merendahkan begitu melihat Anabella juga disana. sedangkan Anabella tidak menanggapi kehadiran mereka, dia lebih fokus memperhatikan perhiasan yang berkilau indah dihadapannya.
"Mela, sepertinya istri yang tak dianggap ini sangat iri melihatku, sehingga dia juga menuntut minta dibelikan perhiasan.. pada Revan. ha..ha... sungguh menyedihkan." sindir Vivian.
__ADS_1