
"Ya Tuhan, dadaku tidak berhenti berdebar-debar menerima ciuman lembut dan sentuhan Alex. kenapa dengan ku sekarang?" bathin Ravela dengan nafas tersengal-sengal ketika Alex melepas ciumannya.
"Buka matamu, dan tatap aku." pinta Alex.
Perlahan Vella mengangkat wajahnya, seketika pandangan mata mereka bertemu. namun seketika Vella mengalihkan pandangannya kearah lain, dia tidak kuat menatap wajah tampan itu terlalu lama.
"Apa yang kamu rasakan setelah menatap ku?" ucap Alex membelai penuh kelembutan wajah ayu dihadapannya. sehingga membuat Ravela terbuai suasana dan kemesraan yang tercipta.
"Aku mencintaimu, suamiku."
Ravela langsung menutup mulutnya, dia tidak menyadari kata-kata itu muncul begitu saja dari bibirnya barusan tanpa perencanaan.
"Bodoh... bodoh, apa yang sudah kamu katakan Vella." merutuki dirinya dengan wajah bersemu merah merona, sedangkan Alex kembali mendekatkan wajahnya dia semakin gemas dan ingin terus menciumi Ravela, saking bahagianya.
"Kenapa kamu kembali memejamkan mata, ketagihan ya dengan ciuman ku barusan?" bisik Alex yang sangat suka melihat wajah malu-malu dan kesal Vella.
"Dasar!!! dia terus memutar balikkan fakta, selain tampan dan mesum. Alex juga memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi." umpat Vella kesal dalam hatinya.
"Tidak suamiku, cuma aku belum terbiasa diperlakukan seperti ini."
__ADS_1
"Kedepannya kamu harus terbiasa."
"Ya."
Sedangkan Alex tersenyum senang, setelah mengetahui jawaban spontan tentang isi hati Ravela yang sebenarnya. bahkan ciuman sudah menjadi rutinitas Alex setiap berada disebelah Ravela, dimana gadis itu tidak akan mampu untuk menolak, selain berusaha mengendalikan debaran jantungnya sendiri, begitu juga dengan Alex. tapi dia jauh lebih pintar dalam menyembunyikan perasaannya.
***
Sore harinya, seperti biasa Ravela menikmati lari seraya mengelilingi halaman luas. keringat bercucuran membasahi wajah cantiknya, namun tidak menyurutkan semangat Vella yang merasa bebas tanpa beban saat menikmati hobinya.
"Hah, huuuffp."
"Nona muda, apa anda mau aku buatkan jus." tawar Rani.
"Boleh juga, tapi justru mangga dan tidak terlalu manis."
"Baiklah, tunggu sebentar ya nona." ucap Rani, Vella menganggukkan kepalanya seraya mengelap keringat di wajah dan leher nya. keseringan berolahraga Raha membuat gumpalan lemak di bokong dan buah dada Vella semakin padat dan berisi.
Tidak lama Rani kembali membawakan segelas jus, lalu menyerahkan ketangan Vella.
__ADS_1
"Terimakasih ya, Rani."
"Iya Nona."
Vella menghabiskan segelas jus, yang membuatnya kembali segar, setelah itu dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang habis mengeluarkan banyak keringat. setelah selesai, Vella mengenakan pakaian rumahan dan duduk di sofa membaca novel romantis kegemarannya. seraya menunggu Alex pulang kerja, namun sudah jam sepuluh malam Alex belum juga kembali.
"Tidak biasanya tuan arogan itu pulang telat, apa dia lembur? tapi ada bagusnya juga sih, dia tidak ada dirumah, sehingga aku bisa bebas tanpa ada yang menjahili." Vella tersenyum senang, namun hanya sesaat setelah itu dia kembali merasa kesepian tanpa Alex, hingga Vella yang tengah menunggu akhirnya ketiduran disofa.
Alex yang baru lembur kaget melihat Vella yang tidur meringkuk disofa, perlahan tangannya terangkat memindahkan kekasur empuk. setelah itu Alex ikut berbaring disebelahnya, rasa capek dan ngantuk Alex seketika hilang setelah mencium dan memeluk tubuh hangat Vella.
Tangan Alex mulai menyelusup masuk kedalam piyama seksi milik Vella, menyusu layaknya bayi kemudian bibir itu beralih membungkam mulut Ravela, sedangkan tangan Alex mulai aktif memainkan tempat-tempat sensitif nya.
Vella langsung terjaga, namun dia hanya bisa pasrah menikmati sentuhan lembut, saat tahu jika itu perbuatan suami mesumnya, perlakuan Alex semakin lembut sehingga membuat Vella tidak henti-hentinya mendesah. mereka mencapai ******* disaat yang hampir bersamaan.
Sementara ditempat yang berbeda, Natali tangah menghentakkan kakinya kesal. setiap mengingat perlakuan Alex yang tidak peduli lagi dengan perasaan nya dan lebih mementingkan Ravela. bahkan dia tidak mempunyai kesempatan untuk bertemu Alex, untuk menunjukkan bagaimana dia masih mengharapkannya. para pengawal Alex lebih tegas, bahkan mereka tidak segan-segan untuk menyeret Natali jika masih nekat ingin menemui Alexander.
"Alex, kamu milikku tidak akan aku biarkan orang lain memiliki mu. aku tidak peduli dengan cara salah atau benar, yang penting aku bisa mendapatkan cintamu lagi." gumam Natali yang teringat akan saran dari sang mama dan asistennya. yang meminta Natali untuk kembali ketanah air, mereka akan mengunakan jasa seorang paranormal sakti, untuk merubah pemikiran Alex menjadi seperti dulu lagi. meskipun semula Natali menolak keras dan tidak mempercayai hal-hal tersebut, namun sekarang dia tidak mempunyai pilihan lain.
"Jika perlu, aku akan membuat Alex melupakan Ravela untuk selamanya. ha...ha...." tertawa lepas merasa yakin jika ini usaha nya akan berhasil.
__ADS_1